HIDUP SEHAT

hidup sehat adalah pilihan

Preservative and Colourant Food Trigger Hiperaktive of Child (Bahan Pengawet dan Pewarna Makanan Picu Hiperaktivitas Anak)

leave a comment »

(Bahan Pengawet dan Pewarna Makanan Picu Hiperaktivitas Anak)

Beberapa waktu lalu masyarakat dikejutkan dengan penyalahgunaan formalin dalam makanan anak-anak dan kosmetik. Selain formalin, sebenarnya banyak produsen makanan yang nakal menggunakan zat pewarna bukan untuk makanan. Penggunaan pewarna ini tentu akan menimbulkan efek pada tubuh, salah satunya memicu hiperaktivitas pada anak.

Hal tersebut diungkapkan para peneliti dari Inggris yang meneliti dampak zat tambahan dalam makanan, khususnya pewarna pada pada 300 anak berusia 3-9 tahun. Ternyata terdapat perbedaan perilaku yang mencolok pada anak-anak yang sering mengonsumsi minuman dan makanan warna warni.

“Hasil penelitian kami menunjukkan efek dari zat tambahan ini tidak hanya terlihat pada anak ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) tetapi juga pada populasi umum,” kata Jim Stevenson, peneliti, seperti dilaporkan dalam jurnal Lancet Medical. Stevenson dan rekan-rekannya telah meneliti efek dari zat tambahan pangan selama bertahun-tahun.

Dalam risetnya, Stevenson meneliti efek dari zat pewarna yang sering dipakai dalam produk makanan dan minuman di Inggris, misalnya carmoisine untuk warna kuning, ponceau 4R untuk memberi warna merah, serta zat pewarna tartrazine dan zat tambahan lain misalnya sodium benzoat.

Sebenarnya pengaruh zat tambahan pangan terhadap perilaku agresif anak masih menimbulkan perdebatan sengit di antara para ahli. Benjamin Feingold, ahli alergi, dalam bukunya menyebutkan selain zat pewarna sintetis dan pemanis buatan, bahan alami yang terdapat dalam buah dan sayuran juga berdampak pada perilaku anak.

Di Indonesia sendiri, zat pewarna makanan yang diijinkan adalah pewarna alami, misalnya kunyit (untuk warna kuning), daun suji (untuk warna hijau), serta pewarna buatan dalam kategori Food Grade. Untuk pemanis buatan yang diijinkan antara lain sakarin, aspartim, dan siklamat. Sedangkan zat pengawet yang diizinkan di antaranya benzoat, propionat, nitrit, nitrat, sorbat, dan sulfit. Makanan yang diberi zat kimia berbahaya biasanya berwarna lebih mencolok dan rasanya pahit.

Written by informasisehat

02/09/2009 at 12:22 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: