HIDUP SEHAT

hidup sehat adalah pilihan

Orang Sibuk Perlu Suplemen Antioksidan

leave a comment »

Oleh : DR.Ir. Made Astawan, Dosen di Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, IPB

Dampak modernisasi tidak saja terlihat dari kemajuan yang dicapai dunia saat ini, tetapi juga dari berbagai penyakit yang timbul sebagai efek sampingnya. Maka diperlukan suplemen antioksidan.

Ber-lubangnya lapisan ozon menyebabkan radiasi ultra violet dari matahari menembus atmosfir bumi. Akibatnya polusi dari industri yang tak terkendali, pemakaian pestisida, obat-obatan, dan lain-lain menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit di zaman modern ini.

Berbagai penyakit, seperti kanker kulit, diabetes mellitus, gagal ginjal, penyakit kardiovaskuler, katarak, serta penuaan dini, telah diketahui erat kaitannya dengan radikal bebas.

Penuaan dini pun sangat dicemaskan oleh berbagai kalangan. Karena itu tidak aneh jika belakangan ini antioksidan banyak dipakai sebagai ’obat’ awet muda, dengan mempertahankan keremajaan kulit.

Ada pendapat yang menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi antioksidan, maka proses penuaan dapat dihambat walaupun umur tidak dapat diperpanjang. Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa antioksidan mempunyai khasiat mencegah timbulnya berbagai penyakit.

Antioksidan adalah senyawa yang dapat melindungi suatu zat tertentu (khususnya yang berlemak) dari serangan oksidasi (termasuk serangan oleh radikal bebas).
Dalam industri makanan, antioksidan telah digunakan sejak tahun 1947 untuk mel-indungi makanan agar terhindar dari terbentuknya rasa dan bau yang tidak dikehendaki (terutama pada makanan yang berlemak), mencegah pemucatan warna akibat teroksidasinya pigmen, serta mempertahankan mutu dan nilai gizi produk.

Mengingat sifat antioksidan yang sangat ampuh untuk mencegah terjadinya proses oksidasi, maka pemakaian antioksi dan belakangan ini semakin berkembang ke arah pengobatan dan penyembuhan berbagai penyakit, termasuk penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas.

Sumber alami
Antioksidan alami bisa bersumber dari zat non-gizi mau-pun zat gizi. Zat non-gizi yang telah dikenal berperan sebagai antioksidan, adalah senyawa polifenol (flavonoid, flavon, flavonol) dan tanin (asam galat, asam elagat).

Senyawa-senya-wa tersebut banyak dijumpai pada sayuran, buah-buahan, tempe, teh hijau, bawang putih, bumbu dan rempah-rempah. Sedangkan zat gizi yang berperan sebagai antioksidan alami adalah vita-min A, E, dan C, riboflavin, karotenoid, seng, mangan, temba-ga dan selenium.

Oleh karena tubuh kita tidak mampu men-sintesis vitamin C, maka kita harus mendapatkannya dari makanan sehari-hari atau dari suplemen vitamin. Vitamin C merupakan antioksidan larut air yang banyak berperan di dalam plasma dan dalam sel. Suplementasi vitamin C juga sering dilakukan untuk mencegah infeksi, keracunan akibat rokok dan alkohol, serta untuk mencegah kanker.

Seperti halnya vitamin C, tubuh manusia juga tidak mam-pu mensintesis vitamin E, sehingga kebutuhan harian harus dipenuhi dari makanan. Vitamin E merupakan antioksidan yang sangat kuat untuk melumpuhkan daya rusak radikal bebas.
Peranan utama vitamin E di dalam tubuh adalah melindungi asam lemak tak jenuh jamak yang terdapat di dalam membran sel, terhadap oksidasi radikal bebas.

Mengingat struk-turnya yang banyak mengandung ikatan rangkap, lemak tak jenuh jamak sangat mudah teroksidasi oleh radikal bebas. Apabila status vitamin E di dalam tubuh kita rendah, maka kerusakan sel akan dengan cepat terjadi, sehingga orang dengan mudah menja-di tua atau menderita berbagai penyakit degeneratif.

Karotenoid (provitamin A) yang belakangan ini banyak digunakan dalam farmasi dan sebagai pewarna makanan alami, juga berperan sebagai antioksidan. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa beta-karoten dapat mencegah kanker. Sebaliknya, penelitian lain menunjukkan bahwa beta-karoten justru menstimulir kanker paru-paru pada perokok.

Oleh karena itu, sebaiknya, kebiasaan merokok dihentikan, karena dapat mengabaikan peranan penting dari beta-karoten. Walaupun aktivitas antioksidan vitamin A tidak sebaik pada beta-karoten, tetapi peranannya cukup penting bagi kesehatan.

Beberapa mineral (seng, tembaga dan selenium) telah terbukti mempunyai peranan sebagai antioksidan atau meningkatkan aktivitas antioksidan suatu zat tertentu. Oleh karena itu mengkonsumsi bahan-bahan pangan sumber mineral tersebut sangat penting dalam pola makan sehari-hari.

Para peneliti dari Universitas Arizona, Tuscon, menemukan bahwa tambahan selenium sebanyak 200 mikrogram setiap hari terbukti mampu mengurangi risiko terkena kanker paru, kanker usus besar dan kanker prostat, sampai 37 persen. Penelitian yang sama juga menunjukkan, laju kematian akibat tiga jenis kanker tersebut menurun hingga 50 persen.

Antioksidan dalam tubuh
Meluasnya gejala dampak negatif dari radikal bebas, dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, merupakan fenomena yang telah dimanfaatkan dengan baik oleh para produsen obat.

Akhir-akhir ini gencar dipromosikan ber-bagai suplemen makanan yang mengandung vitamin dan mineral untuk menghentikan reaksi berantai radikal bebas. Suplemen antioksidan ini sekarang dengan mudah kita jumpai di apotek atau toko-toko obat, dengan berbagai bentuk, merk, kemasan dan harga.  Bagaimana kita sebagai konsumen menyikapi hal ini?

Setiap organisme mempunyai sistem pertahanan secara alami untuk menjinakkan radikal bebas. Di dalam tubuh, ter-bentuknya radikal bebas yang bersifat sebagai prooksidan (pe-macu oksidasi) selalu diimbangi dengan terbentuknya antioksi-dan (penangkal oksidasi).

Untuk melawan daya oksidatif radi-kal bebas yang merusak sistem biologis, sel-sel tubuh kita telah dibekali dengan sejumlah molekul antioksidan, seperti: glutation, vitamin C, vitamin E, karotenoid, selenium, dan lain-lain.

Di dalam tubuh setiap organisme juga terdapat se-jumlah enzim yang bertindak sebagai penangkal radikal bebas, yaitu: superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase.

Dalam keadaan sehat, jumlah antioksidan di dalam tubuh dapat mengimbangi radikal bebas. Dalam keadaan tertentu ke-seimbangan tersebut dapat terganggu. Keadaan inilah yang disebut dengan stres oksidatif. Keadaan stres oksidatif ini mendasari terjadinya berbagai penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas, seperti penyakit jantung koroner, berbagai kanker dan penyakit degeneratif lainnya.

Suplemen antioksidan
Antioksidan komersial yang banyak diperjualbelikan saat ini, umumnya merupakan kombinasi dari beberapa vitamin dan mineral, yaitu vitamin A dan beta-karoten (prekursor vitamin A), vitamin C (asam askorbat), vitamin E (tokoferol), vitamin B2, vitamin B6, glutation, selenium, seng dan tembaga.

Zat-zat tersebut telah terbukti secara ilmiah bersifat sebagai antioksidan. Walaupun zat-zat tersebut merupakan zat sintetis, tetapi fungsinya hampir sama dengan zat sejenis yang di-peroleh secara alami dari makanan sehari-hari.

Dengan demikian, perlukah kita mengkonsumsi suplemen antioksidan ?  Jawaban atas pertanyaan ini, saangat tergantung kepada keadaan kita masing-masing.
Apabila yakin bahwa dalam keseharian kita telah menerapkan pola menu seimbang dan pola hidup sehat (aktivitas fisik dan istirahat yang cukup dan teratur), maka secara alami tubuh telah cukup mendapatkan antioksidan dari makanan yang kita makan. Sehingga tidak perlu mengkonsumsi suplemen antioksidan.

Konsumsi suplemen antioksidan dalam keadaan seperti ini, hanya merupakan tinda-kan pemborosan.  Selain tubuh tidak membutuhkannya, juga harganya cukup mahal. Patut diteladani apa yang telah dilakukan oleh bapak kedokteran dunia, Hipocrates. Dalam metode penyembuhan berbagai penyakit, ia selalu mengutamakan pen-goptimalan makanan lebih dahulu, baru kemudian dengan obat-obatan.

Dalam keadaan tertentu, seperti: meningkatnya usia, sakit, stres, bekerja keras yang melebihi takaran biasanya, bepergian jauh, berolahraga berat, atau kegiatan yang sangat menguras tenaga fisik dan mental, perokok berat atau pada peminum alkohol, serta yang makanannya banyak mengandung lemak, maka keseimbangan di dalam tubuh dapat saja terganggu.

Dalam kondisi seperti ini, kesehatan akan menjadi lemah. Konsumsi harian makanan kita, bisa saja tidak mencukupi kebutuhan gizi yang meningkat, sehingga diperlukan suplemen.

Pada orang yang telah lanjut usia (lansia), selera makan ser-ing sekali menurun dan efisiensi penyerapan zat-zat gizi dari makanan juga sangat menurun. Apabila kondisi ini dibiarkan, akan menjurus kepada terjadinya defisiensi beberapa zat gizi. Oleh karena itu, kelompok lansia sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi suplemen antioksidan.

Begitu juga pada orang yang sedang hamil dan menyusui, yang mengalami gangguan selera makan. Suplemen antioksidan bisa ditambahkan dalam menu harian untuk mengimbangi kebutuhan zat gizi yang kian meningkat.

Beberapa orang tertentu yang hidup dalam lingkungan yang tidak sehat dan tercemar oleh berbagai polusi, seperti: polusi industri, knalpot kendaraan bermotor, asap rokok, udara dari AC yang tidak terawat, pestisida, atau banyak terpapar radiasi ultra violet dari matahari, mungkin sekali perlu tambahan suplemen antioksidan. Semua sumber polusi tersebut menyebabkan timbulnya radikal bebas, yang apabila tidak diatasi akan mencetuskan berbagai penyakit kanker.

Perlu takaran yang tepat
Walaupun kadang-kadang kita membutuhkan suplemen antioksidan, konsumsinya harus dilakukan dengan dosis yang tepat. Rasa takut yang berlebihan terhadap dampak negatif radikal bebas, dan keinginan yang menggebu untuk segera memperoleh manfaat yang diinginkan, sering mendorong seseorang untuk mengkonsumsi suplemen secara berlebihan. Apa pun yang dikon-sumsi tubuh dalam takaran yang berlebihan, bisa berdampak negatif bagi kesehatan.

Anjuran konsumsi vitamin C adalah 60 miligram per hari untuk orang dewasa.  Untuk perokok dianjurkan meningkatkan konsum-sinya hingga mencapai 100 miligram per hari.  Untuk wanita hamil dan menyusui dianjurkan mengkonsumsi vitamin C, masing-masing 10 miligram dan 35 miligram lebih banyak dari kebutuhan normalnya per hari.

Vitamin C bersifat larut di dalam air, maka kelebihan konsumsi vitamin ini akan segera dibuang melalui urin. Konsumsi berlebih sebaiknya dihindari, karena selain memboroskan uang (biasanya diperoleh dari suplemen vitamin) juga dapat berdampak negatif bagi tubuh.

Konsumsi vitamin C lebih dari 1000 miligram per hari akan menimbulkan diare, serta me-nurunkan kemampuan tubuh untuk menggunakan zat gizi lain (seperti tembaga dan vitamin B12). Bahkan kelebihan vitamin C secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal dan sakit perut. Konsumsi vitamin E yang dianjurkan untuk hidup sehat, adalah sekitar 10 miligram per hari. Vitamin E merupakan antioksidan larut lemak, yang terdapat pada membran sel.

Kebutuhan vitamin E bervariasi, sesuai dengan kualitas asam lemak yang dikonsumsi. Pada orang yang banyak mengkonsumsi asam lemak omega-3 (seperti minyak ikan atau skualen), perlu tambahan konsumsi vitamin E yang cukup.

Konsumsi omega-3 berlebih, tanpa diimbangi dengan konsumsi antioksidan, akan menyebabkan terbentuknya radikal bebas. Hal ini terjadi karena asam lemak omega-3 mengandung banyak asam lemak tidak jenuh yang sangat mudah teroksidasi.

Selenium merupakan mineral trace element yang sangat besar peranannya sebagai antioksidan. Jumlah yang direkomendasikan untuk dikonsumsi adalah 70 mikrogram per hari untuk laki-laki dan 55 mikrogram untuk wanita. Konsumsi selenium lebih dari 350 mikrogram bisa mematikan dan menyebabkan kebotakan, kelelahan, dan rontoknya gigi maupun kuku.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa antioksidan sangat dibutuhkan untuk menangkal serangan radikal bebas. Antioksidan dapat diperoleh secara alami dari makanan sehari-hari atau dari suplemen. Walaupun demikian antioksidan tidak perlu dikonsumsi dalam jumlah berlebih, karena dapat menimbulkan efek negatif. @

http://64.203.71.11/ver1/Kesehatan/0712/28/111820.htm

Advertisements

Written by informasisehat

07/05/2009 at 12:12 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: