HIDUP SEHAT

hidup sehat adalah pilihan

Archive for the ‘gigi’ Category

Sakit Gigi Bisa Menular

with 3 comments

 

sakit mana : sakit gigi atau sakit hati?

KOMPAS.com — Semua orang tahu jika influenza bisa menular. Tapi masak, iya, gigi berlubang juga ikut menular? Walaupun terdengar aneh, para ilmuwan menemukan bahwa hal itu bukan saja mungkin tapi juga sering terjadi.

Selama ini permen dan makanan manis sering dituding sebagai biang penyebab lubang di gigi. Namun sebenarnya, gigi berlubang (karies) disebabkan oleh bakteri yang menempel di gigi dan partikel yang berasal dari makanan. Bakteri tersebut mengubah gula dan karbohidrat yang dimakan menjadi asam. Bakteri dan asam yang dibektunya menjadi endapan lengket yang disebut plak gigi.

Seperti halnya virus flu yang bisa menular ke orang lain, demikian juga halnya dengan bakteri penyebab karies gigi. Salah satunya adalah Streptococcus mutan. Anak balita dan anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan tertular.

Penelitian menunjukkan anak-anak sering tertular bakteri Streptococcus mutan itu dari orangtua atau pengasuhnya, misalnya saat mencicipi makanan anak untuk mengetahui apakah terlalu panas atau tidak. Penularan bakteri ini juga sering terjadi pada pasangan.

“Ada kasus pasien berusia 40 tahun yang sebelumnya tidak pernah mengalami lubang di gigi tiba-tiba dua giginya berlubang dan mulai menderita radang gusi. Ternyata, setelah diselidiki wanita tersebut baru berpacaran dengan pria yang sakit radang gusi dan sudah bertahun-tahun tidak pernah ke dokter,” kata Dr Margaret Mitchell, dokter gigi di Chicago.

Untuk mengurangi risiko gigi berlubang, ia merekomendasikan untuk membersihkan gigi secara teratur. Kebiasaan mengunyah permen karet tanpa gula juga dianjurkan untuk meningkatkan produksi air liur sehingga pembentukan plak dan bakteri bisa dihambat.
Sumber :

Lusia Kus Anna

New York Times

Advertisements

Written by informasisehat

23/06/2011 at 11:41 pm

Posted in gigi

Tagged with

Keju Baik untuk Gigi

leave a comment »

KOMPAS.com — “Nutrisi terbaik bisa membantu kita dalam pembentukan tubuh yang terbaik juga,” ujar Paula Shannon Jones, DDS, juru bicara dari  The Academy of General Dentistry. Jadi, apa pun yang kita makan akan memberikan dampak bagi gigi dan gusi kita.

Tetapi, makanan “sehat” pun ada yang bisa menjadi pemicu lubang pada gigi kita. Cermat dalam memilih asupan yang tepat ke dalam mulut kita merupakan langkah pencegahan yang baik. Berikut asupan “sehat” yang benar-benar sehat bagi gigi kita:

Kayu manis
Minyak yang terdapat dalam kayu manis dapat membunuh segala bakteri dan kuman dalam mulut kita. Tidak seperti peppermint, rosemary, dan cengkeh—yang hanya menyamarkan aroma mulut yang tidak sedap—kayu manis benar-benar dapat membunuh bakteri mulut yang memproduksi hydrogen sulfide (penyebab bau mulut). Sebuah penelitian mengungkapkan, mengonsumsi permen karet dengan rasa kayu manis bisa menghilangkan bakteri mulut sampai 50 persen.

Perbanyak asupan makanan berserat
Mengonsumsi buah dan sayuran berserat tinggi, seperti apel, jeruk, dan wortel, sangat baik untuk gigi dan tubuh kita. Makanan berserat tinggi sebenarnya dapat berfungsi sebagai “sikat gigi” yang secara alami akan membersihkan gigi dan membuatnya terlihat lebih putih dan bersinar. Selain itu, vitamin C dalam jeruk sangat diperlukan sebagai penjaga kesehatan jaringan gusi kita. Ada sekitar 25 persen orang yang hanya mengonsumsi vitamin C kurang dari 60 mg memiliki kesempatan lebih banyak untuk terkena penyakit gusi dibanding yang mengonsumsi 180 mg atau lebih, demikian hasil penelitian dari State University of New York University, Buffalo.

Keju dan susu
Produksi air liur akan meningkat secara alami ketika kita mengonsumsi keju. Itu artinya, pada saat sedang memakan keju kita tetap bisa memiliki gigi yang bersih. Kandungan kalsium yang tinggi dalam keju dan susu berfungsi memperkuat tulang alveolar pada rahang agar gigi kita tetap berada di posisinya. Untuk wanita berusia sampai dengan 50 tahun dianjurkan mengonsumsi kalsium sebanyak 1.000 mg/hari dan 1.200 mg/hari untuk yang berusia di atas 50 tahun.

Tips: Gunakan sedotan saat meminum minuman bersoda, isotonik, dan jus. Khusus untuk jus, apakah yang diet atau sugar-free pasti mengandung asam citric dan phosphoric yang bisa mengikis email gigi kita. Itu mengapa, studi dari British Dentar Journal menyarankan meminum minuman dengan sedotan bisa membantu melindungi email gigi dari kontak langsung dengan asam minuman tersebut.

(Astrid Anastasia)

Written by informasisehat

29/07/2009 at 7:03 am

Posted in gigi

Tagged with ,

Gula Vs Gigi Berlubang

leave a comment »

Laporan wartawan KOMPAS.com Lusia Kus Anna

Hobi menyantap makanan dan minuman manis mengancam kesehatan gigi? Jangan khawatir, dengan trik berikut, Anda tetap bisa menikmati gula sekaligus memiliki gigi yang sehat.

Membatasi konsumsi gula memang tak mudah. Bagaimana tidak, hampir semua makanan khas Indonesia mengandung gula, mulai dari menu utama, seperti gudeg, hingga jajanan khas macam dodol atau bika ambon. Bahkan di beberapa suku berlaku aturan menghidangkan minuman manis bagi tamu merupakan tanda kesejahteraan tuan rumah.

Berdasarkan data dari Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia, jumlah konsumsi gula nasional di Indonesia tahun 2002 tercatat 3,3 juta ton. Pada tahun-tahun berikutnya tingkat konsumsinya terus naik dengan laju 4,2 persen per tahun dan di tahun 2009 diperkirakan mencapai 4,85 juta ton.

Tak heran bila karies gigi (gigi berlubang) diderita oleh 90,5 persen penduduk Indonesia. Penyakit gigi dan mulut juga menempati urutan tertinggi keenam dalam penyakit yang dikeluhkan masyarakat, berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2001.

Ancaman gigi berlubang memang selalu mengintai para penggemar makanan manis. Menurut drg Tri Erri Astoeti, MKes, dari seluruh jenis gula, sukrosa (gula pasir dan pemanis untuk cokelat, permen, dan kue) adalah yang paling berbahaya. “Sukrosa adalah golongan glukosa yang paling cepat diubah menjadi asam oleh mikroba di mulut yaitu streptococcus mutans,” katanya.

Sekitar dua menit setelah gula masuk ke dalam plak gigi, streptococcus mutans akan memproduksi asam yang bisa menurunkan kadar mineral dalam gigi. “Setelah makan makanan manis, kuman tadi akan memproduksi materi yang lengket di gigi yang disebut glucan. Proses ini dapat merusak email pelindung gigi,” jelas drg Erri.

Normalnya, kadar keasaman di mulut adalah 7. Namun, konsumsi gula yang berulang kali seperti pada pencandu makanan dan minuman manis dapat membuat pH berada di bawah 5,7 yang merupakan kondisi kritis untuk kerusakan gigi.

Kalau semua menu dan camilan di sekitar kita mengandung gula, mungkinkah menghindari ancaman gigi berlubang? “Bila kita rajin menyikat gigi setelah menyantap makanan manis, karies gigi dapat dicegah,” kata Erri.

Menurut dia, menyikat gigi setelah makan berguna untuk mengganti mineral yang lepas akibat gula yang menempel di gigi. “Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride karena sudah terbukti bagus untuk mengembalikan mineral. Bila tak sempat sikat gigi, minimal berkumur dulu dengan air putih,” ulasnya.

Menyikat gigi pun sedikitnya dilakukan dua kali sehari, yakni setelah makan dan sebelum tidur. “Sikat seluruh bagian gigi, termasuk gusi dan lidah karena saliva sering menggenang,” paparnya.

Agar gigi selalu kuat, konsumsi bahan makanan yang tinggi kalsium, seperti susu, keju, atau yoghurt, dan makanan yang mengandung fluoride, seperti ikan asin, rebusan tulang ayam, dan teh. “Tapi minum tehnya tanpa gula,” cetus Erri.

Gigi yang telah berlubang sebaiknya segera ditambal. Bila dibiarkan proses pelubangan akan terus berjalan, hingga kuman sampai ke bagian saraf dan pembuluh darah di pangkal gigi atau gusi. Hal ini menyebabkan peradangan sehingga kita merasakan nyeri.

Melalui pembuluh darah, kuman yang bersarang di lubang gigi atau gusi dapat menyebar ke seluruh tubuh dan berkembang biak di organ tubuh lain, seperti mata, ginjal, dan jantung. Maka, sakit gigi bisa menimbulkan keluhan lain, seperti pusing, pegal di leher dan punggung, rasa sakit di mata, atau terganggunya pendengaran.

Written by informasisehat

22/07/2009 at 2:14 pm