HIDUP SEHAT

hidup sehat adalah pilihan

Archive for the ‘mengusir dahak pada bayi’ Category

OBAT FLU UNTUK SI BAYI ASI

with 8 comments

Kalau bayi ASI eksklusif terserang flu, apakah tetap tak perlu minum obat?

Bayi yang mendapat ASI saja hingga 6 bulan, tanpa tambahan asupan apa pun, terbukti lebih jarang terserang flu dan penyakit infeksi lain. ASI, seperti diketahui, mengandung zat-zat kekebalan tubuh (imunoglobulin) yang tidak terdapat pada susu formula. Namun begitu, bukan tidak mungkin bayi ASI pun terpapar influenza. Mengapa demikian? “Daya tahan tubuh yang rentan menyebabkan bayi mudah tertular batuk-pilek. Terutama dari orang-orang di sekitarnya yang sedang sakit flu. Jadi bukan karena ASI-nya yang tidak mujarab lo. Bisa dibayangkan bayi yang mendapat ASI eksklusif saja berpeluang terkena flu, apalagi bayi yang tidak ASI,” jawab Dr. Attila Dewanti, Sp.A.

Yang perlu diketahui, flu pada bayi tidak jauh berbeda dengan flu pada orang dewasa. Bayi akan mengalami gejala-gejala seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, kadang disertai demam juga kemerahan di sekitar hidung dan mata. Si kecil jadi acap rewel dan susah tidur. Wajar bila orangtua jadi khawatir. Namun Attila tidak menyarankan kita untuk buru-buru memberinya obat­obatan yang membuat pemberian ASI jadi tidak eksklusif lagi.

Persoalannya, kalau tidak minum obat apakah flu pada bayi bisa sembuh sendiri? Bisa, kok, karena penyebab penyakit flu adalah virus yang umumnya akan mereda dalam waktu 4-7 hari. Hingga saat ini pun sebenarnya belum ada obat mujarab untuk membunuh virus. Obat flu yang ada hanya sekadar untuk meringankan gejala-gejalanya saja, seperti obat penurun demam, pelega hidung tersumbat, dan pengencer lendir.

Jadi memungkinkan sekali menyembuhkan flu bayi tanpa obatan-obatan. Caranya? Inilah kiat dari Attila:

* Meningkatkan imunitas

Dengan imunitas yang baik, bayi akan mampu membunuh virus yang menyerangnya. Saat ia terpapar flu, gempur penyakit itu dengan terus memberikan ASI. Malah kalau memungkinkan frekuensinya dipersering. Jangan lupa tingkatkan kualitas dan kuantitas ASI ibu dengan mengonsumsi makanan dan minuman kaya vitamin.

* Perbanyak asupan cairan

Untuk bayi di bawah 6 bulan, cairan hanya berupa ASI. Asupan cairan baik untuk mengontrol panas tubuh bayi, menghindarkan dirinya dari bahaya dehidrasi dan menjaga kondisi bayi agar tidak lebih parah.

* Mengeluarkan lendir

Ingus (bila keluar dari hidung) atau dahak (dari tenggorokan) bukanlah penyakit. Justru lendir tersebut adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan virus flu yang sedang menyerang. Bayi yang mengalami kesulitan mengeluarkan ingus mesti dibantu dengan menyedotnya agar tidak menghambat saluran pernapasannya (untuk caranya lihat boks).

Jika lendirnya kering dan hidung bayi tersumbat, cukup berikan obat tetes NaCL fisiologis 0.9% (20 ml) untuk melembapkan saluran pernapasannya. Teteskan paling tidak 3 kali sehari. Lendir yang lebih encer akan lebih mudah dikeluarkan lewat bersin, ingus di hidung, batuk, atau masuk ke dalam pencernaan bayi.

* Buat ruangan menjadi hangat

Ciptakan ruangan sehangat mungkin. Hindari udara yang terlalu kering. Jadi sebaiknya perhatikan pemakaian AC. Hawa kering dan dingin yang ditimbulkan penyejuk rungan bisa membuat lendir bayi mengering yang semakin membuatnya sulit bernapas.

* Ciptakan rasa nyaman dan aman

Flu membuat bayi cenderung rewel. Untuk itu beri dia rasa nyaman. Masing-masing ibu biasanya memiliki cara tersendiri untuk itu. Namun perlu diketahui, menggendong dengan teknik kontak kulit ke kulit (bayi didekap di dada ibu) baik untuk menetralisasi panas tubuh si kecil. Menjemur bayi antara pukul 07.00-08.00 pun membantu mengatasi flu.

* Lakukan fisioterapi

Bila dengan berbagai cara, flu yang diderita si kecil belum juga membaik dalam beberapa hari, pertimbangkan untuk melakukan inhalasi dengan membawa bayi ke klinik fisioterapi. Dengan fisioterapi lendir yang ada di saluran pernapasan anak juga akan luluh dan terbuang lewat feses.

OBAT FLU BAYI TIDAK ASI

Sebenarnya treatment untuk bayi tidak ASI yang sedang menderita flu tidak jauh berbeda. Tak perlu tergesa-gesa memberinya obat dan lakukanlah hal-hal di atas tadi. Cukup dengan asupan susu formula yang lebih banyak dan air putih. Bagi bayi 6 bulan ke atas (yang sudah mendapatkan makanan padat), buah segar dan sup/air kaldu akan membantu mengatasi hidung mampatnya.

Namun, bila flu dirasa begitu mengganggu (bayi terus-menerus menangis, demam tidak turun, sulit tidur), obat-obatan mulai bisa dipertimbangkan. Ini agar flu tidak sampai mengganggu kenyamanannya. Inilah beberapa obat yang dapat digunakan untuk meringankan flu pada bayi:

* Obat-obatan golongan antihistamin untuk mengurangi produk lendir sehingga napasnya menjadi lega kembali.

* Obat penurun panas (ada yang mengandung asetamenofen/parasetamol atau ibuprofen) konsultasikan pada dokter anak Anda. Bila demamnya tinggi kombinasikan dengan kompres.

* Obat pereda batuk (bila ada gejala batuk yang parah). Batuk berdahak bisa juga diatasi dengan inhalasi.

* Suplemen vitamin diberikan agar pemulihan kondisi si kecil bisa lebih cepat. Bila nafsu makannya menurun, akan diberikan juga vitamin penambah nafsu makan bagi bayi yang sudah mendapat makanan pendamping ASI.

* Hindari pemberian antibiotik karena antibiotik bukanlah obat untuk flu.

MEMBUANG INGUS

Menyedot ingus bisa dilakukan dengan mulut ibu. Namun, cara ini bukan tidak mengandung risiko. Mulut manusia, terutama bila dalam keadaan sakit, merupakan sarang kuman. Bagi orang dewasa, kuman-kuman tersebut mungkin tidak menimbulkan masalah besar. Namun bagi bayi, kuman tetaplah benda asing yang bisa membahayakan kesehatannya. Bagi bayi yang lemah, kuman di mulut ibu bisa menjadi sumber penyakit lain. Flu biasa justru bisa makin parah.

Alat sedot lendir yang banyak dijual di pasaran juga tidak bisa dikatakan aman 100%. Cara penggunaannya yang harus dimasukkan ke hidung bayi dapat mengiritasi. Lendirnya pun tidak dapat tersedot banyak. Apalagi menyedot ingus bayi dengan alat sedot mesin, cara ini tidak dianjurkan karena kelewat agresif.

Yang terbaik, lap saja hidung bayi yang beringus dengan cara menekan lembut dengan sapu tangan atau tisu bersih. Tekanan ini membantu mengeluarkan lendirnya di hidung. Untuk membersihkan bekas lendir yang sudah mengering di sekitar lubang hidung bayi, gunakan cotton bud yang sudah dibasahi. Jangan memasukkan cotton bud terlalu dalam.

KAPAN MENGHUBUNGI DOKTER

* Jika anak demam

- Bayi < 3 bulan dengan suhu tubuh 38°C

- Bayi 3-6 bulan dengan suhu tubuh 38,5°C

- Bayi > 6 bulan dengan suhu tubuh 38,5-39°C

- Demam sudah berlangsung 72 jam

- Susah minum atau tidak mau minum (dikhawatirkan akan dehidrasi)

- Rewel/menangis terus-menerus atau tidak dapat ditenangkan

- Tidur terus-menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)

- Kejang atau kaku kuduk leher

- Sesak napas

- Muntah

- Diare terus-menerus

* Selesma

- Demam lebih dari 72 jam

- Batuk lebih dari satu minggu. Atau batuk hebat dengan muntah- muntah.

- Rewel

- Tidur terus-menerus

- sesak napas atau tampak kebiruan sekitar bibir dan mulut.

- Jarang buang air kecil atau tidak mau minum.

- Dahak ada darahnya.

- Ingus hijau kental lebih dari 2 minggu.

* Batuk

- Mengalami kesulitan bernapas (ditandai dengan bernapas sekuat tenaga; tampak otot-otot di sela-sela iga tertarik ke dalam.

- Bayi berusia < 3 bulan yang terbatuk-batuk selama beberapa jam;

- Batuk-batuk yang membuat bayi sampai sulit bernapas

- Ada darah pada dahak (kecuali bila anak baru saja mengalami mimisan, maka biasanya darah di dahaknya tidak perlu dikhawatirkan)

IBU YANG MINUM OBAT?

Salah besar bila ada anggapan, untuk menyembuhkan flu yang diderita bayi, cukup ibu (menyusui) saja yang minum obatnya. Toh, nanti obat itu akan masuk ke tubuh bayi melalui ASI. Ini jelas tidak benar. Berbeda kalau ibu menyusui yang terkena flu, tentu boleh minum obat. Tapi obatnya mesti yang aman bagi ibu menyusui. Untuk itu konsultasikan sebelumnya dengan dokter.

Gazali Solahuddin. Foto: Iman/nakita

Written by informasisehat

08/05/2009 at 9:58 pm

Sharing seputar dahak bayi

with 7 comments

dahak bayi

Oleh adeheri

Rabu, 19-Januari-2005, 13:27:42

anak saya (2 bln ) jgu begitu . Ada yg bilang di sedot pakai mulut orangtuanya , tapi bidan bilang itu karena alergi dingin ..jadi tindakan saya mungkin akan di jemur sering pagi2 gitu…
Dahak bayi
Oleh ritarahayua

Rabu, 01-Desember-2004, 15:53:55

Halooo..
Dahak bayi itu sudah biasa banyak bayi yang mengalaminya apalagi bayi baru lahir biasanya sampai umur 3 bulan, anak saya juga dulu waktu baru lahir sampai 3 bulan bunyi dahaknya kenceng & keras banget tapi setiap hari saya jemur, atas saran temen sih katanya suruh keDSA untuk disedot tapi saya hanya konsultasi kebidan saja suruh dijemur tiap hari, tapi sekarang alhamdulillah 6 bulan sudah tidak kedengaran lagi tuh kecuali kalau lagi Flu, coba deh dijemur dulu saja … sayang kalau masih bayi harus disedot dimasukin selang kehidung, dulu anak tante saya sampai sakit berkelanjutan setelah disedot dan draktis turun berat badannya, makanya saya takut terjadi seperti itu
untuk pak Firman
Oleh Masud

Jumat, 26-Nopember-2004, 13:12:08

pada waktu anak saya lahir, saya mengikuti anjuran dokter,jika ingin diberi asi jgn sambil tiduran,dan sehabis diberi asi bayi harus di tempelkan kepunadak sambil di tepuk2 punggungnya, saya kira semua bayi pernah mengalami seperti itu, jgn kwatir
Dahak bayi
Oleh Eny

Jumat, 05-Nopember-2004, 13:26:39

Anak saya juga mengalami hal yang sama sejak lahir.Setiap habis minum pasti bunyi nggrok-nggrok.Anak saya sering saya jemur dan setelah usia 1,5 bulan, dia saya beri minum air putih sehabis minum susu (sekitar setengah sendok teh).Sekarang bunyi grok-groknya berkurang.Kata dokter,itu tidak apa-apa.Semua bayi sepertinya mengalami hal yang sama.Dan sedikit berbagi pengalaman,bayi saya setiap saya beri minum susu atau ASI sambil tidur,sering muntah.Jadi sebaiknya,sebelum bayi kemasukan makanan pendamping ASI,diberi minumnya jangan sambil tidur.
dahak bayi
Oleh endang

Selasa, 02-Nopember-2004, 12:21:01

sejak lahir bayi saya dibiasakan setelah menyusu, digendong dipundak dan ditepuk-tepuk punggungnya sampai sendawa. Sesekali dia tengkurapkan diantara dua paha shg biarpun tengkurap tapi dadanya tidak akan sesak. Jika gumoh, secepatnya dimiringkan ke kanan agar gumohnya tidak tertahan atau malah masuk hidung. Saya juga biasakan memberi balsem bayi (transpulmin) agar pernapasannya jadi plong.
dahak bayi
Oleh desi

Rabu, 20-Oktober-2004, 13:03:41

Pada waktu baru lahir s/d usia 3 bulan anak saya (5 bulan) juga mengalami hal yg sama. Sepertinya semua bayi mengalami bunyi nggrok2, malah anak saudara saya sampai disedot cairannya segala. Tapi karena tidak mau anak saya disedot cairannya, karena masih terlalu kecil, saya menuruti saran beberapa teman dan dokter untuk sesering mungkin menengkurapkan anak dan merubah-ubah posisi tidur bayi, miring ke kiri, ke kanan, jangan dibiarkan terlentang terus. Alhamdulilah cairannya keluar sedikit demi sedikit dan sampai sekarang hilang sama sekali.
masalah dahak bayi
Oleh schaat

Kamis, 14-Oktober-2004, 15:11:28

Utk Bapak Firman,
usia bayi saya 6 bulan lebih seminggu & juga mengalami hal yg sama. rata2 semua bayi punya masalah seperti itu, seperti ada lendir di hidung atau tenggorokannya, krn mungkin usia bayi yg masih muda, jadi organ2nya belum sempurna. kalo saran dokter saya, bayi harus rajin dijemur sebelum pukul 8 pagi, biar punggungnya hangat, trus juga sering ditepuk2 dada & punggungnya..pelan2 saja, tapi dilakukan sebelum bayi minum susu, krn kalo tidak, bisa muntah atau istilahnya gumoh’. jadi bapak firman nga usah khawatir, kecuali kalau masalahnya berlanjut, mungkin akan disarankan ke dokter spesialis asma. tapi lebih baik, lakukan seperti itu dulu. apalagi bayi bapak baru berusia 2 bulan. anak saya juga mengalami masalah yg sama di usia 2-3 bulan, tapi kemudian hilang, dan sekarang suka muncul lagi. ibu saya menyarankan sedia mangkuk isi air hangat, taruk viks sedikit, terus masukkan sapu tangan, diperas, dan arahkan ke hidung anak, jangan ditempel, cukup dekatkan saja, biar dia hirup hawanya, nga usah lama. krn cukup membantu, utk mencairkan lendir atau membuang kotoran2 yg terkumpul di dalam hidung. semoga saran ini berguna buat bapak Firman.

http://info.balitacerdas.com

Written by informasisehat

08/05/2009 at 9:51 pm

Mengusir Dahak Pada Bayi

with 2 comments

Dahak atau slam yang menyangkut di tenggorokan bayi membuatnya tidak nyaman karena menghalangi nafas, membuat tangisannya jadi parau dan menyulitkannya menelan ASI. Yuk, bantu mengecerkan dan mengeluarkan dahaknya!

Mengencerkan Dahak

  • Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi (kira-kira pukul 07.00 – 08.00) selama 10 menit.
  • Cara lain, mengoleskan balsem bayi ke dada dan punggungnya. Atau, teteskan minyak kayu putih ke dalam baskom berisi air hangat, letakkan di dekat bayi agar terhirup uapnya.
  • Tetap memberi bayi ASI. Jika ia sudah mendapat makanan tambahan, berilah air putih hangat, sari buah atau sup/kaldu hangat. Pada intinya, mengkonsumsi banyak cairan merupakan terapi sederhana untuk mengencerkan dahak dan membersihkan tenggorokan.
  • Memberi bayi ramuan tradisional air jeruk nipis dicampur kecap atau madu, berikan 1 sendok teh, 3-4 kali sehari.
Mengeluarkan Dahak
  • Setelah dahak diencerkan, tengkurapkan bayi di pangkuan Anda (posisi Anda duduk tegak, bersandar). Letakkan satu kaki Anda lebih tinggi dari kaki lainnya sehingga posisi tubuh bayi miring dengan bagian kepala lebih rendah. Tepuk-tepuk lembut punggung bayi. Dahak yang encer akan turun dan keluar dari tenggorokan.
  • Jika tidak dengan cara di atas, dahak yang tertelan bayi dapat keluar dengan sendirinya lewat feses (kotoran), air seni dan air ludah. Atau, keluar manakala bayi bersin dan muntah.

Written by informasisehat

08/05/2009 at 9:44 pm

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.