HIDUP SEHAT

hidup sehat adalah pilihan

Archive for the ‘serat makanan’ Category

Rebung Kaya Serat, Penangkal Stroke

leave a comment »


Friday, 29 August 2008 10:39
Selain nikmat disayur, rebung yang berasal dari tunas bambu muda, kaya serat pangan dan kalium. Kandungan tersebut membuat rebung dapat menangkal stroke.

“Bambu kok dimakan?” tanya seorang teman dari Australia ketika melihat sekelompok orang sedang asyik melahap rebung di salah satu restoran Sunda. “Cobalah, Anda akan tahu kenikmatannya!” kata salah seorang di antara kami kepada si teman asing itu. Setelah dicoba, teryata si bule itu memang menyukainya.

Rebung merupakan salah satu bahan makanan yang cukup populer di masyarakat. Rebung biasanya dibuang kelopaknya, diris-iris, kemudian diolah dengan cara dikukus atau direbus. Rebung yang sering dikenal dengan nama bung (bahasa Jawa), oleh masyarakat pedesaan sudah sejak zaman dahulu dimanfaatkan sebagai bahan masakan.

Tunas Bambu

Rebung merupakan tunas muda tanaman bambu yang muncul di permukaan dasar rumpun. Tunas bambu muda tersebut enak dimakan, sehingga digolongkan ke dalam sayuran. Dalam bahasa Inggris, rebung dkenal dengan sebutan bamboo shoot.

Rebung tumbuh dibaigian pangkal rumpun bambu dan biasanya dipenuhi oleh glugut (rambut bambu) yang gatal.Morfologi rebung berbentuk kerucut, setiap ujung glugut memiliki bagian seperti ujung daun bambu, tetapi warnanya cokelat. Menurut klasifikasi botani, tanaman bambu termasuk kelas

Monocotyle doneae, ordo Graminales, subfamili Dendrocalamae, genus Dendrocalamus, spesies Dendrocalamus asper Pemanenan rebung dapat dilakukan sepanjang tahun. Panen raya rebung terjadi pada musim hujan, yaitu antara bulan Desember-Februari. Biasanya rebung dipanen saat tingginya telah mencapai 20 cm dari permukaan tanah, dengan diameter batang sekitar 7 cm.

Apabila terlambat dipanen, dalam 2-4 bulan saja rebung sudah menjadi tanaman bambu lengkap. Biasanya rebung yang diambil adalah rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa. Tidak semua rebung yang tumbuh dapat hidup menjadi bambu dewasa. Pada kalanya rebung yang telah berumur beberapa minggu, berhenti tumbuh dan akhirnya mati.

Masyarakat pedesaan sudah paham jenis rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa, sehingga harus dipanen ketika muda. Namun, bila tidak ada, rebung yang mana pun dapat diambil untuk sayuran.

Untuk mengambil rebung dari rumpun bambu tidaklah sulit Dengan menggunakan pisau besar, sabit, atau alat lain, rebung dapat dipotong pada bagian pangkalnya. Setelah itu, rebung dikupas untuk dibuang glugutnya.

Setelah dab sampai bersih, rebung kemuclian dipotong-potong kecil sesuai selera. Di pasaran, rebung dijual dalam dua benhak, yaitu bentuk utuh dan bentuk irisan-irisan tipis.

Jenis Bambu

Bambu banyak ditanam di daerah tropis Asia. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah sampai di tempat dengan ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut.

Tidak semua jenis bambu memiliki rebung yang enak dimakan. Beberapa jenis bambu memiliki rebung yang rasanya pahit Rebung yang biasa dibuat masakan, merupakan rebung pilihan.

Tidak semua rebung dapat diolah menjadi masakan. Bambu janis apus (ping apus dalam bahasa Jawa) merupakan salah satu janis bambu yang tidak dapat diolah menjadi masakan, karena rasanya pahit. Jenis rebung yang memiliki cita rasa enak adalah rebung kuning, rampal/suling, ori, dan ater.

Rebung dari bambu betung memiliki rasa paling enak. Rebung betung berwarna merah cokelat dan subang (ujung kelopak) pada ujung rebung berwarna ungu. Rebung dilindungi oleh kelopak-kelopak kuat yang berbulu halus.

Kaya Kalium

Senyawa utama didalam rebung mentah adalah air, yaitu sekitar 91 persen. Disamping itu, rebung mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin A, thiamin, riboflavin, vitamin C, serta mineral lain seperti kalsium, fosfor, besi, dan kalium. Bila dibandingkan dengan
sayuran lainnya, kandungan protein, lemak, dan karbohidrat pada rebung, tidak berbeda jauh.

Rebung mempunyai kandungan kalium cukup tinggi. Kadar kalium per 100 gram rebung adalah 533 mg. Makanan yang sarat kaTium, yaitu minimal 400 mg, dapat mengurangi risiko stroke.

Peran kalium mirip dengan natrium, yaitu bersama-sama dengan klorida, membantu menjaga tekanan osmotik dan keseimbangan asam basa. Kalium menjaga tekanan osmotik dalam cairan intraseluler, dan sebagian terikat dengan Protein.

Kalium juga membantu mengaktivasi reaksi enzim, seperti piruvat kinase yang dapat menghasilkan asam piruvat dalam proses metabolisme karbohidrat Gejala kekurangan kalium biasanya berupa pelunakan otot.

Kaya Serat

Kandungan serat pangan pada rebung juga cukup baik Kandungan serat pangan pada rebung adalah 2,56 persen, lebih tinggi dibandingkan jenis sayuran tropis lainnya, seperti kecambah kedelai (1,27 persen), pecay (1,58 persen), ketimun (0,61 persen), dan sawi (1,01 persen).

Serat pangan (dietary fiber) sempat cukup lama dabaikan sebagai faktor penting dalam gizi manusia karena tidak menghasilkan energi. Selain itu, kekurangan serat tidak menimbufkan gejala spesifik, seperti halnya yang terjadi pada kekurangan zat-zat gizi tertentu.

Akhir-akhir ini, melalui penelitian epidemiologis telah dibuktikan peran fisiologis serat pangan terhadap usus. Kurangnya konsumsi serat dapat menyebabkan timbulnya penyakit ala masyarakat Barat, seperti aterosklorosis (penyumbatan pembuluh darah), koroner, diabetes melitus (kencing manis), hiperkolesterolemia (kelebihan kolesterol), hipertensi, hiperlipidemia (kelebihan lemak), dan kanker kolon (usus besar).

Serat pangan adalah senyawa berbentuk karbohidrat kompleks yang banyak tedapat pada dinding sel tanaman pangan. Serat pangan tidak dapat dicerna dan diserap oleh saluran pencernaan manusia, tetapi memiliki fungsi yang sangat panting bagi pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan sebgai komponen penting dalam terapi gizi.

Rata-rata konsumsi serat pangan penduduk Indonesia adalah 10,5 gram per hari. Angka ini menunjukkan bahwa penduduk Indonesia baru memenuhi kebuhahan serat sekitar sepertiga dan kebutuhan ideal sebesar 30 gram setiap hari.

Jadi Acar, Asinan, Tepung, Cuka, & Keripik

Meskipun belum memiliki bukti ilmiah sebagian masyarakat percaya bahwa rebung mempunyai khasiat yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Pada pengobatan tradisional, rebung kuning diyakini dapat digunakan untuk mengobati penyakit sirosis hati. Rebung juga telah digunakan untuk mengobati penyakit batuk berdahak dan demam.

Rebung dapat dimakan sebagai sayuran tunggal atau digunakan sebagai bahan pencampur sayuran dalam masakan lainnya. Banyak masakan eksotik yang diolah dari rebung, seperti : lumpia semarang, oseng-oseng khas probolinggo, sayur ketupat bojonegoro, serta guiai santan. Rebung juga sering dibuat menjadi asinan maupun dibuat acar, yang sangat enak untuk dijadikan kudapan.

Saat ini rebung sudah dapat diolah untuk berbagai bahan makanan awetan. Dengan kemajuan teknologi, rebung telah dapat diolah menjadi tepung rebung yang memiliki kadar pati tinggi. Tepung jenis ini baik untuk dibuat bahan kue.

Rebung juga dapat diolah menjadi cuka, yang sangat baik untuk digunakan sebagai cuka makan. Produk olahan rebung lainnya yang memiliki prospek cerah adalah: keripik rebung yang rasa dan teksturnya tidak kalah dengan potato chip dan rebung beku sebagai bahan untuk sayuran.

http://www.smallcrab.com

Written by informasisehat

05/05/2009 at 8:07 am

Posted in serat makanan

Serat Alami Menjaga Tubuh Tetap Sehat

leave a comment »


Dibandingkan zat gizi lain, serat pada makanan sering kurang diperhitungkan. Makanan berserat dipandang sebelah mata dan dianggap hanya bermanfaat untuk mencegah konstipasi atau sembelit.

Namun, melalui masa penelitian yang panjang, akhirnya  para pakar kesehatan menemukan bahwa serat adalah unsur penting pada makanan

Apa manfaat serat yang lain?

Manfaat serat makanan

Serat makanan (dietary fiber), adalah unsur dari bagian tanaman pangan yang tidak dapat dicerna oleh sistem pencernaan manusia. Selain membantu mengenyangkan perut dan membuat program diet Anda menjadi lebih mudah, serat juga melindungi Anda dari penyakit jantung dan kanker. Tak hanya itu, serat juga ampuh untuk menjaga fungsi saluran pencernaan agar tetap normal, sehingga Anda terhindar dari sembelit.

Serat bahkan membantu mencegah kanker payudara, demikian menurut hasil beberapa penelitian. Di dalam salah satu penelitian di Australia, diketahui perempuan yang makan sekitar 30 gram serat setiap hari memiliki risiko kanker payudara separuh risiko perempuan yang makan sekitar 15 gram setiap hari.


Sumber serat

Jenis serat makanan di bagi dua:

  1. Serat tidak larut dalam air (insoluble fiber). Sumber  terbaiknya berasal dari gandum, biji-bijian (serealia), buah dan sayur yang dimakan dengan kulitnya serta kacang-kacangan.
  2. Serat larut dalam air (soluble fiber). Sumber terbaiknya adalah tepung beras, tepung gandum, buncis, kacang polong, beras, buah jeruk, apel dan stroberi

Perlu diketahui bahwa serat tidak ditemui pada produk makanan hewani, susu, telur dan hasil olahannya. Berapa jumlah yang disarankan?

Orang Asia membutuhkan 25-30 gram serat setiap hari. Jumlah tersebut dapat diperoleh dari berbagi makanan tinggi serat, bukan suplemen serat (dietary fiber supplement ) berbentuk serbuk minuman dengan harga relatif murah dan banyak beredar saat ini

Written by informasisehat

05/05/2009 at 8:05 am

Posted in serat makanan

Tagged with

Sehat dengan Diet Tinggi Serat

leave a comment »

Serat adalah salah satu bagian makanan yang terpenting yang dibutuhkan oleh tubuh. Umumnya, kita hanya mengkonsumsi kira-kira 10 gram serat per harinya. Sedangkan para ahli kesehatan, seperti ”Surgeon General” menganjurkan 35-40 gram serat per hari, sementara American Cancer Society and National Cancer Institute menyarankan 20-30 gram serat per hari.

Makanlah lebih banyak serat. Mungkin Anda sudah pernah mendengarnya sebelumnya. Tetapi, tahukah Anda betapa pentingnya serat bagi kesehatan? Serat memberikan banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Serat sudah umum dikenal dalam hal mencegah sembelit, tetapi mungkin banyak yang belum tahu ternyata serat juga bermanfaat dalam hal penurunan resiko terkena kencing manis dan penyakit jantung.

Apa itu diet serat?

Serat merupakan komponen bahan makanan yang tidak dapat dicerna dan diserap oleh tubuh. Tidak seperti komponen makanan yang lain (seperti lemak, protein atau karbohidrat yang dapat dicerna dan diserap oleh tubuh), serat tidak dicerna oleh tubuh. Oleh karena itu, serat lewat hampir tanpa perubahan melalui lambung, usus halus dan usus besar.

Serat digolongkan ke dalam dua kategori:
1.    Serat yang tidak larut air.
Serat ini tidak larut di dalam air dan dapat membantu memperlancar buang air besar. Serat tidak larut akan menyerap air, membuat feses berukuran lebih besar, lebih lunak sehingga akan menjadi mudah dikeluarkan. Serat tidak larut ini dapat membantu mencegah wasir. Tepung gandum, tepung terigu, dedak gandum, kacang-kacangan dan banyak sayur-mayur merupakan sumber  dari serat yang tidak larut air.

  1. Serat yang larut air.
    Serat jenis ini larut di dalam air untuk membentuk suatu material yang seperti ‘gel’. Serat ini akan mengikat lemak sehingga lemak tidak akan diserap oleh tubuh melainkan akan dikeluarkan dari tubuh bersama feses. Serat ini berperan menurunkan kadar kolesterol darah. Anda dapat menemukan jenis serat yang dapat larut di dalam gandum, kacang polong, kacang-kacangan, buah-buahan (apel, jeruk), wortel, dan psyllium.

Jumlah dari tiap jenis dari serat bervariasi di dalam setiap makanan. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih besar, perlu makan bervariasi dari makanan-makanan yang mengandung serat.

Manfaat-manfaat serat:

Suatu diet yang tinggi serat mempunyai banyak manfaat, yaitu:

  1. Mencegah sembelit.
    Diet kaya serat akan meningkatkan ukuran dan memperlunak konsistensi dari feses. Feses yang besar ukurannya akan lebih mudah dikeluarkan, mengurangi kemungkinan sembelit. Jika Anda diare atau kotoran Anda encer/berair, serat akan  membantu mengeraskan kotoran karena serat menyerap air.
  2. Menurunkan resiko terhadap gangguan  pencernaan.
    Suatu diet yang tinggi serat  akan menurunkan resiko dari gangguan pencernaan seperti, wasir, irritable bowel syndrome (IBS) dan  diverticular disease (terdapatnya kantong-kantong kecil di dalam usus besar). Konsistensi feses yang lunak akan membantu mengurangi kerja gerakan otot rectal dan mengurangi tekanan pada rectum sehingga wasir dapat dicegah.
  3. Menurunkan kadar kolesterol.
    Serat yang dapat larut yang ditemukan di dalam kacang-kacang, gandum, dan dedak gandum akan membantu menurunkan kadar kolesterol. Serat dapat mengikat kolesterol dan asam empedu dan membawanya keluar dari tubuh bersama-sama dengan feses sehingga konsentrasi lemak dalam darah menurun dan kemungkinan resiko sakit jantung juga akan menurun
  4. Mengendalikan gula darah
    Serat, terutama sekali serat yang dapat larut, dapat memperlambat penyerapan gula, yang untuk orang-orang dengan kencing manis, dapat membantu mengontrol kadar gula darahnya. Suatu diet yang tinggi serat boleh jadi mengurangi resiko terkena kencing manis type II.
  5. Mengontrol berat badan/membantu diet
    Mengkonsumsi makanan tinggi serat dan mengurangi konsumsi lemak dan gula yang berlebih dapat membantu menurunkan berat badan. Hal ini dapat dibuktikan, karena makanan tinggi serat menghasilkan energi kurang dari lemak dan gula /karbohidrat. Selain itu, serat menimbulkan perasaan kenyang sehingga konsumsi makanan dapat dikurangi.
  6. Mencegah kanker kolon
    Serat dapat mempercepat lewatnya makanan di dalam saluran pencernaan sehingga memperpendek waktu transit dam mencegah paparan bahan penyebab kanker pada jaringan pencernaan.

http://fengshuisehatbugar.wordpress.com

Written by informasisehat

05/05/2009 at 8:00 am

Posted in serat makanan

Tagged with ,

Serat, Gizi yang Terlupakan

leave a comment »

DEWASA ini pola makan modern sering dihubungkan dengan tingginya kolesterol yang berasal dari pangan hewani. Kolesterol adalah pemicu munculnya penyakit degeneratif seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Salah satu upaya untuk menekan tingginya kolesterol darah adalah dengan meningkatkan konsumsi serat larut-yang tidak dapat dicerna, namun larut dalam air panas.

Di dalam saluran pencernaan serat larut ini akan mengikat asam empedu (produk akhir kolesterol) dan kemudian dikeluarkan bersama tinja.Dengan demikian, semakin tinggi konsumsi serat larut akan semakin banyak asam empedu dan lemak yang dikeluarkan oleh tubuh.
Konsumsi serat makanan, khususnya serat tak larut (tak dapat dicerna dan tidak larut dalam air panas) menghasilkan kotoran yang lembek. Dalam hal ini diperlukan kontraksi otot yang rendah untuk mengeluarkan feses dengan lancar. Kekurangan serat akan menyebabkan tinja menjadi keras dan diperlukan kontraksi otot yang besar untuk mengeluarkannya, hal ini sering kali menyebabkan konstipasi atau keadaan sulit buang air besar. Bila hal itu berlangsung terus-menerus maka otot menjadi lelah dan lemah sehingga muncul penyakit diverticulosis. Penyakit ini dicirikan oleh penonjolan bagian luar usus berbentuk bisul dan disertai peradangan atau infeksi.


Di samping sisi baiknya, serat juga mempunyai beberapa hal yang bersifat negatip. Serat menjadi penyebab ketidaktersediaan beberapa zat gizi. Sebagai contoh vitamin D mungkin terganggu penyerapannya karena kehadiran serat. Dalam hal ini serat berpengaruh terhadap pengikatan asam empedu, yang berperan besar dalam pencernaan dan penyerapan lemak. Kalau lemak terhambat penyerapannya maka vitamin larut lemak (vitamin D) juga akan terhambat penyerapannya.


Enzim protease yang berperan dalam pencernaan protein bisa terganggu karena kehadiran serat. Penurunan aktivitas enzim tersebut diduga disebabkan oleh pengikatan atau interaksi dengan serat makanan. Pada intinya gizi yang kita konsumsi mempunyai nilai plus-minus. Di satu sisi ada peran positif dan di sisi lain ada fungsi negatif yang tak terelakkan. Konsumsi gizi seimbang niscaya akan mendatangkan manfaat positip lebih banyak bagi tubuh kita.


Sayuran dan buah-buahan adalah sumber serat makanan yang paling mudah dijumpai dalam menu masyarakat. Sayuran bisa dikonsumsi dalam bentuk mentah atau telah diproses melalui perebusan. Hasil penelitian seorang mahasiswa IPB (Titi Rahayu, 1990) menunjukkan bahwa serat makanan dalam sayuran yang dimasak justru meningkat dibandingkan sayuran mentah.


Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa sayuran yang direbus dengan air menghasilkan kadar serat makanan paling tinggi (6,40%), disusul sayuran kukus (6,24%), sayuran masak santan (5,98%), dan sayuran mentah (5,97%). Proses pemasakan akan menghilangkan beberapa zat gizi sehingga berat sayuran menjadi lebih kecil berdasarkan berat keringnya. Proses pemasakan juga menyebabkan terjadinya reaksi pencoklatan yang dalam analisis gizi terhitung sebagai serat makanan. Alasan-alasan inilah yang menyebabkan sayuran yang telah dimasak mempunyai kandungan serat makanan lebih tinggi.


Di negara maju seperti AS oat bran (mirip dedak bekatul) telah cukup dikenal sebagai makanan penurun kolesterol. Di dalam buku The 8-Week Cholesterol Cure karangan Robert E. Kowalski diuraikan tentang berbagai penelitian terkait dengan pemanfaatan oat bran. Salah satu studi mengindikasikan bahwa konsumsi oat bran 50 gram sehari akan menurunkan kolesterol total sebesar 19% dan kolesterol LDL 23%. Rahasia oat bran sebagai penurun kolesterol terletak pada kandungan serat larutnya yang sangat tinggi yaitu mencapai 14,0%. Tabel 1 menunjukkan kandungan serat tak larut dan serat larut beberapa jenis pangan.


Dedak padi adalah limbah dari penggilingan padi yang umumnya hanya digunakan sebagai pakan ternak. Di dalam dedak padi yang telah distabilisasi ditemukan sekitar 33,0 %-40,0 % serat makanan. Produk-produk beras dan turunannya diketahui mempunyai sifat tidak mendatangkan alergi, mudah dicerna, bebas gluten, dan kaya karbohidrat kompleks. Keunggulan-keunggulan tersebut menjadikan dedak sebagai salah satu produk ikutan beras sangat berguna pangan alternatif manusia. Industri roti dan kue bisa memanfaatkan dedak sebagai substitusi tepung terigu sehingga bisa menghasilkan produk roti/kue yang sehat karena kaya serat.


Industri yang bergerak dalam bidang pangan kesehatan (health foods) saat ini banyak menawarkan berbagai jenis makanan/minuman yang kaya gizi tertentu, termasuk minuman kaya serat. Pola makan modern yang kurang seimbang akan semakin menyuburkan kehadiran health foods sebagai suplemen alternatif.

Jenis Makanan Kandungan Serat dalam Gram
Kacang Kedelai

Kacang Tanah

Kacang Hijau

Jagung

Kedelai Bubuk

Kecap Kental

Tahu

Susu Kedelai

Taoge

Tempe

Sumber : IPB

4,9

2

4,1

2,9

2,5

0,6

0,1

0,1

0,7

0


(Dr Ir Ali Khomsan, Dosen Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga IPB)

Written by informasisehat

05/05/2009 at 7:57 am

Posted in serat makanan

Tagged with ,

Kegemukan Akibat Kurang Serat

leave a comment »

Penyakit-penyakit yang terkait dengan kekurangan serat pangan adalah obesitas, hipertensi, hiperlipidemia, aterosklerosis, kencing manis, batu empedu, penyakit divertikulosis, wasir, hiatal hernia, kanker usus besar, sakit gigi, dan lain-lain.

Sekitar dua per tiga kasus hipertensi disebabkan oleh obesitas atau kegemukan.

Dietary Guidelines for American menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung pati dan serat dalam jumlah tepat (20-35 gram/hari). Tujuannya untuk menghindari kelebihan lemak, lemak jenuh dan kolesterol, gula dan natrium, serta membantu mengontrol berat badan.

Hasil penelitian Puslitbang Gizi Bogor menunjukkan bahwa konsumsi serat rata-rata penduduk Indonesia adalah sekitar 10-15 gram per hari. Angka konsumsi tersebut tentu saja masih sangat jauh dari angka kecukupan yang dianjurkan.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, obesitas erat kaitannya dengan timbulnya hipertensi. Gejala obesitas banyak dialami oleh penduduk di negara-negara maju. Hal ini terjadi berkaitan erat dengan meningkatnya kepadatan energi dari makanan sehari-hari.

Peningkatan kadar serat di dalam diet dapat menurunkan penyerapan energi secara nyata. Serat juga mampu memberikan perasaan kenyang lebih lama, sehingga keinginan untuk mengasup makanan lain (termasuk sumber energi) akan berkurang. Penambahan serat pangan sebanyak 40 gram per hari dapat menyebabkan kehilangan energi sekitar 100 kkal/hari.

Tiga Alasan Serat

Ada beberapa alasan mengapa serat pangan dapat mencegah obesitas, yaitu:

  1. Pangan tanpa serat mengandung energi jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang mengandung serat.
  2. Serat meningkatkan intensitas pengunyahan, memperlambat proses makan, dan menghambat laju pencernaan makanan.
  3. Diet kaya serat dapat meningkatkan ekskresi lemak dan nitrogenmelalui tinja atau feses.
  4. Pangan yang mengandung serat akan memberikan rasa kenyanglebih lama dibandingkan dengan tanpa serat.

Vegetarian dengan diet kaya serat pangan umumnya mempunyai tekanan darah yang lebih rendah daripada mereka yang bukan. Telah dibuktikan bahwa pergantian makanan dari diet rendah serat ke tinggi serat akan menurunkan tekanan darah pada orang sehat, yang biasanya diikuti dengan penurunan berat badan.

Penelitian di Swedia baru-baru ini menunjukkan, serat gum guar dapat menurunkan tekanan darah tinggi tanpa diikuti penurunan berat badan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gum guar dapat dipakai sebagai alternatif pengganti obat yang selama ini digunakan untuk menurunkan tekanan darah.

Sumber serat pangan yang baik adalah sayuran, buah-buahan, serealia, dan kacang-kacangan. Kandungan serat pangan pada berbagai jenis sayuran tropis adalah bayam 3,28 persen, rebung (2,56), kecambah kedelai (1,27), brokoli (2,63), pecay (1,58), ketimun (0,61), sawi (1,01), daun kelor (4,53), daun talas (2,58), biji kecipir (2,94), kacang panjang (3,34), dan paria (2,59).

Kandungan serat pangan berbagai buah-buahan tropis adalah nanas segar 1,46 persen, lemon (2,06), orange (1,08), pisang (1,63), pepaya (0,91), dan mangga (1,06). Kacang-kacangan yang banyak mengandung serat adalah kacang tolo 4,5 persen, hijau (4,3), merah (3,8), kedelai (1,9), tanah (1,4), dan kacang-kacangan lain beserta hasil olahannya, seperti tempe dan oncom. @

http://www.depkes.go.id/

Written by informasisehat

05/05/2009 at 7:54 am

Posted in serat makanan

Tagged with ,

Tentang Serat Makanan ..!

leave a comment »

Gizi.net – Tentang Serat Makanan ..!

Beberapa dekade yang lalu, orang menggunakan istilah bulk atau roughage (bagian yang kasar) untuk menunjuk kepada komponen pangan yang sekarang dikenal sebagai serat makanan.

Serat makanan (diatery fiber) adalah komponen dalam tanaman yang tidak tercerna secara enzimatik menjadi bagian-bagian yang dapat diserap di saluran pencernaan. Serat secara alami terdapat dalam tanaman. Serat terdiri atas berbagai substansi yang kebanyakan di antaranya adalah karbohidrat kompleks.

Serat makanan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu serat larut (soluble fiber) dan serat tidak larut (insoluble fiber). Umumnya, tanaman mengandung kedua-duanya dengan serat tidak larut pada porsi yang lebih banyak. Serat larut-serat yang larut di dalam air-antara lain terdiri atas pektin, getah tanaman, dan beberapa hemiselulosa. Contoh serat tidak larut adalah lignin dan selulosa.

Awalnya, serat hanya diketahui bermanfaat untuk mencegah konstipasi. Pada awal tahun 1970-an, beberapa ilmuwan menyatakan bahwa serat memiliki manfaat lain untuk kesehatan.

Salah seorang penggagas utama pendapat tersebut adalah dr Denis Burkit, seorang dokter berkebangsaan Inggris, yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengobati dan melakukan penelitian medik di Afrika. Burkit dan koleganya mengamati bahwa sejumlah penyakit-termasuk penyakit jantung koroner, diabetes, appendicitis, homerrhoid, konstipasi kronik, dan kanker kolon-adalah lazim ditemukan di negara-negara maju tetapi jarang di Afrika.

Burkit dan kawan-kawan menduga bahwa kandungan serat yang tinggi pada makanan tradisional masyarakat Afrika melindungi mereka dari penyakit tersebut. Dalam pandangan Burkit, kandungan serat yang rendah pada makanan masyarakat di negara maju berperan dalam timbulnya beragam penyakit.

Hipotesis serat makanan yang diajukan oleh Burkit dan kawan-kawan masih mendapat perhatian besar para ahli dewasa ini. Berbagai penelitian mengenai serat makanan makin memberi petunjuk bahwa hubungan antara serat makanan dan kesehatan tidak sesederhana yang diperkirakan oleh Burkit.

Salah satu kesulitan membuka tabir misteri pengaruh serat pada kesehatan adalah fakta bahwa serat merupakan campuran substansi yang kompleks.

Di dalam tubuh, serat yang berbeda memiliki efek yang berbeda pula. Juga, serat dikonsumsi tidak sendirian. Pangan yang kaya serat juga mengandung komponen lain yang juga berperan dalam pencegahan penyakit.

Beberapa manfaat dari pangan yang kaya serat justru berasal dari vitamin, mineral, dan komponen aktif lain yang dikandungnya, bukan dari seratnya. Selain itu, efek kesehatan berkaitan dengan pangan berserat tinggi terjadi karena penggantian makanan yang kurang menyehatkan menjadi lebih menyehatkan dan mengganti makanan berlemak dan berkalori tinggi menjadi makanan berlemak dan berkalori rendah-yang umumnya mengandung serat yang tinggi.

Serat dan konstipasi
Salah satu bukti paling jelas manfaat serat adalah pada penanganan konstipasi (sembelit).

Serat mencegah dan mengurangi konstipasi karena ia menyerap air ketika melewati saluran pencernaan sehingga meningkatkan ukuran feses. Akan tetapi jika asupan air rendah, serat justru akan memperparah konstipasi atau bahkan dapat menyebabkan gangguan pada usus besar. Tambahan dua gelas air-dari kebutuhan enam gelas air per hari-diperlukan untuk mengimbangi peningkatan konsumsi serat.

Telah lama diduga bahwa asupan serat yang tinggi dapat mengurangi risiko kanker kolon. Beberapa mekanisme efek pelindungannya telah diketahui.

Pertama, serat meningkatkan ukuran feses dan menyelubungi komponen penyebab kanker di dalam feses.

Kedua, serat mempersingkat waktu lewatnya sisa pencernaan pada saluran pencernaan sehingga mengurangi paparan dinding usus terhadap karsinogen. Akhirnya, fermentasi serat terlarut oleh bakteri menghasilkan komponen yang protektif terhadap kanker kolon.

Walaupun penelitian epidemologik telah menunjukkan hubungan antara asupan serat dan penurunan risiko kanker kolon, para ahli belum dapat memastikan bahwa penurunan risiko tersebut hanya disebabkan oleh serat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa efek sayuran lebih kuat daripada efek serat pada penurunan risiko kanker kolon.

Apakah serat dalam sayuran, buah, dan biji- bijian bertanggung jawab pada efek pelindungan terhadap kanker kolon? Belum jelas! Oleh karena itu, penggunaan suplemen serat makanan yang dimurnikan untuk mencegah kanker kolon tidak dianjurkan. Makanan seimbang-terdiri atas sayur, buah, dan biji-bijian-adalah lebih baik daripada suplemen serat murni.

Pengaruh serat pada kadar kolesterol darah masih mengundang perdebatan dan membingungkan. Beberapa jenis serat dapat menurunkan kadar kolesterol darah, sementara serat yang lain tidak.

Berbagai penelitian-sampai dengan pertengahan tahun 1990-an-menyimpulkan bahwa efek serat pada penurunan kolesterol darah adalah sedang (modest). Salah satu hal yang memunculkan peran pangan yang berserat tinggi pada penurunan kolesterol darah adalah kenyataan bahwa pangan yang berserat tinggi adalah pangan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol pada kadar yang rendah.

Jantung koroner
Beberapa penelitian pada manusia telah menemukan hubungan berbalikan antara asupan serat dan risiko penyakit jantung koroner (PJK).
Beberapa peneliti menduga bahwa serat mencegah PJK melalui perannya dalam mencegah kegemukan, penggumpalan darah, dan aterosklerosis. Peneliti lain masih meragukan bahwa serat per se bukan faktor pelindung yang sebenarnya. Mereka beranggapan bahwa mengonsumsi makanan berserat tinggi merupakan ciri dari gaya hidup dan pola makan sehat yang berperan pada menurunnya risiko PJK.

Oleh karena kaitan antara asupan serat yang tinggi dan penurunan risiko PJK belum dapat dipastikan diakibatkan hanya oleh serat tertentu, para ahli menganjurkan-walaupun serat dapat membantu-agar orang jangan menekankan pada asupan serat untuk meminimalkan risiko PJK. Berbagai penelitian (sampai dengan tahun 2002) telah menunjukkan bahwa serat dapat memperbaiki respons glukosa darah dan insulin indeks.

Serat kasar (viscous fiber) menghambat lewatnya glukosa melalui dinding saluran pencernaan menuju pembuluh darah. Para ahli percaya bahwa perbaikan yang berarti pada pengendalian kadar gula darah hanya dapat dicapai dengan pemberian secara hati-hati suplemen serat dosis tinggi, hal ini tidak dapat dicapai dengan mengonsumsi makanan berserat tinggi.

Atas dasar temuan baru ini, American Diabetes Association memperbarui rekomendasi kecukupan serat per hari bagi penderita diabetes. Pada rekomendasi yang baru, kecukupan serat pada penderita diabetes turun dari 40 gram menjadi 20-35 gram per hari (tidak berbeda dengan kecukupan untuk orang yang bukan penderita diabetes).

Fakta ilmiah mendukung bahwa pangan yang berserat tinggi memiliki efek yang lebih menguntungkan daripada serat per se dalam pencegahan dan penanganan penyakit kronik. Walaupun beberapa jenis suplemen serat dapat berperan dalam penanganan penyakit tertentu (konstipasi kronik dan diabetes), para ahli lebih menganjurkan untuk mengonsumsi pangan sumber serat dan seimbang daripada mengonsumsi suplemen serat.

(Albiner Siagian Pengajar pada Bagian Gizi FKM Universitas Sumatera Utara)

Sumber: http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/0306/12/100654.htm

Written by informasisehat

05/05/2009 at 7:51 am

Posted in serat makanan

Tagged with ,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.