HIDUP SEHAT

hidup sehat adalah pilihan

Archive for the ‘asam urat’ Category

APA DAN BAGAIMANA ASAM URAT DAN RHEUMATIK?

with 3 comments

APA DAN BAGAIMANA ASAM URAT DAN RHEUMATIK?

A. BEDA ASAM URAT DAN REUMATIK “ASRATIK”, asam urat dan rheumatik. Sama atau berbeda? Penyakit asam urat merupakan bagian dari penyakit rheumatik. Meningkatnya asam urat bisa terjadi pembentukan tofi asam urat atau gout (Arthritis pirai) dan rheumatik memang penyakit yang berbeda namun keluhan yang dirasakan sering sama dan bagian tubuh yang diserang juga sama. ASAM URAT Penyakit asam urat disebabkan meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Normalnya, asam urat sebagai hasil samping dari pemecahan sel yang terdapat dalam darah yang secara berkesinambungan tubuh memecah dan membentuk sel yang baru. Nilai asam urat yang normal bila wanita 2,4 – 6, untuk pria 3,0 – 7. Meningkatnya asam urat disebabkan pekerjaan ginjal yang tidak sanggup mengeluarkan asam urat melalui air kemih. Beberapa faktor yang menyebabkan kadar asam urat tinggi adalah:
Faktor keturunan
Penyakit Diabetes Melitus
Adanya gangguan ginjal dan hipertensi
Tingginya asupan makanan yang mengandung purin.
Berat badan yang berlebih (obesitas)
Jumlah alkohol yang dikonsumsi
Penggunaan obat-obatan kimia yang bersifat diuretik/analgetik dalam waktu lama
RHEUMATIK Ada dua macam rheumatik, yakni rheumatik artikuler dan rheumatik non-artikuler. Rheumatik artikuler terjadi di bagian sendi, atau sering disebut radang sendi. Rheumatik non artikuler disebut juga extra articular rheumatism terjadi di bagian jaringan lunak di luar sendi. Rheumatik artikuler ada beberapa macam al:
Osteoartritis,
Artritis Reumatoid,
Artritis Pirai atau Asam Urat.
B. PENYEBAB ASAM URAT DAN RHEUMATIK Beberapa faktor penyebab rheumatik osteoartritis a.l:- Penipisan rawan sendi yang bersifat progresif- Faktor umur yang semakin lanjut- Menopause bagi perempuan- Keturunan- Kegemukan- Cedera sendi atau stres- Tulang yang padat (dialami pelari)
C. GEJALA PENDERITA ASAM URAT DAN RHEUMATIK Tanda-tanda seseorang menderita asam urat sebagai berikut:
Adanya peningkatan asam urat darah
Terdapat kristal urat yang khas dalam cairan sendi
Terdapat tofus yang telah dibuktikan dengan pemeriksaan kimia
Terjadi lebih dari satu kali serangan nyeri di persendian.
Adanya serangan di satu sendi, terutama sendi ibu jari kaki
Sendi tampak kemerahan
Adanya pembengkakan tidak simetris di satu sendi
Tidak adanya bakteri saat terjadi serangan dan peradangan,
Sama halnya dengan penyakit kanker yang terdiri atas beberapa stadium. Kasus asam urat tingkat keparahannya terdiri dari empat tahapan/stadium:

1. Tahap Asimtomatik (stadium I). Tanda-tanda penyakit asam urat/gout pada stadium I atau permulaan biasanya ditandai dengan peningkatan kadar asam urat tetapi tidak dirasakan oleh penderita karena tidak merasakan sakit sama sekali dan tidak disertai gejala nyeri, arthritis, tofi/tofus maupun batu ginjal atau batu urat di saluran kemih.

2. Tahap Akut (stadium II)Asam urat Stadium II biasanya terjadi serangan radang sendi disertai dengan rasa nyeri yang hebat, bengkak, merah dan terasa panas pada pangkal ibu jari kaki. Biasanya serangan muncul pada tengah malam dan menjelang pagi hari.

3. Tahap Interkritikal (stadium III)Asam urat Stadium III adalah tahap interval di antara dua serangan akut. Biasanya terjadi setelah satu sampai dua tahun kemudian.

4. Tahap Kronik (stadium IV)Tahapan kronik ini ditandai dengan terbentuknya tofi dan deformasi atau perubahan bentuk pada sendi-sendi yang tidak dapat berubah ke bentuk seperti semula, ini disebut gejala irreversibel atau arthritis gout kronis. Pada kondisi ini frekwensi kambuh akan semakin sering dan disertai rasa sakit terus menerus yang lebih menyiksa dan suhu badan bisa tinggi. Bila demikian bisa menyebabkan penderita tidak bisa jalan atau lumpuh karena sendi menjadi kaku kaku tak bisa ditekuk. Makanan yang perlu dipantang untuk penderita asam urat adalah :

Sayuran:
– Daun bayam- Kangkung – Daun Singkong- Daun Jambu Mete- Asparagus- Buncis dan – Kembang Kol.
Buah-buahan:
– Durian- Alpukat- Nanas- Air Kelapa
Makanan \lauk pauk:
– Jeroan seperti hati,ginjal,limpa,babat, usus, paru dan otak- Makanan laut: udang,kerang, cumi, kepiting.- Makanan kaleng: kornet, sarden dan ekstrak daging- Telur- Kaldu atau kuah daging yang kental
Kacang-kacangan dan emping mlinjo.
– Kacang Tanah- Kacang Hijau- Kacang Kedelai- Tempe- Tauco- Tauge- Oncom- Susu Kedelai
Minuman dan makanan beralkohol
– Bir- Wiski- Anggur- Tape- Tuak
Tidak semua bahan pangan yang mengandung purin menigkatkan asam urat. Sebagai contoh kopi, teh, dan coklat mengandung komponen purin berupa kafein, theopyline, dan theoromin yang kemudian dimetabolisme menjadi metil urat yang tidak membentuk tofi atau tidak meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Jadi kopi, teh dan coklat aman untuk penderita asam urat.

Info artikel ini diambil dari buku Menggempur asam Urat & Rematik dengan Mahkotadewa karya Ning Harmanto, dicetak oleh Agromedia Pustaka

Advertisements

Written by informasisehat

20/05/2009 at 4:57 pm

Posted in asam urat

Tagged with

Mengenal Asam Urat Lebih Dekat

leave a comment »


Pernahkah anda tiba-tiba bangun di tengah malam karena rasa sakit yang sangat pada sendi ibu jari kaki anda? Kulit pada sendi yang terasa sakit terlihat bengkak, kemerahan dan terasa panas? Jika ini terjadi pada anda, apalagi ini terjadi setelah anda mengkonsumsi jeroan, seafood atau emping, anda mungkin menderita asam urat. Penyakit arthritis gout atau sering dikenal dengan istilah asam urat memang bukan termasuk penyakit yang mematikan, namun jika tidak ditangani dengan benar bisa menjadi gout kronik dimana penderitanya akan sering sekali menderita sakit pada sendi. Dalam jangka waktu lama, hal ini tidak hanya mengganggu aktivitas, tapi juga berpotensi menimbulkan batu ginjal dan gagal ginjal bahkan penyakit jantung.

Biasanya gout mengenai sendi ibu jari, tapi bisa juga pada tumit, pergelangan kaki dan tangan atau sikut. Kebanyakan gout muncul sebagai serangan kambuhan. Penyakit ini timbul dari kondisi hiperurikemi, yaitu keadaan dimana kadar asam urat dalam darah diatas normal. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5 – 7 mg/dL sedangkan pada wanita 2,6 – 6 mg/dL. Asam urat sendiri adalah hasil metabolisme purin dan kemudian diekskresikan melalui ginjal. Peningkatan kadar asam urat bisa disebabkan oleh produksi asam urat yang berlebihan (karena konsumsi makanan kaya purin) atau turunnya ekskresi (karena adanya kelainan pada ginjal). Asam urat yang berlebihan dalam tubuh cenderung mengumpul pada sendi dan berubah bentuk menjadi kristal-kristal asam urat berbentuk jarum. Serangan gout muncul akibat reaksi inflamasi karena adanya sel-sel darah putih yang menganggap kristal ini adalah benda asing. Bagian sendi yang terkena akan terasa sakit karena adanya kristal dan kulit yang menjadi sangat sensitif .

Tidak semua kondisi hiperurikemi kemudian berkembang menjadi gout. Kemunculan gout dapat dipengaruhi oleh konsumsi alkohol berlebih dalam jangka waktu lama, obesitas, kurangnya aktivitas fisik dan penggunaan diuretik. Penyakit tertentu seperti leukimia, diabetes, hipertensi, gangguan ginjal dan anemia hemolitik juga bisa memunculkan gout. Selain itu, kandungan hormon estrogen yang tinggi pada wanita ikut membantu ekskresi asam urat lewat urin. Sehingga, kebanyakan penderita gout arthritis adalah pria umur 30-an dan wanita yang sudah mengalami menopouse.

Perjalanan penyakit gout sangat khas dan mempunyai tiga tahapan. Tahap pertama disebut tahap artritis gout akut. Pada tahap ini penderita akan mengalami serangan artritis yang khas dan serangan tersebut akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam waktu 5-7 hari. Karena cepat menghilang, maka sering penderita menduga kakinya keseleo atau kena infeksi sehingga tidak menduga terkena penyakit gout dan tidak melakukan pemeriksaan lanjutan. Setelah serangan pertama, penderita akan masuk pada tahap interkritikal, yaitu tahap dimana penderita tidak mengalami serangan selama jangka waktu tertentu. Lamanya bervariasi, tetapi biasanya 1 – 2 tahun.

Tahap kedua adalah tahap artritis gout akut intermiten. Setelah melewati bertahun-tahun tanpa gejala, penderita akan mengalami serangan artritis yang khas. Selanjutnya penderita akan sering mendapat serangan (kambuhan) interval antar serangannya makin pendek, serangan makin lama makin panjang dan makin parah, serta jumlah sendi yang terserang makin banyak.

Tahap ketiga disebut tahap artritis gout kronik bertofus. Pada tahap ini akan terjadi benjolan-benjolan di sekitar sendi yang sering meradang yang disebut sebagai tofus. Tahap ini terjadi bila penderita telah menderita sakit selama 10 tahun atau lebih. Tofus berupa benjolan keras yang berisi kristal asam urat yang mengeras seperti kapur, berbentuk serbuk. Tofus ini  mengakibatkan kerusakan permanen pada sendi dan tulang di sekitarnya, sehingga ada kemungkinan penderita menjadi cacat.

Yang biasa diberikan oleh dokter untuk mengatasi gout adalah obat golongan NSAID seperti naproksen, ibuprofen atau indometasin. Kortikosteroid semacam prednison juga mungkin diberikan. Tapi pemberian obat-obat ini hanya untuk jangka waktu yang pendek. Aspirin dan turunan salisilat lain harus dihindari, karena bisa memperparah gout.

Seringkali dengan pereda rasa sakit, pasien merasa sudah cukup dalam mengontrol penyakitnya. Perlu diingat bahwa gout menahun tanpa pengendalian kadar asam urat dapat menimbulkan berbagai komplikasi ke organ lain, karena itu penurunan kadar asam urat harus dilakukan. Ada dua tipe obat yang bisa digunakan untuk tujuan ini, yaitu obat-obat urikosurik, yang bekerja dengan meningkatkan ekskresi asam urat lewat urine, seperti probenesid dan sulfinpirazon. Sedangkan tipe kedua adalah inhibitor xantin oksidase, yang menghambat produksi asam urat dan bisa juga digunakan untuk melarutkan batu ginjal, contohnya adalah allopurinol. Obat-obat ini biasanya harus digunakan dalam jangka waktu yang panjang.Selain obat, pasien juga memerlukan perubahan gaya hidup.

-titiez-

http://piogama.ugm.ac.id

Written by informasisehat

06/05/2009 at 2:03 am

Posted in asam urat

Tagged with ,

Asam Urat ( Gouty Arthritis )

with one comment

Orang yang sering mengeluh karena rasa nyeri pada sendi biasanya dideteksi oleh masyarakat sebagai gejala Osteo Arthritis ( OA ) atau asam urat ( Gouty Arthritis ). Sekalipun sama-sama menimbulkan rasa nyeri pada persendian namun ada perbedaan antara nyeri karena OA dan nyeri karena GA.

Nyeri karena OA akan timbul bila bagian sendi digerakkan, bila tidak digerakkan rasa nyerinya akan hilang. Sedangkan bagi penderita GA, rasa nyeri muncul ketika terjadi serangan.

Dalam keadaan normal asam urat dapat larut di dalam darah. Suatu saat bahan ini mengendap di permukaan sendi dibawah kulit. Pengendapan ini terjadi ketika tingkat keasaman darah lebih asam (pH rendah)

Awalnya asam urat menempel di permukaan sendi, ketika ada perubahan kadar asam urat akan terjadi pelepasan kristal yang menuju cairan sendi. Pada cairan sendi terdapat sel darah putih yang bertugas untuk melawan setiap sel asing yang masuk ke dalam tubuh. Sel darah putih akan menyerang kristal tadi dan sel radang akan melepaskan sel-sel yang menimbulkan radang sehingga timbul rasa nyeri.

Untung mengurangi rasa nyeri biasanya digunakan obat antiinflamasi atau anti radang setelah rasa nyeri hilang baru asam uratnya ditangani. Obat anti inflamasi yang digunakan ada yang steroid dan dan nonsteroid namun keduanya memiliki efek samping bila digunakan dalam jangka waktu lama. Steroid mengakibatkan osteoporosis, menurunkan sistem imun tubuh, hipertensi dan DM sedangkan yang non steroin dapat menimbulkan luka pada lambung.

Bila konsumsi obat sudah dilakukan namun tidak mampu mengurangi rasa nyeri sebaiknya pasien segera berkonsultasi ke dokter karena ada kemungkinan terkena TBC tulang. http://kesehatankeluarga.com

Written by informasisehat

06/05/2009 at 2:01 am

Posted in asam urat

Tagged with

ASAM URAT, CEGAH SEBELUM TERLAMBAT !!!

leave a comment »

GOUT atau penyakit asam urat, suatu penyakit yang sudah dikenal sejak masa Hippocrates, sering dinamakan sebagai “penyakit para raja dan raja dari penyakit” karena sering muncul pada kelompok masyarakat dengan kemampuan sosial-ekonomi tinggi sehingga dapat sering mengonsumsi daging (yaitu keluarga kerajaan pada zaman dahulu) serta karena menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat. Gout sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu gutta (tetesan) karena kepercayaan kuno bahwa penyakit ini disebabkan oleh luka yang jatuh tetes demi tetes ke dalam sendi.

GOUT adalah penyakit di mana terjadi penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan, baik akibat produksi yang meningkat, pembuangannya melalui ginjal yang menurun, atau akibat peningkatan asupan makanan kaya purin. Gout terjadi ketika cairan tubuh sangat jenuh akan asam urat karena kadarnya yang tinggi. Gout ditandai dengan serangan berulang dari arthritis (peradangan sendi) yang akut, kadang-kadang disertai pembentukan kristal natrium urat besar yang dinamakan tophus, deformitas (kerusakan) sendi secara kronis, dan cedera pada ginjal.

Gout secara tradisional dibagi menjadi bentuk primer (90 persen) dan sekunder (10 persen). Gout primer adalah kasus gout di mana penyebabnya tidak diketahui atau akibat kelainan proses metabolisme dalam tubuh. Gout sekunder adalah kasus di mana penyebabnya dapat diketahui. Sekitar 90 persen pasien gout primer adalah laki-laki yang umumnya berusia lebih dari 30 tahun, sementara gout pada wanita umumnya terjadi setelah menopause. Diperkirakan bahwa gout terjadi pada 840 orang setiap 100.000 orang. Gout sangat terkait dengan obesitas, hipertensi, hiperlipidemia, dan diabetes mellitus.

Penetapan diagnosis gout

Berdasarkan subkomite The American Rheumatism Association yang menetapkan kriteria diagnostik untuk gout adalah:

A. Adanya kristal urat yang khas dalam cairan sendi.

  1. B. Thopus terbukti mengandung kristal urat berdasarkan pemeriksaan kimiawi dan mikroskopik dengan   sinar terpolarisasi.

C.

1) Lebih dari sekali mengalami serangan arthritis akut

2) Terjadi peradangan secara maksimal dalam satu hari

3) Oligoarthritis (jumlah sendi yang meradang kurang dari 4)

4) Kemerahan di sekitar sendi yang meradang

5) Sendi metatarsophalangeal pertama (ibu jari kaki) terasa sakit atau membengkak

6) Serangan unilateral (satu sisi) pada sendi metatarsophalangeal pertama

7) Serangan unilateral pada sendi tarsal (jari kaki)

8) Tophus (deposit besar dan tidak teratur dari natrium urat) di kartilago artikular (tulang rawan sendi) dan kapsula sendi

9) Hiperuricemia (kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,5 mg/dL)

10) Pembengkakan sendi secara asimetris (satu sisi tubuh saja)

11) Serangan arthritis akut berhenti secara menyeluruh.

Diagnosis gout ditetapkan ketika didapatkan kriteria A dan/atau kriteria B dan/atau 6 hal atau lebih dari kriteria C.

Ketika terjadi serangan arthritis akut, penderita diberikan terapi untuk mengurangi peradangannya. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan obat analgesik/NSAID, kortikosteroid, tirah baring, atau dengan pemberian kolkisin.

Setelah serangan akut berakhir, terapi ditujukan untuk menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan kolkisin atau obat yang memacu pembuangan asam urat lewat ginjal (misal probenesid) atau obat yang menghambat pembentukan asam urat (misal allopurinol).

Pasien gout juga harus menghindari penggunaan obat yang dapat menaikkan kadar asam urat dalam darah. Contoh dari obat tersebut adalah diuretik, aspirin, dan niasin.

Terapi nonmedikamentosa

Kondisi yang terkait dengan hiperurisemia adalah diet kaya purin, obesitas, serta sering meminum alkohol. Purin merupakan senyawa yang akan dirombak menjadi asam urat dalam tubuh.
Alkohol merupakan salah satu sumber purin dan juga dapat menghambat pembuangan purin melalui ginjal sehingga disarankan tidak sering mengonsumsi alkohol. Pasien juga disarankan untuk meminum cairan dalam jumlah banyak karena jumlah air kemih sebanyak 2 liter atau lebih setiap harinya akan membantu pembuangan urat dan meminimalkan pengendapan urat dalam saluran kemih.

Sejak dahulu masyarakat percaya bahwa konsumsi makanan tertentu dapat menimbulkan penyakit asam urat, misalnya jeroan, emping, dan bayam. Dengan demikian, banyak orang yang pernah menderita radang sendi, tanpa mengetahui penyebab radang sendinya, selalu berupaya menghindari makanan tersebut. Atau jika ingin mengonsumsi makanan tersebut, mereka meminum obat atau ramuan tradisional untuk menurunkan kadar asam uratnya.

Ada beberapa jenis makanan yang diketahui kaya purin, antara lain daging, baik daging sapi, babi, kambing, atau makanan dari laut (seafood), kacang-kacangan, bayam, jamur, dan kembang kol. Tenaga kesehatan umumnya selalu menyarankan untuk menghindari atau mengurangi konsumsi makanan tersebut. Akan tetapi, sampai beberapa tahun yang lalu belum ada bukti nyata yang mendukung hal itu.

Pada tanggal 8 Maret 2004, NEJM memuat artikel hasil karya dr Choi dan rekannya yang berjudul Purine-Rich Foods, Dairy and Protein Intake, and the Risk of Gout in Men. Choi dan rekannya melakukan penelitian ini selama 12 tahun terhadap populasi tenaga kesehatan laki-laki di Amerika Serikat, yang meliputi dokter gigi, optometris, osteopath, ahli farmasi, podiatrist, dan dokter hewan. Populasi tersebut berusia antara 40 sampai 75 tahun pada tahun 1986, saat penelitian mulai dilakukan.

Choi dan rekannya melakukan pemeriksaan secara prospektif terhadap hubungan antara faktor risiko diet dan kasus gout baru. Mereka menggunakan kriteria gout berdasarkan American College of Rheumatology. Diet dari setiap responden dinilai ulang setiap empat tahun dengan menggunakan kuesioner.

Dari 47.150 responden selama 12 tahun penelitian diperoleh 730 kasus gout baru. Mereka menemukan peningkatan risiko gout ketika responden mengonsumsi daging atau seafood dalam jumlah banyak. Akan tetapi, tidak ditemukan peningkatan risiko gout ketika mengonsumsi protein hewani maupun nabati atau sayur-sayuran kaya purin dalam jumlah banyak. Tim tersebut juga menemukan bukti bahwa adanya hubungan terbalik yang kuat antara konsumsi produk susu, terutama yang rendah lemak, dan kejadian gout.

Tetap harus disadari bahwa penelitian ini bersifat observasional/pengamatan sehingga tim peneliti tidak dapat menyingkirkan kemungkinan adanya faktor lain yang belum diketahui yang berpengaruh terhadap hasil penelitian ini. Walaupun demikian, hasil penelitian ini cukup meyakinkan karena lamanya waktu pemantauan dan besarnya jumlah responden yang terlibat. Oleh karena itu, bagi para laki-laki disarankan untuk tidak terlalu sering mengonsumsi daging dan seafood dalam jumlah banyak, serta lebih sering mengonsumsi produk susu, terutama yang rendah lemak.

Tubuh manusia adalah perwujudan mikro dari alam semesta. Ketika alam semesta rusak oleh keserakahan manusia, yang pada akhirnya menanggung segala akibatnya adalah manusia itu sendiri. Banjir bandang, longsor, kebakaran hutan, dan lain-lain hanyalah akibat dari keserakahan manusia. Tubuh dengan segala interaksinya juga mengajarkan kepada kita bahwa keserakahan/kerakusan pada akhirnya akan merusak diri kita sendiri. Oleh karena itu, mulai saat ini, cobalah untuk mengonsumsi makanan dan minuman dalam jumlah yang tidak berlebihan dan tidak berkekurangan agar kesehatan tubuh dapat terus terpelihara. Hidup tidak serakah, jiwa damai, tubuh sehat.

Selamat mencoba. (*)

(Oleh : dr Juandy Jo Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada)

http://butikalkes.com

Written by informasisehat

06/05/2009 at 2:00 am

Posted in asam urat

Tagged with ,

Asam Urat dan Obatnya

leave a comment »

Asam urat itu disebabkan oleh kandungan asam urat di dalam darah yang terlalu tinggi. Asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (bentuk turunan nukleoprotein), yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) atau pun hewan (daging, jeroan, ikan sarden). Normal, dalam tubuh ada asam urat juga, tetapi kadarnya terbatas saja. Baru apabila asam urat melebihi normal (lebih dari 7), orang dikategorikan mengidap asam urat tinggi. Artinya, metabolisme purin dalam tubuhnya terganggu.

Apa pun penyebabnya, asam urat dalam darah yang dibiarkan tinggi, bisa buruk akibatnya. Selain menimbulkan keluhan nyeri pada sendi dan otot, asam urat berlebihan juga membentuk kristal urat batu kemih. Adakalanya, meski asam urat darah tinggi, belum tentu muncul keluhan. Oleh karena itu, asam urat yang tidak begitu tinggi pun harus diturunkan.

Keluhan asam urat menyerupai rematik atau encok. Nama penyakitnya pirai atau gout. Bedanya dengan encok lainnya, pada encok urat biasanya mengenai bagian sendi yang dekat dengan permukaan kulit, sering-sering di sendi jempol kaki. Bagian sendi ini mudah terpapar hawa dingin atau gesekan mekanik. Sepatu kelewat sempit, besoknya jempol bengkak, biasanya encok urat penyebabnya.

Encok lainnya menyerang sendi mana saja. Ada yang simetris kiri dan kanan, ada yang hanya mengenai sendi-sendi besar saja, atau ada juga yang hanya pada sendi-sendi kecil saja.

Beda nyerinya, pada encok urat, nyerinya seperti ditusuk jarum, sampai tidak berani jalan. Encok umumnya seperti nyeri tekan biasa. Sama-sama bengkak, merah meradang, dan bisa disertai demam.

Pada rematik tidak ditemukan asam urat tinggi. Pemeriksaan darah kasus rematik mungkin hanya zat “faktor rematik” saja yang tinggi dalam darah, selain ada unsur darah lainnya, tergantung jenis rematiknya.

Obat untuk encok urat berbeda dengan encok rematik umumnya. Pada encok urat, selain memberi obat pereda nyeri, kadar asam urat dalam darah juga harus diobati agar turun sampai di bawah normal. Selain itu secara berkala kadar asam urat perlu diperiksa ulang. Mengapa? Sebab pada mereka yang berbakat asam urat, serangan penyakit pirai akan secara periodik berulang.

Obat antiurat hanya menurunkan kadar asam urat yang telanjur berlebihan. Namun, tidak untuk seterusnya kadar asam urat akan terus stabil normal bila tidak pantang makanan. Sekali sudah kena asam urat, seterusnya wajib pantang semua jenis menu dengan kandungan purin tinggi.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diketahui seputar perawatan bagi penderita asam urat.

  • Jenis makanan yang mutlak harus dipantang pengidap asam urat: Udang, ginjal, hati, jantung, ikan sardin, ikan hering, kaldu daging, dan daging angsa.
  • Konsumsi dibatasi: Jenis ikan-ikan lain, daging sapi, daging unggas, jamur, asparagus, bayam, kembang kol, buncis, kacang-kacangan.
  • Bebas dikonsumsi: susu, telur, tempe, oncom, buah dan sayur-mayur lain
  • Yang menghambat pengeluaran asam urat: alkohol, menu berlemak,benda keton (kencing manis), kelaparan (diet ketat).
  • Yang perlu diperbanyak: menu karbohidat, air minum.
  • Jangan Dipijat. Pada waktu penyakit asam urat atau piral atau gout menyerang, sebaiknya tidak memijatnya. Pijatan pada sendi yang ada kristal urat bukannya meredakan keluhan nyeri, malah nyeri akan semakin menjadi-jadi. Mengapa? Karena kristal urat yang tersangkut di sendi menyerupai jarum-jarum halus. Bila sendi yang ada kristal uratnya dipijat, berarti secara mekanis jarum-jarum kristal urat tersebut akan lebih keras menusuk-nusuk permukaan sendi.

Ada beberapa obat tradisional yang sudah dicoba oleh beberapa penderitanya dan berhasil. Beberapa diantaranya adalah :

  • Sirsak dimakan begitu saja atau dijuice, dimakan setiap hari
  • Daun salam 7 lembar direbus dengan dua gelas air, sampai tinggal 1 gelas, diminum pagi dan sore. Daun salam biasa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai pelengkap bumbu dapur. Pohon salam (Syzygium polyanthum) yang biasa tumbuh liar di hutan dan di pegunungan bisa mencapai ketinggian 25 meter dan lebar pohon 1,3 meter. Tumbuhan ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Selain daun yang dipakai sebagai bumbu, kulit pohonnya biasa dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu. Perbanyakan tumbuhan ini bisa dilakukan dengan biji, cangkok, atau stek. Menurut Prof Hembing Wijayakusuma dalam bukunya Tumbuhan Berkhasiat Obat: Rempah, Rimpang, dan Umbi, pohon salam memiliki berbagai khasiat obat yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.Pohon salam bisa dimanfaatkan untuk mengatasi asam urat, stroke, kolesterol tinggi, melancarkan peredaran darah, radang lambung, diare, gatal-gatal, kencing manis, dan lain-lain. Kandungan kimia yang dikandung tumbuhan ini adalah minyak atsiri, tannin, dan flavonoida. Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, akar, dan buah.

Mengatasi asam urat yang tinggi, 10 lembar daun salam direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat. Mengatasi stroke, 10 lembar daun salam dan 50 gram jantung pisang dibuat masakan sesuai selera lalu dimakan.
Bagi penderita kolesterol tinggi, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun ceremai direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian arinya diminum secara teratur. Untuk melancarkan peredaran darah, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun dewa segar direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 350 cc. Lalu ramuan disaring dan diminum sebanyak dua kali sehari.

  • Labu siam diparut kemudian disaring diambil airnya diminum tiap hari.
  • Cuka apel yang sudah jadi dan dicampur madu dengan ukuran satu sendok madu ditambah 2 sendok makan cuka apel plus air hangat 50 cc dan diminum selama 1 minggu pada waktu bangun tidur pagi hari dan sebelum tidur pada malam hari.

Allupurinol

Bagi penderita rheumatik kronik akibat kelebihan asam urat dalam tubuh, allopurinol mungkin bukan lagi obat yang asing. Karena allopurinol memang obat pilihan dalam pengobatan penyakit ini. Allopurinol bekerja menurunkan produksi asam urat dengan cara penghambatan kerja enzim yang memproduksinya, yaitu enzim xantin oksidase. Selain bermanfaat menekan produksi asam urat, allopurinol juga memiliki efek positif dalam melawan kolesterol “jahat” dalam tubuh. Dengan demikian, obat ini merupakan pilihan yang lebih baik bagi pasien penderita kelebihan asam urat yang juga menderita penyumbatan arteri koroner.

Allopurinol tidak dapat digunakan untuk meredakan serangan rheumatik pada serangan akut. Obat ini hanya berguna untuk mencegah timbulnya serangan kembali untuk terapi jangka panjang. Diperlukan waktu lama bagi pasien untuk dapat memperoleh manfaat sepenuhnya dari obat ini.Sementara untuk meredakan serangan rheumatik pada saat timbul, dapat digunakan obat-obatan anti-inflamasi non steroid (AINS), kortikosteroid maupun kolkisin. Kolkisin sendiri saat ini sudah jarang digunakan lagi karena resiko efek sampingnya yang relatif tinggi. Sedangkan baik AINS maupun kortikosteroid hanya berguna untuk mengurangi peradangan di daerah sekitar sendi akibat kristal asam urat. Namun, AINS tidak dapat mengurangi jumlah asam urat dalam tubuh. Sehingga untuk mencegah timbulnya serangan kembali, diperlukan obat semacam allopurinol yang dapat menekan produksi asam urat dalam tubuh.

Pada orang yang memiliki hipersensitifitas ataupun alergi terhadap allopurinol, dapat terjadi gejala kemerahan pada kulit. Bagi pasien yang mengalami reaksi alergi yang demikian disarankan untuk menghentikan konsumsi allopurinol sesegera mungkin dan menghubungi dokter. Allopurinol juga dapat berinteraksi dengan berbagai jenis obat lain seperti antibiotika, kemoterapi kanker, diuretika, serta obat lain yang juga digunakan dalam pengobatan rheumatik. Maka sebelum menggunakannya, pastikan dokter atau apoteker telah mengetahui obat-obatan dan vitamin apa saja yang dikonsumsi pasien.

Yang berbakat asam urat tinggi juga perlu memperhatikan pola berkemih. Selain banyak minum, tidak menahan kencing, amati pula kemungkinan terbentuknya batu urat di saluran kemih. Oleh karena itu, berkemih harus senantiasa lancar. Serangan batu urat diawali dengan nyeri atau tidak enak di pinggang. Mungkin disertai demam dan kencing terasa nyeri, selain serangan kolik di perut dan kencing berdarah. Sama seperti batu kemih lainnya, tergantung lokasi batunya, ada yang bisa keluar spontan dengan sendirinya, ada yang tersangkut di dalam ginjal, dan hanya pembedahan (atau ‘tembak” dengan gelombang ke USWL) yang dapat menyelesaikannya. ***

http://prayudi.wordpress.com

Written by informasisehat

06/05/2009 at 1:58 am

Posted in asam urat

Tagged with

Memahami Asam Urat dan Ginjal

leave a comment »


Asam urat merupakan merupakan hasil akhir dari metabolisme purin yang ada di dalam tubuh. Sedangkan purin adalah protein dari golongan nukleoprotein yang tidak begitu dibutuhkan oleh tubuh. Kadar asam urat yang tinggi menyebabkan timbulnya tofus, benjolan keras berisi semacam serbuk kapur, di bagian kaki dan tangan.

Kadar asam urat yeng berlebihan dalam darah menyebabkan penimbunan kristal asam urat. Apabila penimbunan kristal itu terbentuk pada cairan sendi, maka terjadilah penyakit gout atau asam urat. Jika penimbunan itu terjadi pada ginjal, akan muncul batu asam urat ginjal yang sering disebut dengan batu ginjal.

Pada stadium awal, penyakit ginjal tidak menimbulkan gejala apapun. Namun seiring dengan metabolisme tubuh, akan terjadi penumpukan sisa-sisa metabolisme dalam tubuh penderita dan kaki serta tangan jadi membengkak, nafas pendek dan energi untuk beraktivitas akan menurun.

Fungsi utama ginjal adalah membersihkan darah dari sisa-sisa hasil metabolisme tubuh yang berada di dalam darah dengan cara menyaringnya. Jika kedua ginjal gagal menjalankan fungsinya (tahap akhir penyakit ginjal), sisa-sisa hasil metabolisme yang diproduksi oleh sel normal akan kembali masuk ke dalam darah (uremia).

Gagal ginjal bisa terjadi jika terdapat gangguan pada pembuluh darah vena atau sistem penyaringannya. Namun, bisa juga berasal dari masalah-masalah kesehatan yang lain, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes atau adanya masalah dengan sistem penyaringan pada ginjal (seperti pada keadaan glomerulonefritis atau penyakit ginjal polikistik). Pada kasus lainnya juga ditemukan adanya masalah pada saluran kemih.

Fungsi ini biasa dilambangkan oleh GFR (Glomerular Filtration Rate). Beberapa zat dianggap menjadi indikator yang baik, di antaranya kreatinin. Sekarang derajat kerusakan ini diperjelas menjadi 5 tingkatan Chronic Kidney Disease (CKD):

Stadium 1: GFR > 90 ml/menit; Stadium 2: GFR 60-89 ml/menit; Stadium 3: GFR 30-59 ml/menit; Stadium 4: GFR 15-29 ml/menit; Stadium 5: GFR <15>

Caranya, cukup mengukur kadar kreatinin darah ((sCr: serum Creatinin), bisa diketahui persentase fungsi ginjal dari GFR-nya. Laki-laki GFR = (140 – umur) x (BB)/ (sCr x 72) dan Wanita GFR = (140 – age) x (weight) x 0.85/ (sCr x 72).

Selanjutnya, tinggal kita cocokkan masuk stadium mana. Yang sudah butuh cuci darah rutin itu biasanya istilahnya: End-stage CRF (fungsi ginjal tinggal 5%-10%). Sekarang yang CKD stadium 5 tersebut. Cuci darah yang sewaktu-waktu juga bisa dilakukan bila diketahui sudah terlanjur/mendadak tinggi. Masalahnya, CKD bersifat progresif. Upaya ini hanya bisa berusaha memperlambat atau kalau bisa menghambat progresinya agar tidak tambah berat. Sekarang, mengukur fungsi ginjal sudah jauh lebih maju yakni dengan menggunakan: Cystatin-C.

Bagi yang ada masalah ginjal, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar fungsi ginjal tidak bertambah parah, yakni:

1. Mengkonsumsi makanan rendah protein. Tubuh memerlukan protein untuk membentuk otot. Tapi bagi penderita penyakit ginjal, kelebihan protein menyebabkan gang-guan pada proses filtrasi atau penyaringan, sehingga terjadilah peningkatan sisa hasil metabolisme protein dalam darah. Anda dapat mencegah hal ini dengan mengkonsumsi makanan rendah protein.

2. Mengkonsumsi sedikit garam. Garam natrium berfungsi untuk mempertahankan cairan dalam tubuh Anda. Untuk mengurangi kadar garam dalam tubuh, bila Anda membeli makanan, periksalah label makanan carilah makanan yang mempunyai kandungan natrium di bawah 400 mg untuk sekali makan, gunakan saus yang berkadar natrium rendah, dan jangan gunakan garam pengganti yang mengandung kalium.

3. Tidak minum terlalu banyak. Ginjal yang normal dapat mengatur keseimbangan cairan yang masuk dan ke luar dari tubuh. Jika ginjal Anda mengalami gangguan, maka akan terjadi masalah pada pembentukan urine. Anda harus membatasi konsumsi air. Sebaiknya hisaplah air jeruk lemon untuk membasahi bibir yang kering, minumlah hanya untuk mengatasi haus, dan jika Anda menderita diabetes, jagalah ka-dar gula Anda, agar Anda tidak merasa terlalu haus.

4. Tidak mengkonsumsi fosfat. Makanan dari produk susu, kacang-kacangan yang dikeringkan dan coklat mengandung banyak fosfat. Jika banyak mengkonsumsi makanan ini, maka kadar fosfat dalam darah meningkat dan menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh.

Written by informasisehat

06/05/2009 at 1:56 am

Posted in asam urat

Tagged with ,

Diet untuk Asam Urat

leave a comment »

Ternyata asam urat sudah dikenal sejak 2.000 tahun yang lalu dan menjadi salah satu penyakit tertua yang dikenal manusia. Dulu, penyakit ini juga disebut “penyakit para raja” karena penyakit ini diasosiasikan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang enak-enak. Kini, asam urat bisaa menimpa siapa saja, terutama para penggemar makanan enak.

Gangguan asam urat ditandai dengan suatu serangan tiba-tiba di daerah persendian. Saat bangun tidur, misalnya, ibu jari kaki dan pergelangan kaki Anda terasa terbakar, sakit dan membengkak. Bahkan selimut yang Anda gunakan terasa seperti batu yang membebani kaki Anda. Seperti itulah gejala asam urat alias
arthritis gout.

Gangguan asam urat disebabkan oleh tingginya kadar asam urat di dalam darah. Tingginya asam urat dalam darah menyebabkan terjadinya penumpukan kristal didaerah persendian sehingga menimbulkan rasa sakit. Selain rasa sakit dipersendian, asam urat juga menyerang ibu jari kaki, dapat membentuk tofi atau endapan natrium urat dalam jaringan di bawah kulit, atau bahkan menyebabkan
terbentuknya batu ginjal.

Jika tidak diatasi gangguan asam urat ini sangat mengganggu aktivitas Anda. Selain dengan mengonsumsi obat-obatan, pengaturan pola makanan dapat dijadikan pilihan untuk mengatasi masalah asam urat. Menu makanan diatur sedemikian rupa agar lebih banyak makanan dengan kandungan nukleotida purin yang rendah.

Seperti apakah seharusnya pola makan bagi penderita gangguan asam urat ? Diet bagi para penderita gangguan asam urat mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:

Pembatasan purin
Apabila telah terjadi pembengkakan sendi maka penderita gangguan asam urat harus melakukan diet bebas purin. Namun karena hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung nukleoprotein maka hal ini hampir tidak mungkin dilakukan. Maka yang harus dilakukan adalah membatasi asupan purin menjadi 100-150 mg purin
per hari (diet normal biasanya mengandung 600-1.000 mg purin per hari).

Kalori sesuai dengan kebutuhan
Jumlah asupan kalori harus benar disesuaikan dengan kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat badan. Penderita gangguan asam urat yang kelebihan berat badan, berat badannya harus diturunkannn dengan tetap memperhatikan jumlah konsumsi kalori. Asupan kalori yang terlalu sedikit juga bisa meningkatkan kadar asam urat karena adanya keton bodies yang akan mengurangi pengeluaran asam urat
melalui urin.

Tinggi karbohidrat
Karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi sangat baik dikonsumsi oleh penderita gangguan asam urat karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui uirn. Konsumsi karbohidrat kompleks ini sebaiknya tidak kurang dari 100
gram per hari. Karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirop sebaiknya dihindari karena fruktosa akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

Rendah protein
Protein terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Sumber makanan yang mengandung protein hewani dalam jumlah yang tinggi, misalnya hati, ginjal, otak, paru dan limpa.

Asupan protein yang dianjurkan bagi penderita gangguan asam urat adalah sebesar 50-70 gram/hari atau 0,8-1 gram/kg berat badan/hari. Sumber protein yang disarankan adalahhh protein nabati yang berasal dari susu, keju dan telur.

Rendah lemak
Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin. Makanan yang digoreng,bersantan, serta margarine dan mentega sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak sebaiknya sebanyak 15 persen dari total kalori.

Tinggi cairan
Konsumsi cairan yang tinggi dapat membantu membuang asam urat melalui urin. Karena itu, Anda disarankan untuk menghabiskan minum minimal sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas sehari. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi.

Selain dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan segar yang mengandung banyak air. Buah-buahan yang disarankan adalah semangka, melon,blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Selain buah-buahan tersebut,buah-buahan yang lain juga boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit mengandung purin. Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian, karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi.

Tanpa alkohol
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat mereka yang mengonsumsi alkohol lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini adalah karena alkohol akan meningkatkan asam laktat plasma. Asamm laktat ini akan menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.

Indra Harjanto

Written by informasisehat

06/05/2009 at 1:55 am

Posted in asam urat

Tagged with ,