HIDUP SEHAT

hidup sehat adalah pilihan

Archive for the ‘obat alami’ Category

Ternyata tokek bisa berkhasiat

with 14 comments

Tokek Ternyata Berkhasiat Antitumor

tokek

tokek

KOMPAS.com Sebuah penelitian mengidentifikasi bahwa binatang sejenis cicak yang disebut tokek dan sering digunakan dalam pengobatan tradisional China atau traditional Chinese medicine (TCM) memiliki efek anti-tumor.

Sifat anti-tumor ini ditunjukkan melalui kemampuan menghambat tumor dengan cara memperkuat energi tubuh. Tim yang diketuai Prof Wang dari Universitas Henan, China, menunjukkan bahwa zat aktif tokek tidak hanya meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh dari suatu organisme, tetapi juga menginduksi sel-sel tumor apoptosis (yang membunuh dirinya sendiri) serta menekan ekspresi protein VEGF dan bFGF, faktor pendukung berkembangnya kanker.

Kemoterapi—salah satu metode utama dalam pengobatan kanker yang kerap dilakukan para dokter saat ini—memiliki kelemahan karena tidak bisa selektif menyerang sel kanker sehingga memengaruhi zat antikanker itu sendiri, juga mengandung racun.

Pada 40 tahun terakhir ini, para ahli dari China telah mendapatkan dan menggunakan metode pengobatan kanker yang lebih efektif, yang diintegrasikan dengan TCM plus kemoterapi. Temuan-temuan tentang hal ini telah dipublikasikan setahun lalu pada 7 Juli 2008 di World Journal of Gastroenetrology (Jurnal Gastroenterologi).

Jumat, 25 September 2009 | 19:12 WIB
ABD

Daging Tokek yang Ampuh Obati Gatal Kulit

tokek

tokek

KOMPAS.com – Tokek yang dalam bahasa Inggrisnya dikenal dengan nama Tokay Gecko atau Tucktoo, diyakini masyarakat dapat menyembuhkan penyakit gatal pada kulit badan. Didih (48) misalnya, mengaku pernah sembuh dari gatal gara-gara tokek.

“Dulu saya pernah ngalamin gatal-gatal di dikulit badan saya. Terus ada teman yang menganjurkan supaya saya makan daging tokek, saya ikutin anjurannya. Saya makan daging bakar tokek. Setelah beberapa kali makan, gatal saya hilang,” ujar Didih saat ditemui Kompas.com di kediamannya di Pancoran Mas, Depok, Jumat (25/9).

Sebelum merasakan efek daging tokek, Didih mengaku sering mendengar kabar perihal khasiat organ tokek bagi kesehatan manusia. Namun, karena bentuk dan coraknya yang menjijikan, Didih mengaku enggan mencobanya. “Tapi akhirnya saya coba juga. Siapa tahu sembuh, Alhamdulillah sembuh juga,” katanya.

Hal yang sama dialami Suryadi Cahyo Asmoro (37). Pria warga Cipedak, Ciganjur ini sempat stres selama berbulan-bulan karena anaknya semata wayang, baru berumur dua tahun menderita gatal-gatal di muka.”Muka anak saya jadi jelek,” akunya.

Sempat si kecil dibawanya ke dokter beberapa kali dan diberi obat, tapi hasilnya nihil. “Kata dokter akibat alergi, tapi gak jelas gitu,” jelasnya. Tiap kali diobati sembuh. Namun setelah obat habis, gatal-gatal itu kambuh dan membuat muka anaknya tidak cantik lagi.

Akhirnya dicobanya membeli abon dari daging tokek. “Untung anak saya mau karena memang enak. Beberapa kali dicoba,” jelasnya. Selanjutnya tokek bakar. Alhasil, muka si kecil hingga sekarang (sudah setahun) sudah bersih dan tampak cantik.

Selain daging, darah dan empedu tokek diyakini juga bisa menjadi obat. Namun, khusus darah dan empedu, baik Didih maupun Suryadi belum pernah mencobanya. “Yang saya dengar sih gitu (darah dan empedu tokek bisa menjadi obat). Tapi saya nggak tahu buat obat apa.” ujarnya.

Tokek adalah binatang yang memangsa aneka serangga, cicak lainnya yang lebih kecil, dan tikus kecil. Seperti bangsa cicak lainnya, tokek aktif berburu terutama di malam hari. Namun, hati-hati jika hendak menangkapnya. Karena, tokek kerap menggigit jika ditangkap.

Bila dipegang, tokek otomatis akan mengangakan mulutnya, siap menggigit penangkapnya. Gigitannya sangat kuat, otot-otot rahangnya seakan mengunci, sehingga muncul pemeo bahwa gigitan tokek tak akan dapat lepas kecuali jika ada petir menyambar. Anggapan yang belum terbukti kebenarannya, kecuali bahwa memang betul gigitannya sukar dilepaskan.

Sabtu, 26 September 2009 | 03:28 WIB
C10-09

Written by informasisehat

27/09/2009 at 12:47 am

Kendalikan Hipertensi Tanpa Obat

leave a comment »

resiko hipertensi

resiko hipertensi

KOMPAS.com – Bila dibiarkan tak terkendali, dalam jangka panjang hipertensi dapat merusak otak, jantung, pembuluh darah, dan ginjal. Untunglah hipertensi termasuk penyakit yang bisa dikontrol dan dihindari, meski tanpa obat.

Salah satu cara untuk menghindari darah tinggi adalah menjaga berat tubuh ideal, kemudian melakukan hal-hal berikut ini:

1. Jalan kaki
Rutin melakukan jalan cepat ternyata efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi hingga 8 mmhg. Olahraga juga membantu jantung lebih efisien menggunakan oksigen sehingga tidak akan bekerja terlalu keras memompa darah. Lakukan berbagai jenis latihan kardio minimal 30 menit setiap hari.

2. Tarik napas
Latihan olah napas dan bermeditasi, seperti yoga atau taichi efektif untuk menurunkan hormon stres. Tingginya hormon stres akan meningkatkan renin, enzim ginjal yang bisa menaikkan tekanan darah. Lakukan latihan napas minimal 5 menit pada pagi dan malam hari. Menarik napas dalam juga akan mengendurkan semua tensi.

3. Konsumsi makanan berpotasium
Menurut Linda Van Horn, PhD, profesor pencegahan penyakit dari Northwest Universitity Feinberg School of Medical, banyak mengonsumsi makanan yang kaya potasium, seperti buah dan sayur, sangat baik untuk menurunkan tekanan darah.

Sumber potasium terbaik antara lain kentang, tomat, orange juice, pisang, kacang-kacangan, belewah, melon, serta buah yang dikeringkan, seperti kismis. Konsumsi potasium minimal 2000 – 4000 mg per hari, saran Linda.

4. Batasi sodium
Konsumsi garam sebaiknya tak lebih dari 2,4 gr per hari (sodium) atau 6 gr per hari (NaCl). Agar konsumsi garam tetap terkendali, perhatikan label makanan untuk mengetahui kadar sodiumnya serta kurangi fastfood karena biasanya tinggi kandungan garamnya.

5. Konsumsi dark chocolate
Berbagai jenis dark chocolate mengandung flavanols yang bisa membuat pembuluh darah lebih luwes. Sebuah studi menunjukkan, 18 persen pasien yang mengonsumsi dark chocolate menunjukkan turunnya tekanan darah.

6. Relaksasi
Penelitian yang dilakukan para peneliti dari Universitas Florence, Italia, mengungkapkan pasien hipertensi yang melakukan relaksasi dengan cara mendengarkan musik selama 30 menit sambil menarik napas dalam-dalam menunjukkan penurunan angka sistolik hingga 3,2 poin.

prevention
AN
Sumber : Prevention

http://m.kompas.com

Sabtu, 19 September 2009 | 10:25 WIB

Written by informasisehat

21/09/2009 at 12:11 pm

Posted in obat alami

Bawang Merah -Haid tidak teratur,batuk,diabetes

leave a comment »

Bawang Merah

(Allium cepa)

Familia :
Amaryllidaceae (Liliaceae)

Uraian :
Herba semusim, tidak berbatang. Daun tunggal memeluk umbi lapis. Umbi lapis menebal dan berdaging, warna merah keputihan. Perbungaan berbentuk bongkol, mahkota bunga berbentuk bulat telur. Buah batu bulat, berwarna hijau. Biji segi tiga warna hitam. Bagian yang Digunakan Umbi lapis.
Nama Lokal :
NAMA DAERAH: Bawang abang mirah (Aceh); Pia (Batak); Bawang abang (Palembang); Bawang sirah, Barambang sirah, Dasun merah (Minangkabau); Bawang suluh (Lampung); Bawang beureum (Sunda); Brambang, Brambang abang (Jawa); Bhabang mera (Madura); Jasun bang, Jasun mirah (BaIi); Lasuna mahamu, Ransuna mahendeng, Yantuna mopura, Dansuna rundang, Lasuna randang, Lansuna mea, Lansuna Raindang (Sulawesi Utara); Bawangi (Gorontalo); Laisuna pilas, Laisuna mpilas (Roti); Kalpeo meh (Timor); Bowang wulwul (Kai); Kosai miha; Bawa rohiha (Ternate); Bawa kahori (Tidore). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Cepae Bulbus; Umbi lapis Bawang Merah.Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT KHAS Menghangatkan, rasa dan bau tajam. KHASIAT Bakterisid, ekspektoran, dan diuretik. PENELITIAN M. Jufri Samad, 1987. FMIPA Farmasi UNHAS. Telah melakukan penelitian pengaruh ekstrak umbi lapis Bawang Merah terhadap penurunan kadar gula darah normal kelinci. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata ekstrak umbi Bawang Merah dengan dosis 250 mg/kg bb, menyebabkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 23,46 %. Pada pemberian tolbutamid dosis 250 mg/kg bb secara oral, menunjukkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 22,21 %, dan pemberian air suling dengan takaran 5 ml/kg bb secara oral menunjukkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 3,00 %. Tri Purwaningsih, 1991. FMIPA Farmasi UI. Telah melakukan penelitian efek protektif Bawang Merah pada kerusakan hati akibat karbon tetraklorida.Dari hasil penelitian tersebut, ternyata Bawang Merah menghambat peningkatan GPT plasma dan kerusakan jaringan hati akibat CCl4.

Pemanfaatan :

KEGUNAAN
1. Batuk.
2. Haid tidak teratur.
3. Kencing manis.
4. Obat cacing.
5. Demam pada anak-anak (obat luar).
6. Perut kembung pada anak-anak (obat luar).

RAMUAN DAN TAKARAN
Batuk
Ramuan:
Umbi Bawang merah            4 gram
Daun Poko segar                 4 gram
Daun Sembung segar          3 gram
Herba Pegagan segar          4 gram
Buah Adas                           2 gram
Air                                    125 ml

Cara pembuatan:
Dipipis, dibuat infus atau pil.

Cara pemakaian:
Diminum sehari 1 kali, pagi hari 100 ml. Apabila dipipis diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. pil, diminum 3 kali sehari 9 pil.

Lama pengobatan:
Diulang selama 14 hari.

Kencing Manis
Ramuan:
Umbi Bawang Merah (dirajang)        4 gram
Buah Buncis (dirajang)                   15 gram
Daun Salam (dirajang)                   10 helai
Air                                                120 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus.

Cara pemakaian:
Diminum sehari 1 kali 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang selama 14 hari.
Demam dan Perut

Kembung pada Anak-anak
Ramuan:
Umbi Bawang Merah (potong tipis)   secukupnya
Minyak Kelapa                                  secukupnya
Minyak Kayu Putih                            secukupnya

Cara pembuatan:
Diremas-remas.

Cara pemakaian:
Minyak tersebut dioleskan pada perut yang kembung, seluruh badan, kaki, dan tangnn pada anak yang demam.

Komposisi :
Minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, dihidroaliin, flavonglikosida, kuersetin, saponin, peptida, fitohormon, vitamin, dan zat pati.

dari : IPTEKnet

Written by informasisehat

18/07/2009 at 1:28 am

Ke Alam Mencari Obat Batuk & Flu

leave a comment »

Sebenarnya sejak dulu alam sudah memberikan solusi bagi berbagai macam penyakit manusia. Sayang, karena tidak praktis – meski lebih aman – obat alamiah itu pelan-pelan tergusur oleh obat sintetis. Namun, seiring dengan merebaknya efek sampingan obat-obatan sintetis, obat alamiah kini dilirik lagi.Batuk? “Ambil saja umbut cangkuang (Pandanus furicatus) kemudian makan langsung mentah atau disekam dahulu dalam bara api (dibubuy),” ujar si pemandu lapangan di Citalahab saat melakukan survei tumbuhan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun, Jawa Barat. Lain lagi dengan orang Lindu (Sulawesi Tengah) yang menyarankan cukup dengan minum air rebusan daun balimoa (Blumea balsamifera) untuk mengobati batuk sekaligus asma. Sementara itu, orang Pabera Manera (Sumba, NTT) menyatakan dengan meminum air perasan daun ripaita (Momordica charantia) derita batuk yang disertai demam akan hilang.

Di Bali, orang Sembiran mengetahui bahwa daun intaran (Azadirachta indica) berkhasiat untuk mengobati influenza. Caranya, tumbuk daun tadi bersama-sama dengan bawang merah dan sedikit garam kemudian diperas. Air perasan ini kemudian diminum sedangkan ampasnya dibalurkan pada badan si penderita.

Heboh PPA

Begitulah, untuk batuk saja alam kita menyodorkan banyak alternatif. Masyarakat tradisional-lah yang dengan kearifannya memanfaatkan hal itu. Sayang, semua itu seolah-olah dianggap peradaban kuno belaka. Lalu kita sepertinya membiarkan pengetahuan beserta tetumbuhannya musnah ditelan masa seiring menghilangnya para leluhur kita (dukun/tabib/kepala adat) di muka bumi tercinta ini.

Dalam belitan krisis, semua orang terhenyak saat harga obat-obatan sintetis modern melambung sangat tinggi. Ini ironi, karena negeri kita kaya rempah-rempah dan bahan obat alami. Mengapa tak kita tengok orang-orang tua dahulu yang memiliki kesehatan relatif lebih prima meski “hanya” mengandalkan sumber-sumber obat alami, baik dari tumbuhan maupun hewan anugerah Sang Pencipta?

Kini, obat-obat sintetis kimiawi satu-persatu berguguran di pasaran, seiring dengan meningkatnya pengetahuan para ahli medis-farmasi terhadap efek sampingan pemakaian obat tersebut. Juga dengan bertambahnya pengalaman pribadi konsumen sendiri tentang timbulnya gejala-gejala penyakit lain akibat mengonsumsi obat-obat kimiawi.

Salah satu kabar terbaru adalah adanya sinyalemen beberapa jenis obat batuk dan flu yang telah beredar luas di pasaran dan telanjur digandrungi masyarakat umum ternyata dalam jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah yang akhirnya bisa menyebabkan stroke! Hal ini akibat adanya kandungan kimiawi yang di beberapa negara seperti Amerika dan Singapura telah dilarang penggunaannya, yaitu phenyl propanolamine, PPA (tengok rubrik Advis Medis Intisari Januari 2001 – Red.). Menyebarnya informasi mengenai efek konsumsi obat-obat ber-PPA ini sedikit banyak mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat terhadap keberadaan obat-obatan sintetis kimiawi secara umum.

Para pencandu obat yang mengandung PPA ini mengalami dilema yang cukup rumit, antara kenyataan ilmiah (scientific reality) dan pengalaman (experience). Obat ini memang ampuh dan dijual bebas. Tetapi berbahaya!

Dari pekarangan rumah sampai pinggir jalan

Berbagai bukti menunjukkan bahwa sejak zaman purbakala umat manusia sanggup membasmi berbagai penyakit dengan memanfaatkan obat-obatan yang ditemukannya, terutama dalam dunia tumbuh-tumbuhan. Manusia purba memang cenderung meniru perilaku binatang dalam hal pemanfaatan tumbuh-tumbuhan, termasuk dalam hal pengobatan.

Bahkan sampai zaman modern ini pun mereka tetap memanfaatkan binatang dalam menguji obat-obatan yang ditemukannya. Demikianlah, pengetahuan manusia tentang berbagai tumbuhan dan khasiatnya, sebenarnya telah berkembang sangat mengagumkan. Sayang sekali, pengetahuan tersebut sulit melewati masa suksesi, karena jarang berbentuk tulisan yang bisa dibaca sepanjang zaman. Bahkan pengetahuan lisan sekalipun, sebagian besar tidak terwariskan ke generasi berikutnya. Ketidakpedulian generasi penerus menyumbang andil pula dalam hilangnya pengetahuan tadi.

Tidaklah heran, sebagian besar pengetahuan pemanfaatan tumbuh-tumbuhan sebagai bahan obat dan pengobatan alami boleh dikata telah musnah dari alam pikiran manusia sekarang. Lihatlah betapa kaum muda kurang peduli terhadap keberadaan tumbuhan obat di sekitarnya. Kaum tua pun hanya bisa menyaksikan proses pemusnahan sumber-sumber bahan obat alami, yang tergilas berbagai proyek modernisasi.

Kita patut bersyukur, seperti digambarkan pada awal tulisan ini, ternyata masih tersisa berbagai pengetahuan pengobatan asli Indonesia di berbagai pelosok negeri tercinta ini. Berdasarkan survei ke desa-desa terpencil di kawasan Nusantara, desa-desa tersebut memiliki pengetahuan tentang bahan dan cara pengobatan yang berbeda-beda, namun memiliki kesamaan dalam hal kearifan pemanfaatan tetumbuhan.

Demikian halnya dengan penyakit batuk dan flu yang lazim menimpa sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun kedua penyakit ini boleh dikatakan penyakit ringan, namun tetap membawa dampak yang berat kepada lingkungan sekitar. Oleh karenanya di berbagai desa cukup banyak pengalaman pemanfaatan tumbuh-tumbuhan sebagai obat kedua penyakit tersebut.

Flu atau sering pula disebut pilek, adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus. Biasanya terjadi pada saat-saat udara dingin, kehujanan, terlalu banyak minum es, atau akibat kelelahan dan kurang tidur. Penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya, namun bila dibiarkan terus menerus tanpa diobati akan sangat mengganggu aktivitas hidup si penderita maupun orang di sekitarnya. Bahkan penyakit ini dapat menular dari satu orang ke orang lain melalui udara bebas, sehingga bisa merepotkan banyak orang. Oleh karena itu dianjurkan bagi orang yang terkena flu untuk sementara istirahat di rumah.

Biasanya penyakit ini mempunyai gejala-gejala seperti sakit kepala, rasa nyeri pada otot dan sendi terutama punggung, berkeringat, perubahan suhu badan tak menentu, terkadang menggigil, kurang nafsu makan, sering pula disertai batuk dan sesak napas.

Dengan demikian gejala-gejala inilah yang harus segera dipulihkan kembali, sehingga dalam pengobatan tentunya dicari obat yang mempunyai sifat-sifat mengurangi nyeri (analgesik), penurun panas (antipiretik), penyegar badan (roboransia), dan penambah nafsu makan (stomakik).

Bila saja manusia jeli dan yakin akan anugerah alam yang diberikan Tuhan sang penciptanya, tentu tidak sulit untuk mencari obat-obat yang bersifat demikian. Orang tempo dulu telah membuktikan. Banyak sekali jenis-jenis tumbuhan di sekitar kita, baik di pekarangan rumah, tegalan, kebun, sawah, atau pinggir jalan sekalipun, yang dapat dimanfaatkan. Beberapa di antaranya:

– Analgesik: daun sembung (Blumea balsamifera), daun pepaya (Carica papaya), bunga cengkeh (Syzygium aromaticum), rimpang kunyit (Curcuma domestica), dan rimpang kencur (Kaempferia galanga).

– Antipiretik: buah kapulaga (Amomum cardamomum), buah belimbing manis (Averrhoa carambola), buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi), rimpang bangle (Zingiber cassumunar), daun cincau (Cyclea barbata) dan daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata).

– Stomakik: daun seledri (Apium graveolens), daun sambiloto (Andrographis paniculata), rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza), cincau (Cyclea barbata), dan buah pare (Momordica charantia).

– Roboransia: daun bayam duri (Amaranthus spinosus), rimpang kencur (Kaempferia galanga), buah pace (Morinda citrifolia), dan buah pare (Momordica charantia).

Reaksi memang lama, tapi aman

Batuk adalah suatu penyakit refleks fisiologi pada keadaan sehat maupun sakit yang berfungsi untuk mengeluarkan dan membersihkan saluran pernapasan dari benda-benda asing, yang mengakibatkan tenggorokan terasa gatal. Penyakit ini dapat diakibatkan gangguan cuaca seperti udara dingin, angin kencang, hujan, atau perubahan suhu udara.

Bisa pula karena rangsangan mekanis seperti asap dan debu atau rangsangan kimiawi seperti dahak, gas, dan bau. Selain itu radang saluran pernapasan dan alergi juga merupakan penyebab. Batuk, juga terkadang merupakan salah satu gejala akan timbulnya penyakit lain seperti asma, flu, dan TBC.

Untuk itu sangat perlu segera mengatasi batuk sebelum merembet ke penyakit yang lebih parah lagi. Untuk mengatasinya, sebagai pertolongan pertama kita bisa memanfaatkan jenis-jenis tumbuhan sekitar yang memiliki sifat-sifat sebagai pembunuh kuman (antiseptik), antiradang (anti-inflamasi), peluruh dahak (ekspektoran), penenang (hipnotik), dan mengurangi nyeri (analgesik).

Banyak tumbuh-tumbuhan di sekitar kita yang memiliki sifat tersebut bahkan telah diramu dan dikemas dalam berbagai bentuk obat jadi, baik berupa sirup, serbuk, pil, maupun tablet. Juga dalam berbagai kemasan jamu oleh perusahaan-perusahaan obat tradisional. Beberapa tumbuhan yang memiliki khasiat tersebut antara lain:

– Antiseptik: daun sembung (Blumea balsamifera), daun pepaya (Carica papaya), ketumbar (Coriandum sativum), dan kulit batang delima (Punica granatum).

– Anti-inflamasi: sambiloto (Andrographis paniculata), rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza), daun wungu (Grapthophyllum pictum), dan buah kapulaga (Amomum cardamomum).

– Ekspektoran: daun saga (Abrus precatorius), umbi bawang merah (Allium cepa), umbi bawang putih (Allium sativum), lidah buaya (Aloe vera), dan buah kapulaga (Amomum cardamomum).

– Hipnotik: daun kangkung (Ipomoea aquatica), buah pala (Myristica fragrans), dan daun wati (Piper methysticum).

– Analgesik: daun poko (Mentha arvensis) dan daun kelor (Moringa oleifera).

Tentu saja dengan mengonsumsi tumbuh-tumbuhan tersebut di atas penyembuhannya tidak secepat minum obat-obatan sintetis kimiawi. Perlu tenggang waktu dan kesabaran serta rutinitas dan komposisi yang seimbang dalam pemakaiannya. Namun demikian penggunaan obat secara tradisional dengan ramuan tetumbuhan relatif lebih aman dari efek-efek timbulnya penyakit lanjutan seperti yang terjadi pada obat-obatan kimiawi dewasa ini.

Jadi, mengapa tidak coba kembali ke alam? (R. Syamsul Hidayat, staf peneliti Kebun Raya Bogor – LIPI)

Tabel 1. BERBAGAI TANAMAN BERKHASIAT SEBAGAI OBAT BATUK

No. NAMA TUMBUHAN CARA PEMAKAIAN KANDUNGAN
1 Wortel (Daucus carota) Wortel diparut, diperas dengan air panas hingga ¾ gelas, diminum 2 kali sehari. Protein, karbohidrat, vitamin A, Glutation, beta karoten
2 Mengkudu (Morinda citrifolia) Buah mengkudu dan jeruk nipis diperas, dimasukkan ke dalam 2 gelas air panas, lalu disaring untuk diminum 3 kali sehari. Morindon, morindin, metil asetil, asam kapril, soranyidiol
3 Jahe (Zingiber officinale) Jahe dibakar dan dimemarkan, direbus bersama-sama adas, kayu manis, cengkeh, dan gula aren. Setelah disaring dapat diminum 3 kali sehari 4 sendok makan untuk dewasa dan 3 kali sehari 2 sendok makan untuk anak-anak. Minyak atsiri, gingerol, resin, zat pati, dan gula
4 Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) Air perasan jeruk nipis ditambah madu. Asam sitrat, asam amino, minyak atsiri, dan vitamin B1
5 Lidah buaya (Aloe vera) Empulur lidah buaya dipotong kecil-kecil kemudian dicampur dengan madu. Diminum 3 kali sehari 1 sendok teh. Aloin, barbaloin, isobarbaloin, beta-barbaloin, damar
6 Saga (Abrus precatorius) Daun saga manis bersama-sama kayu manis, cengkeh, adas, pulasari, dan bawang merah serta gula batu, direbus. Diminum 3 kali sehari 10 sendok makan untuk dewasa, 1 sendok makan untuk anak-anak. Saponin, glisirisin, abrin, dan flavonoid
7 Sembung (Blumea balsamifera) Daun sembung dan daun jinten diiris-iris, direbus bersama cengkeh, kemukus, kapulaga, kayu manis, dan adas sebanyak 3 gelas hingga 2 ½ gelas. Diminum 3 kali sehari 8 sendok makan untuk dewasa, 1-5 sendok makan untuk anak-anak. Minyak atsiri, glikosida, tanin
8 Sirih (Piper betle) 5 lembar daun sirih bersama cengkeh, kapulaga, kemukus, dan kayu manis direbus. Diminum 3 kali sehari 8 sendok makan untuk dewasa, 1-5 sendok makan untuk anak-anak. Minyak atsiri (kadinen, kavikol, sineol, eugenol), zat samak
9 Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) Segenggam bunga belimbing ditambah gula batu direbus dengan segelas air hingga tinggal ½ gelas, diminum pagi dan sore. Asam oksalat dan kalium
10 Meniran (Phyllanthus niruri) 3-7 tumbuhan lengkap ditumbuk halus direbus dengan 3 sendok makan air. Rebusannya dicampur madu 1 sendok makan, diminum sekaligus. Kalium, mineral, damar, filantin
11 Kencur (Kaempferia galanga) Kencur dikunyah Kamfer, borneol, sineol, alkohol

Disarikan dari berbagai pustaka: Aliadi (1996), Atik (1998), Soewito (1997), Thomas (1992)

dari : .indomedia.com/intisari/2001/Apr

Written by informasisehat

18/07/2009 at 1:26 am

Posted in obat alami

Asam jawa usir batuk demam

leave a comment »

Asam jawa banyak digunakan sebagai bumbu masakan. Tak jarang juga digunakan sebagai bahan minuman yang dapat ditemukan pada penjual jamu. Nyatanya buah berbentuk polong dengan rasa asam itu memang memiliki khasiat yang luar biasa bagi tubuh.

Asam Jawa (Tamarindus indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis. Buah asam per 100 gram mengandung kalori sebesar 239 kal, protein 2,8 gram, lemak 0,6 gram, hidrat arang 62,5 gram, kalsium 74 miligram, fosfor 113 miligram, zat besi 0,6 miligram, vitamin A 30 SI, vitamin B1 0,34 miligram, dan vitamin C 2 milgram. Kulit bijinya mengandung phlobatannin dan bijinya mengandung albuminoid , serta pati.

Manfaat asam Jawa antara lain untuk menyembuhkan asma, menyembuhkan batuk, demam, reumatik (nyeri sendi), nyeri haid, alergi, sariawan dan menurunkan berat badan.

Untuk Anda yang menderita asma, rebuslah dua potong kulit asam jawa dan adas dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring. Minum air rebusan dua kali sehari.

Kemudian untuk batuk kering, gunakan buah asam jawa sebanyak tiga polong dan setengah genggam daun saga. Kedua bahan tersebut direbus dengan empat gelas air hingga tinggal satu gelas, kemudian saring dan diminum dua kali sehari tiap pagi dan sore.

Jika anggota keluarga ada yang demam, jangan terburu-buru memberikan obat kimia. Cobalah dengan rebusan dari satu genggam daun asam jawa dan adas. Saring air rebusan dan minum dua kali sehari, pagi sore.

Untuk sakit perut ada beberapa pilihan resep. Resep pertama, tiga polong buah asam jawa yang sudah masak dicampur dengan kapur sirih dan minyak kayu putih. Dicampur merata dan digunakan sebagai obat gosok terutama pada perut. Jika ingin ramuan minuman, seduh tiga polong buah asam jawa dengan satu potong gula aren.

Bisul juga bisa diobati dengan asam jawa. Daging buah asam matang yang sudah diolah dan warnanya hitam, bukan coklat sebesar telur burung puyuh, direndam dalam 1 gelas air sehingga mengembang, lima iris temulawak yang dicuci dulu sebelum diiris, gula aren untuk pemanis. Semuan dididihkan sehingga airnya tinggal setengah. Diminum satu kali sehari sampai sembuh.

Untuk ditempelkan, ambil asam kawak sebesar telur burung puyuh, sedikit garam dan sedikit minyak dicampur dan dilumatkan. Tempelkan ke bisul.

Gatal pada bekas luka yang sudah kering dapat diobati dengan asam kawak yang dilembapkan dengan air matang bersih , lalu digosokkan ke bekas luka yang gatal. Cara lain, satu sendok makan penuh daun asam, sepotong empu kunyit, dicuci, dilumatkan, ditempel ke bekas luka yang gatal.
Sumber : http://republika.co.id/berita/21105.html

Written by informasisehat

18/07/2009 at 1:23 am

Tanaman obat batuk sikecil

leave a comment »


Apakah balita Anda akhir-akhir ini sering terdengar batuk-batuk disertai pilek? Tak perlu khawatir, karena batuk pilek yang biasa terjadi pada anak-anak ternyata dapat diatasi dengan tanaman obat warisan nenek moyang.

Tak sulit kok untuk menemukan tanaman obat tersebut karena mudah sekali dijumpai di sekitar kita. Praktis dan ekonomis bukan? Apa saja sih tanaman obat yang berkhasiat itu? Yuk, kenali beragam tanaman obat tradisional guna mengatasi batuk pilek!

Jeruk nipis

Batuk dan influenza terjadi karena menurunnya daya tahan tubuh sehingga kuman-kuman dapat dengan mudah berkembang dalam tubuh kita. Kandungan vitamin C yang tinggi dari jeruk nipis sangat berguna meningkatkan daya tahan tubuh sehingga kuman-kuman patogen (kuman yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit) dapat dimatikan oleh tubuh.

Cara membuat:

Belah buah jeruk nipis, kemudian permukaan belahannya diberi olesan kapur sirih. Lalu dipanaskan, sebelum akhirnya perasan airnya diminum bersama air jernih. Resep ini juga berguna sebagai pemaksa keluarnya dahak.

Cara lain:

Potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas atau cangkir. Tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk anak, 3 kali 1 sdt per hari.

Daun Sirih

Bahan-bahan:

1. Daun sirih 5 lembar
2. Cengkeh, kapulaga, kemukus, masing-masing 11 biji
3. Kayumanis 1 jari tangan

Cara membuat:
Semua bahan setelah dicuci direbus dengan air sebanyak 2 gelas hingga airnya tinggal 1 1/2 gelas, angkat dan saring.

Belimbing Wuluh (belimbing asam, belimbing buluk)

Bahan-bahan:

1. Satu genggam (sekitar 11-12 gram) bunga belimbing wuluh segar
2. 5 butir adas
3. 1 sendok makan gula batu
4. 1/2 gelas air

Cara membuat:

Kukus dalam panci kecil tertutup selama beberapa jam bunga belimbing wuluh segar. Angkat, campur dengan bahan yang lain, saring dan minumkan 2-3 kali per hari dengan dosis sesuai usia anak.

Kencur

Untuk meringankan batuk pada anak.

Cara Membuat:

5 gram kencur segar dicuci bersih, parut, lalu tambahkan 2 sdm air putih matang dan diaduk. Setelah disaring, tambahkan 1 sdm madu murni. Berikan 2-3 kali sehari.

Bunga Lili

Cara membuat :

1. 10 gram umbi bunga Lili, 10 gram kulit jeruk mandarin kering, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, tambahkan 5 gram umbi anggrek tanah, diaduk, lalu diminum selagi hangat.
2. Jika batuk karena influenza, 10 gram umbi bunga Lili ditambah 5 gram daun menthol kering dan 7 lembar daun sirih, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 ss, disaring, lalu diminum selagi hangat.
3. Untuk mengatasi batuk rejan (pertussis), 15 gram umbi bunga Lili dan gula merah secukupnya direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum selagi hangat.

Anak-anak Usia 2-5 tahun yang sering batuk, pilek sekaligus susah makan

1. Piper Bittle (daun sirih) 2 gram
2. Daun Saga (abius precatonus) 0,5 gram
3. Curcuma Longa (kunir) 3 gram
4. Curcuma Xanthoriza (temulawak) 3,5 gram
5. Stachy Ukarpheta (daun pecut kuda) 1,5 gram
6. Imperata Cylendrica 3 gram

Catatan: Dosis untuk 2 hari

Hari I : Digodok dengan 2 gelas air 1/2 gelas air 3 x 1/6 gelas
Hari II : Digodok dengan 2 gelas air 1/2 gelas air 3 x 1/6 gelas air

Anak-anak 2-5 tahun yang sering batuk alergi

1. Hydrocotyl Asiatica (begagan) 2 gram
2. Oldeulaudia Difusa (rumput lidah ayam) 2 gram
3. Artemisia Vulgaris (daun Hia) 2 gram
4. Curcuma Longa (kunir) 3,5 gram
5. Scapliuim Affinis (buah bengkak) 1 buah
6. Hibiscus Rosa Smensis (kembang sepatu) 1 gram

Catatan:
Hari I : Digodok dengan 2 gelas air 1/2 gelas air 3 x 1/6 gelas
Hari II : Digodok dengan 2 gelas air 1/2 gelas air 3 x 1/6 gelas air. Sumber : Mom & Kiddie dan http://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/11/14/196/164075/manfaatkan-tanaman-obat-untuk-batuk-pilek-si-kecil

Written by informasisehat

18/07/2009 at 1:22 am

Penurun panas, batuk, dan pilek

leave a comment »

Parut bawang merah, tambahkan minyak telon, lalu balurkan pada punggung
sampai bagian pantat sambil sedikit diurut. Juga pusar dan ubun-ubun.
Untuk ramuan minum: air kelapa satu cangkir ditambah 1 sendok teh madu, aduk, lalu kukus. Setelah dingin, berikan pada anak sebanyak 3 sendok teh setiap 2 jam sekali. Ramuan ini diberikan untuk bayi 8 bulan ke atas. Bila usia anak di bawah 8 bulan, cukup dengan pemberian ASI atau ibunya yang minum ramuan tersebut.

Pada anak yang agak besar, gunakan ramuan minum berupa air kunyit dan
madu. Setengah sampai satu ruas jari kunyit yang sudah bersih dibakar,
dikerik kulitnya, diparut, lalu diberi air matang 1/2 cangkir, peras, kemudian diendapkan. Campur bagian air kunyit yang tanpa endapan dengan kocokan 1 butir kuning telur dan 1 sendok makan madu, kemudian disuapkan pada anak.Ramuan ini bisa untuk penurun panas seperti pada sakit cacar air, flu, atauapa saja.

* Perut kembung

Parut bawang merah dan tambahkan minyak telon. Kemudian tapelkan bawang
Yang sudah diparut tersebut di bagian pusar. Bisa juga, gunakan daun jarak pagar yang dihangatkan. Olesi dengan minyak kelapa, pilin-pilin, lalu tempelkan pada pusar si kecil.

* Diare

Sediakan 1/2 jari kunyit yang sudah bersih dibakar, dipotong-potong, 7
Pucuk daun jambu biji, air 2 gelas, dan garam 1/4 sendok teh, rebus dengan api kecil. Minum airnya, 1 sendok teh satu jam sekali. Untuk mengusir gas, maka pusarnya ditapeli dengan parutan bawang merah yang sudah diberi minyak telon. Untuk anak yang sudah agak besar, boleh juga dengan mengunyah halus pucuk daun jambu klutuk yang sudah bersih ditambah garam lalu ditelan.

* Muntah-muntah

Muntah bisa disebabkan perut mual atau kembung. Sediakan 1/2 sendok teh
ketumbar, 3 butir kapulaga, 5 butir adas hitam, dan air setengah gelas.
Kemudian direbus. Setelah dingin, berikan ke anak sedikit-sedikit,
seseringmungkin atau 2 jam sekali.

Boleh juga dibuatkan air beras kencur. Caranya, cuci 1 sendok makan
Beras dan direndam sebentar. Sangrai beras tersebut sampai berwarna
kecokelatan,lalu ditumbuk halus bersama dengan 1 ruas jari kencur, 1 ruas jari kunyit, dan 1/4 sendok teh adas manis. Setelah itu diseduh dengan air panas,tambahkan gula merah, sedikit garam, dan asam jawa. Saring, lalu diminumkan pada anak agar tubuhnya hangat.

* Batuk

Sediakan air jeruk nipis 1 sendok makan ditambah madu 2 sendok makan
dan air matang 2 sendok makan. Masukkan dalam cangkir dan kukus. Setelah agak dingin, minumkan pada anak sebanyak 1-2 sendok teh. Berikan sehari 5 kali.

* Batuk seratus hari

Sediakan umbi bidara upas sebesar 1/2 jempol yang sudah bersih, parut dan seduh dengan air panas, lalu aduk-aduk dan dinginkan. Saring dan tambahkan sedikit madu. Minum sampai habis. Buatlah ramuan ini 3 kali sehari. Bisa juga gunakan ramuan lidah buaya. Lidah buaya dikupas kulitnya dan ambil bagian dagingnya sebanyak dua jari, kemudian dicacah. Tambahkan air hangat dan madu, lalu diminumkan pada anak 1-2 kali sehari.

* Batuk karena angin atau dahak susah keluar

Sediakan 1 butir bawang merah diparut, 1 ruas jari jahe diparut dan
Diperas airnya, 7 butir adas manis, 1 ruas jari kunyit diparut dan diperas airnya, 1 sendok makan air jeruk nipis, dan 1/2 gelas air. Masukkan semua bahan dicangkir, kemudian kukus dan setelah itu saring. Minum 3 kali sehari masing-masing 2 sendok teh.

* Batuk berlendir

Campurkan air jahe 1 sendok makan, air kunyit 1 sendok makan, bawang
putih 1 siung diparut, air jeruk nipis 1 sendok makan, madu 1 sendok makan, dan 3 sendok makan air matang, kemudian dikukus. Diminumkan 3-4 kali sehari 2sendok teh.

* Pilek

Siapkan bawang merah yang diparut, lalu tapelkan pada tulang leher
ketujuh(bagian tengkuk) dan ubun-ubun anak setelah sebelumnya diolesi minyak kayu putih. Beri juga minuman yang hangat-hangat, seperti minuman beras kencur.
Selain itu, jemur anak di bawah sinar matahari pagi sekitar jam 7 atau
dibawah jam 9 pagi. Panaskan bagian dada seperempat jam dan kemudian
punggung seperempat jam. Ini bisa dilakukan sambil jalan-jalan pagi.

* Mata bintitan

Ambil getah dari batang tanaman patikan kebo atau getah dari batang
Pohon meniran. Tempelkan sedikit pada kapas, lalu oleskan pada bagian
bintitnya, sedikit saja, jangan sampai terkena mata.

* Mata merah

Taruh 3 lembar daun sirih yang sudah dicuci bersih pada wadah mangkok.
Seduh dengan air panas. Setelah airnya dingin, minta anak untuk
mengedip-ngedipkan matanya dalam air tersebut.

* Sariawan

Ambil sebuah tomat matang, seduh dengan air panas dan kupas kulitnya.
Haluskan tomat tersebut dengan menggunakan sendok, saring dan tambahkan
sedikit gula. Beri anak minumam sari tomat tersebut.

* Tak nafsu makan

Menurut Endah, hilangnya nafu makan dapat disebabkan cacingan atau hal
Lain seperti masuk angin. Cara mengatasinya, bersihkan 1 lembar daun jarak pagar,setelah itu hangatkan sebentar di atas tutup panci. Beri olesan minyak kelapa pada daun tersebut dan dipilin, kemudian tempelkan daun tersebut di atas pusar anak, yang sebelumnya sudah diolesi dengan minyak telon.

Bila usia anak sudah lebih dari setahun, coba berikan ramuan 1 telapak
tangan daun pepaya, 1 ruas jari temu hitam/temu ireng, seruas jari
tempe bosok (tempe kemarin), dan sedikit garam. Semua bahan ditumbuk halus, lalu peras pakai kain dan masukkan ke mulut anak. “Khasiat temu hitam untuk mengeluarkan cacing, sedangkan daun pepaya untuk menambah nafsu makannya,dan tempe bosok untuk stamina atau kekuatan tubuhnya.

Untuk menambah nafsu makan anak bisa juga dengan ramuan: 1 ruas jari
temulawak, gula merah, air secukupnya, dan sedikit garam, kemudian
rebus dansaring. Minumkan pada anak 1-2 sendok makan sehari

* Mimisan

Selembar daun sirih yang sudah dicuci bersih dipilin dan disumpalkan ke
hidung anak. Untuk pengobatan dari dalam tubuh lakukan dengan ramuan:
1/2 jempol umbi bidara upas yang sudah bersih diparut dan diseduh dengan 1 cangkir air panas, kemudian disaring, dan setelah dingin diminumkan ke anak ditambah sedikit madu.

* Benjol karena benturan

Rendam 1 sendok makan beras. Tumbuk bersama kencur dan beri sedikit
garam. Setelah halus, tempelkan ke bagian yang benjol.Bisa juga diberi ramuan: bawang putih diparut dan diberi ramuan: bawang putih diparut dan diberi madu, setelah itu dioleskan ke bagian yang benjol.

* Keringat buntet
Sesering mungkin dibedaki tepung kanji.

* Congekan

Cuci bersih 3 lembar daun miana atau 7 lembar daun samiloto segar atau
lengkuas merah muda, lalu tumbuk halus. Peras pakai kain bersih dan
teteskan air perasannya ke telinga. Lakukan dua kali sehari, masing-masing 3 tetes.

* Panu

Dua jari langkuas merah diparut dan diberi sedikit cuka, oles-oleskan
Pagi dan sore atau malam hari pada bagian tubuh yang berpanu tersebut.

* Koreng atau borok kepala

Batang brotowali dipotong-potong sebanyak 5 jari. Rebus dengan sedikit
air, oleskan pada bagian kepala.
Bisa juga diberi ramuan: daun brotowali, parutan kunyit dan sedikit
Garam ditumbuk halus. Oleskan ke kepala. Boleh juga hanya dengan kunyit saja.

* Sakit gigi

Bawang putih diparut, ditambah sedikit garam, kemudian sumpal ke gigi
Yang sakit karena berlubang.

* Digigit nyamuk

Hilangkan bekas gigitannya dengan tanaman sambiloto yang diremas-remas
Dan dioleskan ke bagian bekas gigitan tersebut. Kalau tak ada sambiloto
Bisa digunakan minyak sereh.

* Asma

Sepuluh siung bawang putih diparut, ditambah madu 1 gelas, kemudian
dikukus. Berikan pada anak sebanyak 1 sendok teh, dua kali sehari. Bisa juga, 10 siung bawang putih diparut, 1 ons gula batu, direbus bersama 1 gelas air.

* Luka-luka berdarah

Cuci bersih daun jambu biji atau daun bandotan, kemudian remas-remas.
Tapelkan pada luka tersebut. Darah akan berhenti segera.

* Keracunan

Minum air kelapa hijau muda 3 kali sehari 1/4 gelas.

* Biduran atau kaligata

Balurkan tubuh dengan minyak telon, minyak kayu putih atau minyak
tawon. Untuk ramuan minum: 1 jari temulawak dipotong-potong, beri sedikit gula merah, dan garam direbus dengan 1 gelas air. Saring dan bila sudah dingin diminumkan 3 kali sehari 1/4 gelas.

Written by informasisehat

18/07/2009 at 1:17 am