HIDUP SEHAT

hidup sehat adalah pilihan

Awas, Botol Susu Mengandung BPA

with 2 comments

Awas, Botol Susu Mengandung BPA

Selasa, 19 Januari 2010 | 10:34 WIB

perhatikan keamanan botol bayi anda

KOMPAS.com – Meski pada tahun 2008 sudah dinyatakan aman, tetapi otoritas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan kekhawatirannya akan risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh bisphenol-A (BPA) berbahan polikarbonat yang banyak dipakai dalam kemasan plastik, termasuk botol susu.

Dalam pernyataannya FDA mengatakan BPA berpotensi membahayakan otak, menyebabkan gangguan perilaku, serta menimbulkan efek serius pada kelenjar prostat janin, bayi dan anak-anak. Untuk itu FDA akan bekerjasama dengan lembaga riset pemerintah untuk mengetahui dampak senyawa kimia ini pada hewan dan manusia.

Kekhawatiran akan BPA ini berdasarkan pada hasil beberapa studi yang menyatakan BPA membahayakan kesehatan manusia, termasuk pada janin. Meski demikian, pejabat kesehatan di AS menyatakan belum ada bukti BPA berbahaya bagi manusia.

Walaupun FDA tidak mengeluarkan larangan peredaran produk plastik BPA namun lembaga tersebut mengimbau masyarakat untuk membatasi paparan BPA, misalnya memilih produk plastik yang tidak mengandung BPA, tidak menaruh cairan panas dalam botol BPA dan memastikan produk plastik yang akan dimasukkan ke microwave aman.

FDA juga menyarankan agar para ibu memberikan ASI kepada bayinya minimal 12 bulan untuk mengurangi paparan BPA.

BPA telah digunakan sejak tahun 1960-an untuk mengeraskan plastik, botol kemasan isi ulang, produk kaleng susu dan soda, dan sebagainya. Produk plastik yang mengandung BPA biasanya bertanda 7 di tengah serta bertuliskan “other”. Senyawa kimia BPA dinilai berbahaya karena dapat larut ke dalam makanan.

Penelitian terhadap 2.000 responden menemukan 90 persen responden memiliki kadar urin yang mengandung BPA. Kandungan BPA juga ditemukan pada ASI, darah wanita hamil dan plasenta janin.

Beberapa negara di Eropa sejak beberapa tahun lalu telah melarang peredaran produk makanan bayi yang mengandung BPA. Meski pihak the American Chemical Council bersikeras BPA aman. Menyikapi hal ini, tak ada salahnya bila Anda menghindari produk plastik dengan BPA, terutama perlengkapan makanan bayi dan anak.

Written by informasisehat

19/01/2010 at 4:39 am

Posted in ASI

Tagged with ,

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. pernah belajar kimia ttg plastik polimer dan katanya polimer itu hny bs terurai (ikatannya putus) kalau suhunya menuju 1000 drajat celcius,nah kyknya kalau untuk bener2 terurai hny krn panasnya seduhan susu.ga akan terurai deh..krn polimer itu kuat bgt,berkali2 kena panapun kalau ga kena panas yg ekstrim bgt.ga akan terurai jd monomer2 😎 tp ya mencegah kan lbh baik..hehehe ajarin minum pk gelas ajah anak2 kita 😆

    EL

    13/04/2010 at 5:11 am

  2. monomer dari polimer bisa lepas tidak hanya dengan suhu tetapi adanya asam atau lemak, sebagian polimer bisa melepaskan polimer seperti pada styrofoam

    Anonymous

    20/04/2010 at 4:23 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: