HIDUP SEHAT

hidup sehat adalah pilihan

Archive for the ‘mitos makanan’ Category

Benarkah Susu Sebabkan Kanker?

with 2 comments

 

 

Kompas.com – Manfaat susu sebagai nutrisi penunjang kesehatan akhir-akhir ini mulai diragukan seiring dengan banyaknya mitos-mitos mengenai susu, salah satunya menyebabkan kanker. Bagaimana yang benar?

Mitos ini sebenarnya berawal dari tahun 1993 ketika FDA menyetujui departemen peternakan di Amerika untuk menggunakan hormon pertumbuhan (rBGH) pada hewan ternak. Praktek tersebut menyebabkan produksi susu sapi meningkat pesat sehingga harga susu pun bisa ditekan. Namun hal itu juga menimbulkan kontroversi karena rBGH meningkatkan konsentrasi insulin-like growth factor (IGF), hormon yang terkait kanker, dalam susu meningkat.

Tetapi, berbeda dengan hormon steroid yang bisa dikonsumsi secara oral, rBGH dan IGF harus disuntikkan untuk mendapatkan efeknya. Hal itu karena proses pencernaan akan menghancurkan hormon protein ini. Karena itu minum susu yang berasal dari sapi yang diberi hormon tidak serta merta mentrasfer bahan aktif kimia ini ke dalam tubuh. Dengan kata lain, rBGH dan IGF baru bisa menyebabkan kanker jika disuntikkan langsung ke tubuh manusia.

Meski begitu, karena persoalan etik, kini praktik pemberian hormon pada ternak sapi sudah dilarang. Para peneliti dari Kanada juga menemukan bahwa sapi yang diberi hormon lebih rentan terkena infeksi mastitis.

Bagaimana dengan antibiotik pada pakan ternak? Beberapa pendapat menyebutkan antibiotik yang ada dalam tubuh ternak sapi akan mengendap dalam susu dan dagingnya. Jika dikonsumsi dalam waktu lama hal ini akan menyebabkan orang yang mengonsumsinya menjadi resisten antibiotik.

Mengenai hal ini belum ada ilmuwan yang bisa memastikannya karena belum ada penelitian yang membuktikannya. Bila Anda khawatir dengan isu antibiotik ini, saat ini di pasaran terdapat produk susu organik yang bebas dari hormon dan antibiotik. Namun mungkin harganya relatif mahal.

Written by informasisehat

02/12/2010 at 12:47 am

Posted in mitos makanan

Tagged with

Lima Kebiasaan Buruk yang Perlu Anda hindari!

leave a comment »

waspadai pola makan buruk

waspadai pola makan buruk

Tanpa disadari, banyak diantara kita yang memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk menyangkut aktivitas MAKAN. Kebiasaan buruk tersebut tentu saja akan membawa dampak bagi kesehatan tubuh terkait dengan saluran pencernaan. Oleh karena itu, kebiasaan buruk tersebut tidak boleh dipelihara! Apa saja lima diantaranya?

1. Tidak makan pagi

Makan pagi sangat dibutuhkan untuk memberikan energi bagi tubuh dan membantu otak untuk berpikir. Karena itu, kebiasaan tidak makan pagi sangat tidak baik untuk kesehatan. Pilihan yang terbaik untuk makan pagi yang sehat ialah buah-buahan.

2. Makan sebelum tidur

Jika anda makan makanan pedas, makanan berlemak, atau yang mengandung kefein selama 1-3 jam sebelum tidur, kualitas tidur akan jauh berkurang. Kelelahan juga bisa menjadi akibatnya. Makanan berlemak dapat membuat pencernaan menjadi lamban dan makanan pedas bisa menimbulkan sakit maag. Karena itu, beri jangka waktu yang cukup antara makan malam anda dengan jam tidur.

3. Ngemil

Jika yang anda kudap adalah wortel atau buah, maka tak masalah. Pasalnya, yang biasa menjadi cemilan adalah snack yang hanya menyumbang lemak dan kalori dalam tubuh. Untuk solusinya, makanlah dalam porsi kecil 5 sampai 6 kali satu hari. Ini akan membantu membakar kalori sepanjang hari, karena sistem metabolisme bisa lebih bekerja dengan baik akibat pola makan tersebut.

4. Membiarkan diri kelaparan

Membiarkan diri kelaparan akan mengganggu sistem pencernaan tubuh. Jika ini dilakukan untuk mengurangi berat badan, yang terjadi malah bisa sebaliknya. Reaksi pertama tubuh bagi orang yang kelaparan ialah naiknya berat badan dari simpanan lemak tubuh. Ketika tubuh dibiarkan lapar, tubuh menanti kapan datangnya makanan kembali. Ketika makanan akhirnya tiba, tubuh langsung menyimpannya menjadi cadangan lemak, sebagai antisipasi jika tubuh kelaparan lagi. Akibatnya, lemak malah jadi menimbun. Karena itu, makanlah dengan porsi kecil tetapi sering!

5. Makan terlalu cepat

Makan terlalu cepat membuat tubuh tidak bisa mencerna makanan dengan sempurna, terutama di daerah mulut. Sebaiknya, belajarlah untuk mengunyah agak lama sehingga makanan bisa diserap dengan baik nantinya. Makan terlalu cepat juga bisa membuat seseorang makan berlebihan dan resikonya ialah naiknya berat badan. Makan perlahan bisa membantu otak mengetahui bahwa kita sedang makan dan dengan demikian bisa memberi sinyal ketika kita sudah kenyang.

Apakah diantara kelima kebiasaan di atas pernah Anda lakukan? Mulai detik ini, kurangi setelah itu hentikan sama sekali!

Posted in Anda Perlu Tahu, Buletin 2007, Juli 2007 – Maag.

By PIOGAMA

Written by informasisehat

07/10/2009 at 3:20 am

Makanan yang Menurunkan Libido

leave a comment »

KOMPAS.com – Anda mungkin sudah mengetahui bahwa ada beberapa makanan yang dapat membangkitkan gairah seksual, seperti pisang, strawberry berlapis cokelat, buah delima, asparagus, atau es krim vanila. Kini, dalam bukunya Eat This, Not That!, David Zinczenko dan Matt Goulding membeberakan jenis makanan apa saja yang justru akan menurunkan gairah seks Anda. Ada beberapa dari makanan yang pernah disebut-sebut sebagai pembangkit gairah, ternyata tidak akan memberikan efek seperti yang diharapkan jika tidak dikonsumsi dengan cara yang semestinya. Contohnya, tiram. Nah, makanan apa lagi yang perlu dihindari, dan apa penggantinya?

Tiram
Makanan ini memang kerap diidentikkan dengan peningkatan libido pada pria, karena kadar yodium dan seng yang tinggi. Yodium dapat membantu mendongkrak pernafasan dan suhu tubuh, sedangkan seng meningkatkan produksi sperma dan testosteron. Namun, tim peneliti yang beranggotakan ilmuwan Amerika dan Italia baru-baru ini mendapati bahwa remis, kerang, dan tiram, mengandung dua jenis asam amino yang memicu pelepasan hormon-hormon seksual. Tetapi untuk membuatnya bekerja, seorang pria harus mengonsumsi setidaknya 50 tiram sekali sajian. Padahal, dalam 10 gr tiram, kandungan kolesterolnya sudah mencapai 450 mg!

Pilih saja: Biji labu
Biji labu juga kaya kandungan seng dan protein, dan selain itu membantu melindungi pria dari kanker prostat.

Tomat
Tomat mungkin dipromosikan sebagai salah satu bahan makanan pencegah kanker. Namun kandungan lycopene dan phytofluene pada tomat dapat menurunkan kadar testosteron. Seperti Anda ketahui, rendahnya kadar testosteron pada wanita juga akan menurunkan libido dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Efeknya tidak begitu dramatis sih, namun sebaiknya makanan yang berisi tomat dihindari saja.

Pilih saja: Kelapa
Kelapa merupakan sumber senyawa lemak yang kaya, yang dapat meningkatkan aktivitas testosteron pada tubuh Anda. Anda tinggal mencari makanan yang bersantan. Hanya saja, dalam 10 gr santan kelapa mengandung 185 mg kolesterol.

Cabai merah
Makanan pedas mungkin membangkitkan selera makan Anda, tetapi belum ada penelitian yang membuktikan bahwa cabai dapat meningkatkan libido. Salah-salah Anda malah sakit perut saat si dia tengah mesra-mesranya.

Pilih saja: Kunyit
Bahan rempah ini terbukti berfungsi sebagai antidepressant dan pencegah rasa sakit. Kedua efek ini dapat membantu Anda menenangkan hal-hal yang membunuh hasrat. Kunyit juga mengandung picrocrocin, zat kimia yang membuat tubuh Anda lebih sensitif terhadap sentuhan. Nah, beruntunglah kita yang ada di Indonesia, karena mudah saja mengolah makanan dengan bumbu kunyit.

Setengah botol anggur
Anggur mungkin bukan minuman yang Anda konsumsi sehari-hari, namun sekali waktu harus bersosialisasi dalam perjamuan tertentu. Bila malam itu Anda minum lebih dari segelas anggur, jangan harap Anda akan bersemangat menghadapi suami di atas ranjang. Segelas anggur memang dapat menyebabkan pembuluh darah Anda rileks, namun konsumsi lebih dari itu akan membalikkan pengaruhnya, dan menghalangi bangkitnya gairah seksual.

Pilih saja: Dark chocolate
Sebuah studi di Italia baru-baru ini mendapati bahwa wanita yang menikmati cokelat setiap hari diklaim memiliki kehidupan seksual yang lebih memuaskan. Cokelat mengandung campuran zat kimia yang dihubungkan dengan relaksasi, intoksikasi, dan kesenangan. Seperi permen, cokelat memicu pelepasan hormon endorfin yang memberikan rasa nyaman. Cokelat juga menyediakan sejumlah trytophan yang mengatasi kegelisahan, membangkitkan kafein, dan beberapa substansi (anandamide dan theobromine). Jika berjumlah besar, kedua substansi ini akan bekerja seperti obat penenang. Anda harus mengonsumsi sejumlah besar cokelat untuk merasakan efek semacam ini, namun menikmati beberapa potong usai makan malam juga dapat membantu memperbaiki mood Anda.

Written by informasisehat

29/07/2009 at 7:04 am

Biar Tak Sakit, Hati-hati Konsumsi Makanan!

leave a comment »

JAKARTA, KOMPAS.com – Pola hidup masyarakat rumpun Melayu makin terpengaruh gaya hidup barat sebagai dampak globalisasi. Hal ini ditandai tingginya tingkat konsumsi makanan tinggi kalori dan lemak. Akibatnya, makin banyak orang yang mengalami hipertensi dan kolesterol tinggi.

Demikian disampaikan Prof Sidartawan Soegondo dari Divisi Endrokrinologi dan Metabolisme Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo, dalam Konferensi Ilmu Kedokteran Malaysia, Indonesia, Brunei ke-5, Kamis (23/7), di Jakarta.

Tingginya angka kasus penyakit kronik atau penyakit tidak menular mencerminkan perubahan kultur, sosial dan ekonomi seiring globalisasi, urbanisasi dan peningkatan populasi penduduk usia lanjut. Populasi di negara berpendapatan menengah ke bawah kini banyak mengonsumsi makanan tinggi kalori, lemak, garam dan gula.

Peningkatan konsumsi jenis makanan itu di negara-negara tersebut dipicu oleh peningkatan pendapatan masyarakat dan keterbatawan waktu untuk menyiapkan makanan. Sasaran pemasaran global saat ini adalah anak-anak dan remaja yang menyebabkan perilaku makan tidak sehat.

Hal ini menyebabkan risiko penyakit kronik makin tinggi pada usia lebih muda di negara-negara berkembang. Populasi dengan kolesterol tinggi dan kelebihan berat badan menin gkat cepat saat negara-negara miskin jadi lebih kaya dan pendapatan masyarakat meningkat. Urbanisasi membuat warga terpapar produk baru, teknologi, pola makan tak sehat, dan jarang beraktivitas fisik.

Pola makan masyarakat rumpun Melayu yang terbiasa makan banyak sayuran kini bergeser jadi tinggi kalori dan lemak seperti pola makan barat padahal secara genetik masyarakat rumpun Melayu tidak butuh banyak kalori, kata Saptawati Bardosono dari Departemen Gizi FKUI. Namun perubahan pola makan ini tidak diikuti dengan memperbanyak aktivitas fisik.

Meningkat

Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi, diikuti penggunaan tembakau, total kolesterol, sedangkan konsumsi sayuran dan buah-buahan relatif rendah. Faktor risiko pen yakit kardiovaskular umumnya berkaitan dengan perubahan gaya hidup. Obesitas berkaitan dengan diabetes melitus, kata Sidartawan.

Dalam studi kolaborasi antara FKUI dan Fakultas Kedokteran Universitas Kebangsaan Malaysia menunjukkan ada kesamaan profil hipertensi pada masyarakat dua negara itu. Hasil studi tentang hipertensi menunjukkan, angka hipertensi di komunitas perkotaan dan pedesaan tinggi, hal serupa terlihat di Malaysia.

Pre hipertensi dialami 41,4 persen responden di pedesaan di Lido, Bogor, 34,9 persen responden di Jakarta, dan 38,1 persen responden di Malaysia. Hipertensi tahap satu dialami 20,7 persen responden di Lido, sebanyak 26,9 persen responden di Jakarta, dan 23,5 persen di Malaysia. Hipertensi tahap dua justru lebih banyak dialami resp onden di pedesaan yaitu 16,8 persen daripada di perkotaan (14,6 persen).

Sementara angka obesitas di Jakarta sebanyak 27,9 persen dari total responden, dan di Malaysia mencapai 43,6 persen dari total jumlah responden. Obesitas dipengaruhi oleh pola makan yang dikonsumsi masyarakat. “Tingginya angka obesitas di Malaysia kemungkinan karena kebiasaan konsumsi makanan berlemak tinggi,” kata Prof Bastaman Basuki dari Departemen Kedokteran Komunitas FKUI yang ikut dalam studi itu.

Written by informasisehat

29/07/2009 at 6:55 am

Sepuluh Mitos Menyesatkan Soal Makanan

leave a comment »


Oleh Kompas Cyber Media

1. Gula menyebabkan diabetes

Jika Anda penderita diabetes, Anda perlu memperhatikan asupan gula dan karbohidrat untuk menjaga kadar gula darah. Bila bukan diabetesi, asupan gula tak menyebabkan diabetes. Yang benar, makanan tinggi kalori, termasuk banyak minum dan makan manis, kegemukan, dan tak pernah olahraga adalah faktor risiko utama penyebab penyakit diabetes tipe 2.

2. Semua lemak buruk

Kita semua butuh lemak karena lemak membantu penyerapan vitamin A, D, E, K, transmisi saraf, dan menjaga integritas membran sel. Namun, ketika dikonsumsi berlebihan, lemak menyebabkan peningkatan berat badan, penyakit jantung, dan kanker. Tentu tidak semua lemak buruk.

Pilihlah lemak baik yang disebut lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda dalam pola makan sehari-hari. Lemak tak jenuh ini terdapat pada ikan dan kacang kacangan.

3. Gula cokelat lebih baik dibanding gula putih

Memang benar gula cokelat mengandung sejumlah mineral. Namun, mineral itu bisa terasa manfaatnya untuk tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah banyak sekali. Dalam konsumsi sehari-hari, perbedaan kandungan mineral itu tak terlalu signifikan.

4. Kulit telur cokelat lebih bergizi dibanding yang putih

Warna kulit telur dapat berwarna-warni, tetapi itu tak ada hubungannya dengan kualitas, rasa, dan kandungan nutrisinya.

5. Turunkan kolesterol dengan pantang seafood

Kuncinya adalah konsumsi dalam jumlah wajar karena seafood memang mengandung kolesterol. Kadar koesterol dalam tubuh sebagian besar dipengaruhi oleh lemak jenuh dan trans fatty acid. Keduanya ini terdapat dalam daging merah dan makanan kemasan olahan. Trans fatty acid terdapat di snack kemasan, gorengan, atau margarin yang berisi minyak hydro genated.

6. Hindari karbohidrat agar berat badan cepat turun

Pesan utama diet rendah karbohidrat adalah karbohidrat mempercepat produksi insulin yang ujung-ujungnya akan menambah berat badan. Namun, membatasi asupannya secara berlebihan bisa membuat tubuh kekurangan karbohidrat untuk kegiatan harian. Akibatnya, tubuh akan membakar cadangan karbohidrat untuk energi, dengan melepaskan air. Itulah sebabnya Anda kehilangan banyak air ketika diet rendah karbohidrat.

7. Hindari kacang-kacangan karena berlemak

Memang benar kacang-kacangan tinggi kalori. Asal tak berlebihan, kacang-kacangan baik untuk kesehatan karena mengandung lemak tak jenuh tunggal dan ganda.

8. Ibu hamil harus makan untuk dua orang

Kebutuhan energi setiap orang itu berbeda. Rekomendasi tambahan gizi untuk ibu hamil adalah 100 kilo kalori untuk trimester pertama dan 300 kilo kalori untuk trimester kedua. Contohnya, tambahan kudapan sebelum tidur untuk ibu hamil adalah buah, yoghurt, dan beberapa potong biskuit.

9. Tidak makan malam membantu menurunkan berat badan

Banyak orang berpikir, makan lebih sedikit berarti mempercepat penurunan berat badan. Mereka tidak tahu, ketika tak makan, tubuh berpikir kita sedang kelaparan dan karenanya memperlambat proses metabolisme. Kita pun cenderung makan banyak sesudah melewati waktu makan. Karena itu, jangan lewatkan waktu makan. Cara yang sehat adalah makan sering tetapi dalam porsi kecil agar gula darah terus seimbang.

10. Daging merah tidak baik untuk kesehatan

Memang benar daging merah meningkatkan risiko penyakit jantung karena kandungan lemak jenuhnya. Padahal, daging putih juga mengandung lemak jenuh. Seporsi daging sapi sirloin atau babi tenderloin mengandung lemak jenuh lebih sedikit daripada paha ayam dengan kulit. Jangan makan daging ayam dengan kulitnya. Pilih daging sapi tanpa lemak agar tidak menambah kandungan lemak jenuh dalam tubuh.*

Written by informasisehat

18/07/2009 at 1:13 am