HIDUP SEHAT

hidup sehat adalah pilihan

Penyakit Bisa Bersumber dari Kantor

with one comment

Jakarta – Dalam kehidupan sehari-hari, sulit bagi kita untuk menghindari bahaya radikal bebas. Radikal bebas dapat bersumber dari dalam tubuh, seperti proses alami respirasi dan fungsi metabolisme yang buruk dalam tubuh manusia. Meskipun demikian, radikal bebas lebih banyak bersumber dari lingkungan seperti polusi dari kendaraan bermotor, industri, asap rokok, mesin fotokopi, AC, serta makanan tidak sehat.

“Risiko menderita gangguan Sick Building Syndrome (SBS) terkait erat dengan faktor lingkungan yang menjadi media pencemar fisik, kimia dan biologis dan radiasi yang terjadi karena kontak yang cukup lama. Terutama di tempat kerja, faktor risiko lingkungan tersebut akan kontak dengan sesama karyawan paling tidak delapan jam sehari, sehingga peluang risiko untuk terpajan dan mengalami SBS akan semakin besar,” tutur Dr Budi Haryanto, PhD, Msc, anggota staf Ikatan Ahli Kesehatan
Masyarakat Indonesia/Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (IAKMI/FKM-UI), saat memberikan penjelasan seputar SBS di Jakarta, Rabu (18/2).

SBS adalah situasi di mana penghuni gedung (bangunan) mengeluhkan masalah kesehatan dan kenyamanan yang akut, dan timbul berkaitan dengan waktu yang dihabiskan dalam suatu bangunan, namun gejalanya tidak spesifik dan penyebabnya tidak dapat diidentifikasi.
Untuk itu, IAKMI/FKM-UI melakukan penelitian terhadap 350 karyawan dari 18 perusahaan di wilayah DKI Jakarta selama Juli-Desember 2008. Secara acak dipilih sebelas perusahaan yang respondennya diberikan suplemen antioksidan untuk dikonsumsi setiap hari selama tiga bulan, sedangkan tujuh perusahaan lainnya tidak diberikan suplemen antioksidan.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, 50 persen orang yang bekerja di dalam gedung perkantoran mengalami SBS, di mana perbedaan frekuensi kejadian gejala atau keluhan yang terjadi antara responden yang mengonsumsi suplemen antioksidan setiap hari selama tiga bulan dengan responden tanpa suplemen antioksidan adalah sebesar 49 persen untuk penderita sakit kepala, 45 persen mata perih, 27 persen radang tenggorokan, serta 41 persen mengalami lelah/pegal pada tubuh.

Sementara itu berdasarkan riset yang dilakukan Institut Nasional Kesehatan dan Keselamatan Kerja Amerika Serikat tahun 1997, sebanyak 52 persen penyakit pernapasan yang terkait dengan SBS bersumber dari kurangnya ventilasi di dalam gedung serta kinerja penyejuk udara (AC) yang buruk. Selain itu, ada sumber radikal bebas lain seperti mesin fotokopi, printer, mesin faksimile, pengharum ruangan, larutan pembersih, atau bahan kain pelapis dinding.

“Akumulasi radikal bebas tersebut tanpa kita sadari dapat menimbulkan berbagai penyakit. Radikal bebas ini dapat menyebabkan penyakit jangka panjang dan jangka pendek. Jangka panjang berupa penyakit kronis seperti kanker, jantung koroner. Sementara pada jangka pendek menyebabkan kerusakan sel-sel daya tahan tubuh sehingga tubuh mudah terserang penyakit,” ungkap dr Handy Purnomo, Medikal Marketing Manager Bayer Healthcare Consumer Care.

Asupan makanan dengan kandungan gizi harian terkait dengan antioksidan pada rata-rata orang dewasa di Indonesia adalah 62 persen untuk vitamin C dan hanya 35,5 persen untuk Vitamin E (angka kecukupan gizi, Widya Karya Pangan dan Gizi tahun 2004). Hal ini menunjukkan rendahnya konsumsi makanan harian yang mengandung unsur-unsur antioksidan bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. (heru guntoro)

http://www.sinarharapan.co.id

Written by informasisehat

07/05/2009 at 9:42 pm

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Dear All,

    Saya adalah karyawati (24 th) disebuah perusahaan kecil di Surabaya.

    Setelah saya membaca beberapa penyakit diatas, ada beberapa yang mirip sekali dengan yang saya alami sekarang ini. Pertanyaan saya kira2 saya harus mengkonsumsi minuman atau vitamin apa untuk menangkal radikal bebas tersebut. Karena waktu dirumah sangat sedikit sehingga tidak sempat menyiapkan makanan atau minuman yang dibuat sendiri.

    Gimana donk, vitamin atau minuman apa yang dianggap oleh pakar kesehatan yang sudah ready, namun aman buat kesehatan.

    Kristin

    15/06/2010 at 5:25 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: