HIDUP SEHAT

hidup sehat adalah pilihan

Archive for the ‘flu’ Category

FLU KAMBING

leave a comment »

2009-02-16-swine-flu

Setelah flu burung, flu babi (H1N1) meresahkan masyarakat dunia, kini flu kambing juga menjadi perhatian. Flu yang dikabarkan berasal dari anjing, sapi, kambing bisa juga menyerang manusia. Gejela-gejala yang ditimbulkan flu kambing pun tidak jauh berbeda dengan flu burung dan H1N1, yaitu penderita akan mengalami pusing, panas tinggi dan muntah.

Belum lagi wabah flu babi mereda, datang wabah baru flu kambing. Virus ini terjadi hampir setiap musim panas. Beberapa kota yang terjangkit di antaranya Eindhoven dan Tilburg.

Virus yang saat ini berkembang di Belanda, terjadi hampir setiap musim panas. Beberapa kota yang terjangkit di antaranya Eindhoven dan Tilburg. Dokter di Belanda mengatakan flu kambing merupakan penyakit lokal dan berasal dari anjing, sapi, kambing, atau manusia. Gejala awal yang dialami penderita antara lain pusing, panas tinggi, dan muntah.

Satu warga negara Indonesia positif terkena virus ini. Sejauh ini Departemen Kesehatan RI belum mengetahui adanya virus flu kambing. Meski dikatakan sebagai penyakit lokal, jika mengacu pada sumber berkembangnya virus, ada kemungkinan flu kambing juga bisa terjadi di Indonesia.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Depkes RI, dr Lily S Setyowati MM menyampaikan, saat ini direktorat jenderal yang terkait dengan persoalan ini tengah mengumpulkan keterangan.

“Sejumlah direktorat telah mengirimkan surat ke WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) untuk menanyakan perkembangan flu kambing,” katanya, Sabtu (29/8).

Informasi dimaksud, tambah Lily bersifat mengkonfirmasikan apakah flu kambing itu virus baru atau pengembangan dari yang sudah ada. Juga ingin diketahui tingkat ancamannya terhadap keselamatan manusia. Berikut dengan langkah-langkah penanggulangannya, apabila setelah diketahui virus ini cukup membahayakan bagi manusia.

“Terus terang, sampai sekarang kami belum tahu mas informasi lebih lanjut tentang flu kambing. Justru, karena belum tahu itu, kami menyurati WHO,” terangnya.

Lily memastikan saat WHO telah memberikan jawaban, Depkes akan menggelar rapat untuk membahas hasil jawaban dimaksud. Dan pada saatnya akan disampaikan ke publik. Agar masyarakat luas tahu dan bisa sejak dini terhindar dari bahaya virus flu kambing.

“Tunggu dulu ya. Kami juga masih nunggu surat balasannya. Kalau memang nanti sudah ada, pasti kami akan sampaikan ke masyarakat luas,” terangnya.

Tidak hanya itu, Depkes pun belum mengetahui keberadaan warga Indonesia yang telah terinfeksi virus flu kambing di Belanda. [L1]

  • Perhatikan asupan makanan dari olahan daging ( sapi, kambing, ayam)
  • Jagalah kondisi tubuh agar stamina tetap terjaga
  • Cucilah tangan dengan sabun sampai bersih
  • Lihatlah sekitar Anda, apakah sudah bersih?
  • Waspadai jika Anda terkena flu, secepatnya perikakan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih intensif ( teridap flu mematikan atau hanya flu biasa)
  • Konsumsi Vitamin C untuk stamina tubuh Anda
  • Hindari kontak dengan binatang yang dicurigai untuk sementara.

berbagai sumber

Advertisements

Written by informasisehat

03/09/2009 at 9:59 pm

Resep Herbal untuk Demam

with one comment

Resep Herbal untuk Anak Demam

KOMPAS.com – Berikut beberapa resep herbal untuk membantu mengatasi demam ringan yang diderita anak :

Resep 1
Bahan: Bawang merah, minyak goreng, minyak kayu putih, jeruk nipis (atau air dari sedikit asam jawa).

Cara membuat: Kupas 2-3 bawang merah, cuci, dan parut. Ambil 2 sdm minyak goreng, 1/2 sdm minyak kayu putih, seiris jeruk nipis diambil airnya atau air dari sedikit asam jawa. Semua bahan dicampur.

Aturan pakai: Gosokkan ramuan tadi ke ketiak, punggung dan perut. Pada kasus demam tinggi, gosokkan ke daerah kepala, semua lipatan tubuh dan bagian-bagian tubuh yang terasa panas jika dipegang.

Bawang merah (Allium cepa L) mengandung flavonglikosida yang berperan sebagai antiradang, pembunuh bakteri, menurunkan panas, menghangatkan, memudahkan pengeluaran angin dari perut, dan mencegah penggumpalan darah.

Resep 2

labu air

labu air

Bahan: Labu air
Cara membuat: Parut labu air lalu peras dan ambil airnya.
Aturan pakai: Minumkan 3 x sehari masing-masing 1/2 gelas.

Labu air (Lagenaria leucantha Rysby) mengandung kalsium, zat besi dan vitamin C.

Resep 3
Bahan:
Air kelapa muda, madu
Cara membuat: Segelas air kelapa muda dan 1 sdm mau diaduk rata.
Aturan pakai: Diminum 2 x sehari, masing-masing 1/2 gelas untuk anak di bawah 5 tahun.

Air kelapa hijau (Cocos nucifera L) mengandung glukosa, sakarosa, fruktosa, sukrosa mineral, dan asam amino. Kandungan zat kimianya berupa enzim mampu mengurai sifat racun.

Jus Pepaya Redakan Demam

jus pepaya

jus pepaya

Bahan:
75 gram daging pepaya, potong-potong
100 gram daging semangka, potong-potong
100 ml sari jeruk keprok
1 sdm air jahe

Cara membuat:
Masukkan sekaligus pepaya, semangka, sari jeruk, dan air jahe ke dalam mangkuk blender. Proses hingga tercampur rata.
Sajikan segera.
Bahan berkhasiat lain yang meredakan demam antara lain; bawang putih, blueberry, jahe, jeruk keprok, jeruk nipis, lemon, mentimun, nanas, oregano, pepaya, semangka, dan wortel.

Obati Demam dengan Sup Ayam

/

kandungan bawang putih dan jahe redakan pilek

kandungan bawang putih dan jahe redakan pilek

KOMPAS.com – Resep tradisional yang menganjurkan makan sup ayam kala sedang demam ternyata bukan sekadar membuat perasaan menjadi nyaman. Mengapa? Karena bahan-bahan dalam sup ayam mengandung zat antiradang yang mencegah penyebaran neutrophil ke saluran pernafasan. Neutrophil adalah sel darah putih yang dapat menimbulkan radang sebagai gejala demam.

Sup ayam menghambat produksi ingus, dan uap hangatnya melancarkan rongga hidung. Obat demam di apotek mungkin ampuh meredakan gejala demam, tapi tidak benar-benar mengobati. Lain halnya dengan semangkuk sup ayam hangat. Kandungan bawang putih dan jahenya ampuh melegakan hidung dan menghangatkan. Rasanya pun lezat dan nikmat.

Jadi bila terserang demam, beristirahatlah yang cukup, perbanyak minum, dan santap semangkuk sup ayam hangat. Jangan ragu untuk menghabiskan kuahnya hingga tetes terakhir. Sebab, menurut para peneliti, khasiat yang terutama justru ada pada kuahnya itu.

Sumber : Kompas.com

Written by informasisehat

03/09/2009 at 10:32 am

Posted in flu

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Cegah Flu A-H1N1

leave a comment »

JAKARTA, KOMPAS.com – Kesadaran masyarakat akan pandemi virus influenza A-H1N1 harus lebih ditingkatkan lagi. Serangkaian laporan mengindikasikan jumlah orang terinfeksi flu A-H1N1 makin hari bertambah secara signifikan. Mulai sekarang masyarakat perlu digugah untuk mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Demikian terungkap dalam Health Forum bertajuk “Healthy Life, Happy Community” yang dilakukan oleh ASEC (ASEAN Secretariat) of Women’s Wing di Jakarta, Kamis (23/7).

Seperti dikutip dari pidato pembukaan Menkes RI Dr. dr. Siti Fadilah Supari yang dibacakan oleh wakil dari Depkes, mencegah jelas lebih baik dan jauh lebih efisien dibanding melakukan pengobatan pada pasien yang telah positif menderita flu A-H1N1.

Karena itu, masyarakat diimbau turut berkontribusi dalam membatasi dampak penyebaran pandemi. Terutama kaum wanita, diharapkan dapat membimbing dan mengarahkan, karena kaum wanita memainkan peran penting dalam keluarga dan komunitas.

Sementara media massa sebagai penyampai pesan ke publik diharapkan menyampaikan berita yang proporsional, kritis, serta memberi masukan positif. Peranan media pada titik ini adalah membagikan informasi yang komunikatif-edukatif.

Presiden Direktur ASEAN Secretariat of Women’s Wing, Vennila Pushpanathan sendiri menyatakan, “Kita perlu memiliki kepedulian pada kesehatan serta menyanterkan pendidikan kesehatan yang baik. Generasi penerus seyogyanya dipersiapkan untuk bekerja sukarela bagi program pembangunan komunitas sosial.”

Written by informasisehat

29/07/2009 at 6:53 am

FLU BABI BERPOTENSI MENJADI WABAH MEMATIKAN GLOBAL

leave a comment »


Disarikan dari laporan David Koop dari Mexico City untuk AP dan reportase CNN serta BBC.

Presiden Mexico, Felipe Caledron, 74, menyatakan bahwa keputusan yang dibuat pada hari Sabtu 25 April 2009 untuk mengisolasi penduduk yang terkena flu babi adalah tindakan pengamanan dengan menggunakan kekuasaannya demi mencegah perluasannya yang akan mengancam kesehatan dan keselamatan global.

Kasus-kasus baru flu babi telah dikonfirmasi juga terdapat di California dan diduga termasuk New York. Tetapi secara resmi belum bisa dinyatakan apakah kasus-kasus yang ditemukan di New York berasal dari virus yang sama dengan jenis yeng telah menewaskan 81 orang di Mexico dan mebuat 1.324 sakit sejak 13 April, seperti yang diumumkan oleh sekeretaris kesehatan Mexico pada hari Sabtu sore.

Uji laboratorium telah mengkonfirmasi flu babi merupakan penyebab dari 20 kematian yang terjadi. Para tentara Mexico dan tim medis melakukan patrol di airport-airport dan terminal-terminal bis dan berusaha mengkarantina penduduk yang diduga terinfeksi swine flu tersebut. Sebenarnya respon pemerintah Mexico dalam menangani wabah yang telah mulai berkembang sejak sekitar bulan Maret ini terlihat sangat lambat.

WHO pada hari Sabtu meminta Negara-negara di seluruh dunia untuk meningkatkan intensitas pelaporan dan pengawasan dan melaksanakan suatu respond yang terkoordinir utnuk melawan dari penyakit mematikan ini.

Dua puluh kasus baru yang diduga terkait denganv virus ini baru ditemukan hanya di kota Mexico City saja, dimana pemerintahan kota telah meliburkan sekolah-sekolah dan menutup semua fasilitas publik sampai pengumuman resmi dari pemerintah. Lebih dari 500 event, termasuk konser dan pertandingan olah raga ditunda di kota berpenduduk 20 juta jiwa tersebut. Gereja Katholik juga mengumumkan menunda misa minggu di ibukota tersebut.

Sementara kasus yang diduga terkait dengan flu babi saat ini telah dilaporkan di 16 negara bagian Mexico, menetari kesehatan Jose Cordova mengatakan bahwa “Hal tersebut belum menyebar di seluruh Negara”. Direktur Jenderal WHO, Margaret Chan mengatakan bahwa serangan virus yang belum pernah dilihat ini “memiliki potensi menajdi wabah”. WHO memilki tiga criteria yang harus dipenuhi sehingga suatu kejadian bisa masuk kriteria wabah global. Virus dapat menginfeksi manusia, dapat ditularkan/disebarkan antara manusia dengan manusia, dan penduduk dunia tidak memiliki ketahanan terhadap suatu serangan virus.

Kematian pertama terkait flu ini terjadi di selatan Oaxaca pada tanggal 13 April, tapi pemerintah Mexico tidak mengirimkan 14 sample darah dari kasus yang ada sampai 18 April kepada CDC (The Centers for Disease Control and Prevention) -yang merupakan sebuah pusat pengendalian dan pencagahan penyakit yang berada di bawah Departemen Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan Amerika- hampir bersamaan dengan saat dimana sebuah team peneliti kesehatan juga dikirimkan untuk mencari pasien-pasien yang diketahui menderita suatu gejala semacam flu atau penyakit gangguan pernafasan yang sangat jarang.

Team tersebut mencatat sesuatu yang aneh : Flu membunuh pneduduk berusia antara 20 – 40 tahun. Korban flu pada umumnya adalah bayi atau orang berusia lanjut. Wabah flu Spanyol, yang membunuh 40 juta penduduk di seluruh dunia dalam tahun 1918-1914, pertama kali juga menyerang orang berusia muda yang sehat.

Para ilmuwan telah memperingatkan selama bertahun-tahun berkaitan dengan potensi wabah serangan virus-virus yang berasal dari perpaduan mutasi genetis antara manusia dan hewan.

Flu babi dan flu biasa seringkali memiliki gejala-gejala yang hampir sama – sebagian besar disertai demam, batuk dan radang tenggorokan, meskipun beberapa korban dari Amerika juga mengalami muntah-muntah dan diare. Tetapi tidaks eperti flu biasa, manusia tidak memiliki kekebalan alami terhadap virus yang menyerang gen binatang – dan proses pembuatan vaksin baru bisa memakan waktu berbulan-bulan sampai siap digunakan.

Otoritas Mexico menyisakan keraguan setelah direktur museum Mexico, Felipe Solis meninggal pada minggu ini, beberapa hari sesudah menemani Presiden Amerika, Barack Obama dalam sebuah tour Museum Antropolgi Nasional pada tanggal 16 April. Cordova menyatak bahwa Solis mengalami gejala dan sakit gangguan saluran pernafasan yang tidak terkait dengan influenza.

Written by informasisehat

21/07/2009 at 5:17 pm

Bagaimana Virus Flu Babi Pandemik Bisa Mematikan?

leave a comment »


Dua kelompok ilmuwan berhasil mengungkap bagaimana protein virus flu babi H1N1 terikat pada reseptor korbannya.

Ferret (Image from foreignpolicyblogs.com)

Saat ini penyakit flu babi (Influenza H1N1) telah dinyatakan sebagai pandemik (level 6) oleh WHO sejak tanggal 11 Juni 2009 yang lalu. Penyebarannya kini telah dilaporkan di lebih dari 70 negara (CDC, 7 Juli 2009). Bahkan di Indonesia pun penyakit ini sudah mulai bercokol, awalnya ‘dibawa’ oleh warna negara asing yang sedang berkunjung ke Indonesia, dan kini sudah ditemukan 28 kasus positif flu babi (Media Indonesia Online, 7 Juli 2009).

Kasus flu babi (H1N1) ini memang pada umumnya masih tergolong penyakit ’sedang’, tidak terlalu mematikan. Berdasarkan data WHO per tanggal 29 Juni 2009, terjadi 311 kematian dari 70.893 kasus positif flu babi atau sekitar 0.44% (dibanding dengan flu burung H5N1 yang mencapai 80%). Namun kini mulai dilaporkan adanya peningkatan ‘keganasan’ sang virus, tingkat kematian akibat virus H1N1 mulai meningkat dan semakin cepat yang nampaknya akibat aktifitas viral pneumonia. Dan kini dua kelompok ilmuwan telah menemukan titik terang mengapa virus ini semakin ganas, dan ini ada hubungannya dengan cara virus terikat dalam tubuh penderita.

Sesuai namanya, virus flu babi H1N1 ini berasal dari babi, sehingga ia terikat dengan baik pada molekul-molekul permukaan sel dalam sistem pernafasan mamalia lain, termasuk manusia. Tetapi ada sedikit perbedaan cara protein-protein flu terikat pada reseptor-reseptor ini.

Image from howtotakecareofferrets.com.

Dua tim terpisah — yang pertama dipimpin oleh Ron Fouchier dari Erasmus University di Rotterdam, Belanda, dan yang kedua oleh Terrence Tumpey dari Centres for Disease Control (CDC) Atlanta, Georgia, USA — keduanya melaporkan bahwa dibanding virus flu biasa, virus pandemik ini terikat lebih dalam pada sistem pernafasan ferret (sejenis musang), binatang yang lebih mirip dengan manusia ketika ia terserang flu.

Virus dari famili H1N1 yang sama dengan virus flu pandemik, telah bersirkulasi sebagai flu musiman biasa sejak 1977. Kedua kelompok peneliti tadi menemukan bahwa virus musiman terikat hampir secara eksklusif pada sel dalam hidung ferret. Sementara itu H1N1 pandemik terikat lebih dalam, di batang tenggorokan paru-paru, bronchi dan bronchiole. Virus pandemik juga bereplikasi lebih banyak, dan menyebabkan lebih banyak kerusakan, meskipun tidak ada ferret yang sakit parah.

Risiko Pneumonia

Setiap individu memiliki reaksi yang berbeda terhadap virus. Virus yang terikat lebih dalam di paru-paru dapat memicu potensi pneumonia yang fatal jika orang yang terinfeksi mengalami peradangan hebat sebagai respon terhadap virus tersebut. Ini dapat dilihat pada kasus pandemik H1N1 tahun 1918 yang menyebabkan viral pneumonia yang sangat cepat, bisa membunuh dalam hitungan jam. Menurut Fouchier, pengikatan dan replikasi virus H1N1 pandemik pada sistem pernafasan yang lebih dalam pada ferret cocok dengan viral pneumonia yang teramati pada manusia.

Kelompok peneliti dari USA juga menemukan bahwa pengikatan terjadi pula dalam usus, ini menjelaskan terjadinya rasa mual dan muntah-muntah pada beberapa kasus flu pandemik. Kedua tim menyimpulkan bahwa virus ini dapat beradaptasi lebih ‘baik’ pada manusia, sehingga menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Meskipun ini merupakan hasil penelitian ilmiah, namun kita berharap pandemik ini akan segera berakhir dan tidak akan jatuh lebih banyak korban lagi.

Referensi Jurnal: Science (DOI: 10.1126/science.1177238, DOI: 10.1126/science.1177127)

Sumber: NewScientist

Written by informasisehat

21/07/2009 at 5:15 pm

Flu Burung Flu Babi Lebih Mematikan

leave a comment »

Flu Burung Flu Babi Lebih Mematikan

BERITA – teknologi.infogue.com – Flu burung telah menelan lebih dari 60 persen korban, namun penyakit ini tidak mudah menular dari manusia ke manusia. Sementara flu babi, meski menginfeksi lebih sedikit korban, namun mudah sekali menyebar melalui bersin atau jabat tangan. Bagaimana jika kedua penyakit ini bersatu?

Hal ini memang belum pernah terjadi melainkan para ilmuwan menggambarkan skenario yang dikhawatirkan bisa terjadi sewaktu-waktu, demikian keterangan yang dikutip dari News Yahoo, Jumat (8/5/2009).

Andai kedua virus ini bertemu, kemungkinan akan terjadi di wilayah Asia yang menjadi daerah endemi terbesar flu burung. Pada saat flu burung bertemu dengan flu babi, keduanya akan menjadi penyakit baru yang lebih membahayakan dan berpotensi menyebar lebih luas di seluruh dunia.

Para ilmuwan tidak begitu yakin bagaimana terjadinya kemungkinan ini. Namun perlu diingat bahwa flu babi ini merupakan gabungan antara virus burung, manusia dan babi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hal ini menandakan bahwa jenis penyakit ini sangat mahir berkembang biak dan secara evolusioner mencaplok materi genetik dari virus flu lainnya.

“Virus luar biasa ini nampaknya memiliki kemampuan unik dalam menginfeksi gen lainnya,” kata ahli virus Dr. Robert Webster yang menjadi ketua tim penelitian virus flu babi di Carolina Utara pada 1998.

“Ketakutan terbesar saya adalah ketika virus H1N1 merambah ke titik pusat penyebaran virus H5N1 di Indonesia, Mesir dan China, barulah kita akan mendapatkan masalah. Oleh karenanya kita patut waspada dari sekarang,” kata Webster

Sementara itu, Dave Daigle, juru bicara dari Centers for Disease Control and Prevention Amerika tidak memberikan komentar spesifik mengenai skenario yang digambarkan Websters.

Menanggapi sikap Daigle, Webster mengingatkan bahwa dengan meremehkan virus flu babi akan menjadi kesalahan besar dalam dunia kesehatan.
Sumber: okezonecom

Written by informasisehat

21/07/2009 at 5:13 pm

Istilah Flu Babi Keliru

leave a comment »


Paris – Istilah ‘swine flu’ atau flu babi untuk menyebut wabah flu mematikan yang tengah melanda dunia, menurut Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau OIE adalah keliru. Sebab virus strain baru ini merupakan gabungan dari virus burung, manusia dan babi.

Ditegaskan OIE, pathogen ini bukan virus manusia klasik namun virus yang mencakup karakteristik komponen virus avian (burung), babi dan manusia.

“Virus tersebut hingga kini tidak terisolasi pada hewan. Karena itu, tidak benar menamakan penyakit ini influenza babi,” demikian pernyataan badan kesehatan hewan yang bermarkas di Paris, Prancis itu seperti dilansir AFP, Selasa (28/4/2009).

Diimbuhkan OIE, ilmu sains nantinya akan menunjukkan apakah virus tersebut beredar di antara hewan ternak dan hasilnya akan menentukan apakah negara-negara telah bertindak benar dengan melarang impor babi.

Ditandaskan OIE, epidemi flu manusia di masa lalu yang berasal dari hewan telah dinamai sesuai asal geografisnya, seperti flu Spanyol. “Adalah logis untuk menyebut penyakit ini ‘influenza Amerika Utara,” usul OIE.

Dalam wawancara dengan AFP, Dirjen OIE Bernard Vallat menyatakan tak ada bukti kalau virus flu babi ini benar-benar berasal dari hewan babi.

“Belum ada bukti kalau virus ini, yang saat ini beredar di antara manusia, benar-benar berasal dari hewan. Tak ada elemen untuk mendukung ini,” tegas Vallat.

Diimbuhkan Vallat, sangat tidak adil untuk menghukum para peternak babi yang menggantungkan hidupnya dari usaha tersebut, dengan membicarakan risiko yang belum terbukti sama sekali. Apalagi menurutnya, sejauh ini tak seorang pun bisa menunjukkan bagaimana atau di mana strain virus baru ini terbentuk.

Rita Uli Hutapea – detikNews

Written by informasisehat

18/07/2009 at 11:52 am