HIDUP SEHAT

hidup sehat adalah pilihan

Archive for the ‘ponsel dan kesehatan’ Category

Studi: Ponsel Picu Penyakit Ginjal dan Jantung!

leave a comment »

Rumania – Para ilmuwan seakan berlomba menemukan dampak yang ditimbulkan oleh radiasi ponsel terhadap kesehatan. Sekelompok ilmuwan di Rumania misalnya, baru-baru ini mengklaim radiasi ponsel bisa merusak jantung dan ginjal manusia.

Dikutip detikINET dari Mina, Selasa (30/12/2008), dijelaskan bahwa paparan radiasi ponsel menyebabkan hemoglobin di sel darah merah bocor. Hal ini dapat jadi biang penyakit jantung dan batu ginjal.

Dalam riset ini, para ilmuwan menggunakan sampel sel darah yang diberi radiasi dalam berbagai skala selama sepuluh sampai 60 jam. Terungkap bahwa meski dalam level radiasi yang paling rendah, kebocoran hemoglobin tetap terjadi.

Studi dilakukan di European Research Institute for Electronic Component yang berbasis di Bukares. Hasil temuan ini membuat beberapa pihak meminta otoritas berwewenang menyikapinya dengan serius.

Profesor Edward Tuddenham dari Imperial College Medical Shool di London menyatakan bahwa temuan itu mengkhawatirkan dan perlu ditindaklanjuti. Sebab menurutnya, akumulasi hemoglobin di dalam tubuh memang bisa menyebabkan penyakit jantung atau ginjal.

“Kita memang masih menginvestigasi konsekuensi biologis dari ponsel. Namun jelas telah terdapat studi laboratorium yang menyatakan memang ada efek buruk,” demikian pendapat lain dari lembaga konsumen Powerwatch di Inggris.

Ponsel sebelumnya sudah sering dikait-kaitkan berpengaruh buruk terhadap kesehatan. Misalnya radiasi ponsel bisa menyebabkan beragam jenis kanker. Namun demikian, tak sedikit pula studi yang membuktikan sebaliknya.

http://www.detik.com

Advertisements

Written by informasisehat

22/07/2009 at 2:20 pm

Cubital Tunnel Sindrome Mengintai Pengguna Ponsel

leave a comment »

Rachmatunnisa – Okezone

WASHINGTON – Dampak negatif ponsel terhadap kesehatan sudah sering dibicarakan. Uniknya hal ini tidak akan menyurutkan jumlah pengguna ponsel. Obat pemangkas untuk menangkal semua ini adalah kesadaran untuk menggunakan ponsel dan perangkat teknologi apapun dengan bijak sehingga tidak membahayakan kesehatan.

Discovery Health News, Kamis (4/6/2009) melansir, seseorang yang senang bertelepon menggunakan ponsel memiliki risiko terkena cubital tunnel sindrome. Adapun gejala-gejala sindrom ini di antaranya mati rasa, perih, atau sakit di lengan bagian depan dan tangan karena tertekannya saraf ulnar. Saraf ulnar berada di dekat tulang ulnar dan berhubungan langsung dengan jari kelingking dan jari manis.

Hal itu disebabkan karena pada saat menelepon, pengguna ponsel terlalu lama membengkokkan siku dan berakibat berkurangnya aliran darah, peradangan, dan tertekannya saraf ulnar.

“Gejala-gejala itu berpotensi menyebabkan hilangnya kekuatan, koordinasi, dan mobilitas otot. Jika tidak segera diobati, sindrom ini akan memburuk. Bahkan dapat membuat seseorang akan kesulitan dalam menulis dan mengetik karena jari manis dan kelingking juga bisa menekuk,” kata Dr Peter J Evans, Direktur Cleveland Clinics’s Hand and Upper Extremeity Center, AS.

Oleh karenanya, Evans menyarankan bagi mereka yang suka berlama-lama mengobrol dengan ponsel disarankan agar menggunakan hands-free headset. Yang lebih penting lagi adalah bisa mengendalikan diri pada saat menggunakan perangkat teknologi sehingga meminimalisir dampak buruk terhadap kesehatan. (srn)

http://m.okezone.com

Written by informasisehat

22/07/2009 at 2:18 pm

Ponsel Naikkan Resiko Tumor Otak

leave a comment »


KapanLagi.com – Penggunaan ponsel dalam jangka panjang bisa menaikkan resiko terkena tumor otak, sebuah studi terbaru yang dilakukan ilmuwan Swedia Jumat. Penelitian ini sangat kontradiktif dengan riset yang pernah dilakukan sebelumnya.

Dewan Kesehatan Belanda meninjau dan mencatat perkembangan penelitian seputar radiasi ponsel dari seluruh dunia. Tahun lalu penelitian menyebutkan radiasi dari ponsel dan menara TV tidak memiliki dampak buruk pada kesehatan. Sementara penelitian yang dilakukan peneliti Inggris berdasarkan survei selama empat tahun yang dirilis Januari lalu menyebutkan tak ada ketertarikan antara penggunaan ponsel dalam jangka waktu lama dengan penyakit tumor.

Namun penelitian tersebut kembali dimentahkan Swedish National Institute For Working Life yang meneliti penggunaan ponsel pada 905 orang pada kisaran usia 20 sampai 80 tahun telah didiagnosa mengalami tumor ganas dan menemukan keterkaitan diantara keduanya.

“Total 85 orang dari 905 kasus yang dikategorikan sebagai pengguna ponsel dengan intensitas tinggi, dalam hal ini orang-orang yang sering menggunakan ponsel setiap waktu. Penelitian juga menunjukkan naiknya resiko terkena tumor pada bagian kepala dimana ponsel sering digunakan.

Kjell Mild, ketua studi, mengatakan mereka yang kemungkinan terkena resiko ini adalah para pengguna ponsel dengan kuantitas tinggi. Misalnya mereka yang menggunakan ponsel sekitar 2 ribu jam dalam hidup mereka memiliki kecenderungan kenaikan resiko menderita tumor ganas sekitar 240 persen, terutama pada sisi kepala dimana ponsel sering digunakan.

“Resiko ini cenderung menurun jika mereka sering menggunakan handsfree,” kata Mild seperti dikutip Reuters.

Mild juga menyebutkan penelitian ini adalah yang terbesar pada pengguna ponsel di seluruh Swedia sejak 1984, lebih lama dari yang selama ini pernah diteliti negara lain. (reuters/rit)

Written by informasisehat

22/07/2009 at 2:16 pm

Dampak Radiasi Elektromagnetik Ponsel

leave a comment »

Pendahuluan

Kemajuan teknologi komunikasi pada saat ini terasa begitu cepat. Hal ini tampak dari terus berkembangnya berbagai macam jenis telepon, dari jenis telepon kabel yang konvensional sampai dengan jenis telepon nir kabel seperti handy talky atau “ht”, telepon seluler atau sering disingkat “ponsel” dan jenis terakhir yang sedang dikembangkan adalah telepon yang dilengkapi dengan layar monitor untuk melihat lawan bicara yang dinamakan juga “tvphone”. Telepon nir kabel, khususnya telepon seluler yang sudah banyak dipasarkan pada saat ini mempunyai frequensi 450 MHZ dan 900 MHz. Ponsel dengan frequensi 1800 MHz dalam waktu dekat ini akan mulai memasuki pasaran dan sudah barang tentu akan ditawarkan dengan berbagai macam kelebihan dibandingkan dengan ponsel yang sudah ada. Bila dilihat dari frequensi yang digunakan, maka panjang gelombang elektromagnetik yang dipancarkan dari ponsel akan berkisar antara 1 meter sampai dengan 0,01 meter. Oleh karena komunikasi menggunakan ponsel akan megeluarkan gelombang elektromagnetik, maka radiasi elektromagnetik yang keluar dari emiter ponsel secara teoritis akan berdampak pada tubuh manusia, khususnya bagian kepala sekitar telinga. Tulisan ini akan menjelaskan secara garis besar energi radiasi yang keluar dari emiter ponsel dan pengaruhnya terhadap jaringan tubuh.

Latar Belakang

Kemajuan teknologi dan industri selalu dimanfaatkan oleh manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sudah terbukti bahwa teknologi dan industri yang maju identik dengan tingkat kehidupan yang lebih baik. Tingkat kehidupan yang baik selalu mengusahakan kemudahan-kemudahan dalam berkomunikasi, antara lain dengan diciptakannya telepon seluler yang disingkat ponsel suatu jenis telepon nir kabel yang mudah dibawa kemana-mana dan praktis karena ukurannya yang kecil sehingga mudah dimasukkan ke dalam saku. Perkembangan kecanggihan ponsel saat ini menggelitik para ahli radiasi untuk melihat seberapa jauh kemungkinan pengaruh adanya radiasi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh emiter ponsel terhadap tubuh manusia.

Suatu penelitian yang pada saat ini sedang dilakukan di Universitas Lund (Swedia) menunjukkan bahwa radiasi yang dipancarkan oleh ponsel dapat mempengaruhi fungsi enzim dan protein. Penelitian yang dilakukan terhadap tikus percobaan menunjukkan adanya perubahan biokimia dalam darah tikus, yaitu terjadinya perubahan protein albumin yang berfungsi dalam memasok aliran darah ke otak. Professor Leif Salford seorang peneliti masalah dampak pemakaian ponsel terhadap kesehatan, mengatakan bahwa gelombang mikro yang keluar dari ponsel dapat memicu timbulnya penyakit “alzheimer” atau kepikunan lebih awal dari usia semestinya. Alzheimer adalah salah satu penyakit yang menyebabkan menurunnya kemampuan berfikir serta kemampuan mengingat-ingat atau memori, sehingga gejala penyakit alzheimer mirip dengan orang tua yang pikun. Walaupun belum terbukti secara langsung bahwa penggunaan ponsel adalah penyebab utama timbulnya penyakit alzheimer, namun menurut Prof. Leif Salford akibat yang mungkin ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik dari ponsel tidak boleh diabaikan begitu saja, tapi harus secara cermat diteliti segala kemungkinan yang dapat ditimbulkan oleh pemakaian ponsel. Hal ini sebenarnya disebabkan karena kekhawatiran manusia berdasarkan pengalaman 80 tahun yang lalu, yaitu pada saat para dokter waktu itu senang menggunakan pesawat sinar-x (pesawat Roentgent) untuk berbagai keperluan diagnosis. Oleh karena pada waktu itu belum diketahui dampak pemakaian sinar-x, maka dokter menggunakannya tanpa memakai pakaian proteksi radiasi atau jas apron, sehingga setelah berselang beberapa tahun ternyata banyak dokter yang menderita kanker kulit. Nah, atas dasar pengalaman ini maka para ahli saat ini sedang berusaha untuk meneliti kemungkinan adanya dampak dari pemakaian ponsel terhadap kesehatan manusia.

Dasar Teori

Telepon seluler atau ponsel yang banyak digunakan oleh masyarakat saat ini, memang sangat membantu dalam hal kemudahan berkomunikasi. Ukuran ponsel makin lama makin kecil agar lebih praktis mudah dimasukkan ke dalam saku dan kelebihannya makin lama makin canggih. Kecanggihan dan kelebihan ponsel tidak lain adalah waktu selalu ditemukan hal yang baru. Akan tetapi satu hal yang perlu diingat bahwa pancaran sinyal dari emiter ponsel selalu mengikuti kaidah pancaran radiasi gelombang elektromagnetik.

Spektrum gelombang elektromagnetik dikelompokkan berdasarkan panjang gelombangnya atau bisa juga dikelompokkan berdasarkan frequensinya. Mengenai spektrum gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang gelombangnya atau frequensinya dapat dilihat pada Tabel 1.

No. Jenis gelombang elektromagnetik: Panjang gelombang (m) Frequensi, (Hertz)
1. Gelombang radio:
a. Radio gelombang panjang
b. Radio gelombang pendek
c. Komunikasi bands.
d. Televisi

2. Gelombang Mikro:
a. Radar
3. Infra merah
4. Cahaya tampak
5. Ultra ungu
6. Sinar – X
7. Sinar gamma

109 – 10-3
109 – 103
103 – 10
105 – 10-3
10 – 10-1
10 – 10-5
10 – 10-3
10-3 – 10-6
10-6 – 10-7
10-7 – 10-10
10-8 – 10-12
10-10 – 10-16
1 – 1011
1 – 105
105 – 107
103 – 1011
107 – 109
107 – 1013
108 – 1011
1011 – 1014
1014 – 1015
1015 – 1019
1016 – 1021
1018 – 1025

Berdasarkan tabel tersebut di atas , tampak bahwa pancaran gelombang elektromagnetik dari ponsel dengan frequensi antara 450 – 1800 MHz telah memasuki daerah gelombang mikro seperti halnya radar. Bila dilihat energinya, maka pancaran gelombang elektromagnetik dari ponsel akan menghasilkan energi yang mengikuti persamaan berikut ini:
E  = h u
= h c/l

dimana:
E  = energi yang dihasilkan, erg.
h  = konstanta planck, 6,62 x 10-27 erg detik
c  = kecepatan cahaya, 300.000 km/detik   = 3.1010 cm / detik
l = panjang gelombang.
Kalau panjang gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel diambil 10-2 meter, maka energi elektromagnetik yang akan dihasilkan dapat dihitung sebagai berikut;
E  = 6,62.10-27 x 3.1010 / (10-2.10-2 )
= 19,86.10-17 erg
Karena ; 1 eV = 1,6.10-12 erg
Maka : E  =(19,86.10-17)/(1,6. 10-12)eV.
= 12,41 . 10-5 eV
= 1,241 . 10-6 eV

Dampak Radiasi Ponsel

Hasil perhitungan tersebut di atas menunjukkan bahwa quantum energi yang ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik ponsel, secara kuantitas relatif masih kecil karena hanya berkisar seper sejuta elektron Volts. Namun kalau jarak sumber radiasi dengan materi, yaitu jarak antara pesawat ponsel dengan kepala (khususnya telinga) diperhitungkan, maka dampak radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel tidak boleh diabaikan begitu saja. Alasannya adalah karena intensitas radiasi elektromagnetik yang diterima oleh materi (kepala khusus bagian telinga), akan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak, artinya makin dekat dengan sumber radiasi (ponsel) akan makin besar radiasi yang diterima. Persoalan akan lebih menarik lagi, kalau waktu kontak atau waktu berbicara melalui ponsel diperhitungkan, maka akumulasi dampak radiasi akibat pemakaian ponsel perlu dicermati lebih jauh lagi. Hal-hal inilah yang pada saat ini sedang diteliti oleh Prof. Leid Salford, yaitu dampak radiasi elektromagnetik ponsel terhadap tubuh manusia.

Pengamatan lebih jauh mengenai dampak radiasi elektromagnetik ponsel terhadap tubuh manusia, ternyata mempunyai kemiripan dengan dampak radiasi elektromagnetik yang ditimbulkan oleh radar. Pesawat radar sejauh ini telah diduga mempunyai dampak terhadap manusia yang berada pada sekitar instalasi radar. Dampak tersebut adalah kemampuan radar mengagitasi molekul air yang ada dalam tubuh manusia. Perlu diingat bahwa sel-sel yang terdapat dalam tubuh manusia sebagian besar mengandung air, maka dampak agitasi terhadap molekul air perlu mendapat perhatian yang seksama. Agitasi yang ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik. Kalau intensitas radiasi elektromagnetiknya cukup kuat, maka molekul-molekul air terionisasi, dampak yang ditimbulkan mirip dengan akibat yang ditimbulkan oleh radiasi nuklir. Peristiwa agitasi oleh gelombang mikro yang perlu diperhatikan adalah yang berdaya antara : 4 mW/cm2 ~ 30 mW/cm2. Agitasi bisa menaikkan suhu molekul air yang ada di dalam sel-sel tubuh manusia dan ini dapat berpengaruh terhadap kerja susunan syaraf, kerja kelenjar dan hormon serta berpengaruh terhadap psikologis manusia. Menurut para ahli, untuk waktu kontak yang cukup lama, ada kemungkinan terjadi sterilisasi terhadap organ reproduksi. Hal-hal inilah yang kemungkinan diduga sebagai penyebab timbulnya penyakit “alzheimer” yang pada saat ini tengah diteliti oleh Prof. Leid Salford. Alzheimer atau timbulnya kepikunan yang terlalu dini, sudah barang tentu sangat merugikan manusia karena jelas akan menurunkan produktivitas kerja seseorang.

Hal penelitian mengenai pengaruh gelombang mikro terhadap tubuh manusia menyatakan bahwa untuk daya sampai dengan 10 mW/cm2 masih termasuk dalam nilai ambang batas aman. Nilai ambang batas aman sebesar 10 mW/cm2 ini berlaku di Amerika, sedangkan untuk negara-negara lain belum dicapai kata sepakat berapa sebenarnya nilai ambang batas aman tersebut. Sebagai contoh, Rusia menetapkan nilai ambang batas aman adalah 0,01 mW/cm2, jauh lebih kecil (1/1000 nya) nilai ambang batas aman yang ditetapkan oleh Amerika. Jadi mengenai penetapan nilai ambang batas aman masih perlu diteliti lebih jauh lagi, demi keselamatan pemakai gelombang mikro termasuk pula terhadap pemakaian ponsel. Kekhawatiran terhadap adanya radiasi elektromagnetik yang dikeluarkan oleh ponsel, ternyata telah dimanfaatkan secara psikologis oleh produsen peralatan proteksi radiasi yang ditimbulakan oleh ponsel. Pada saat ini memang telah diperdagangkan suatu alat yang dikatakan dapat memproteksi radiasi yang ditimbulkan oleh pontel, terutama yang katanya dapat menembus dan mempengaruhi jaringan otak manusia. Seberapa jauh efektifitas alat proteksi radiasi yang ditimbulkan oleh pemakaian ponsel, sejauh ini masih perlu diteliti kebenarannya. Namun yang jelas, dampak psikologis terhadap kemungkinan adanya pengaruh radiasi elektromagnetik yang dikeluarkan oleh ponsel, telah dimanfaatkan oleh para pedagang untuk menjual peralatan proteksi tersebut. Peralatan proteksi radiasi tersebut ada yang berlabel buatan Amerika dan berbentuk cincin yang menurut “petunjukknya” harus ditempelkan pada bagian telinga agar radiasi elektromagnetik dari ponsel tidak sampai ke jaringan otak. Harga yang ditawarkan untuk peralatan proteksi radiasi tersebut berkisar Rp 25.000,- per buah. Ada juga peralatan lain yang dikatakan sebagai reduktor radiasi elektromagnetik ponsel berupa loudspeaker telinga yang dilengkapi dengan extension kabel atau lebih populer dengan sebutan alat “hands free”. Dengan alat hands free ini orang dapat berkomunikasi via ponsel tanpa memegang ponsel. Harga peralatan jenis terakhir ini ditawarkan dengan harga bervariasi antara Rp. 50.000 – Rp. 80.000,- tergantung dari jenis / merk ponselnya. Alat ini agaknya masih dekat denga tubuh karena pada umumnya dimasukkan ke dalam saku baju. Namun sekali lagi, seberapa jauh efektifitas peralatan proteksi radiasi elektromagnetik tersebut, kiranya masih perlu diteliti lebih lanjut. Satu hal yang pasti dan perlu diperhatikan adalah berkomunikasilah dengan ponsel seperlunya saja, agar waktu kontaknya singkat sehingga dosis yang diterima kecil dan waktu kontak yang singkat juga berpengaruh terhadap kantong Anda, karena menghemat pemakaian pulsa ponsel.

Daftar Acuan

  1. Wisnu Arya Wardhana: “ENERGI VIA SATELIT SEBUAH GAGASAN UNTUK ABAB 21”, Majalah Energi Edisi No. 7 Tahun 2000, Yogyakarta, 2000.
  2. Wisnu Arya Wardhana: “RADIOEKOLOGI”, Penrbit Andi Offset, Yogyakarta, 1996.
  3. Ioc-o.: “PONSEL PENGARUH KEMAMPUAN BERFIKRI”, harian Kedaulatan rakyat Yogyakarta, Edisi 9 April 2000.
  4. Sarbacher R.I.: “ENCYCLOPEDIC AND DICTIONARY OF ELECTRONICS AND NUCLUER ENGINEERING”, Prentice Hall, Englewood Clifffs, New Jersey.
  5. James Stokley : “ELECTROMAGNETIK RADIATION”, The New Book of Populair Science, Grolier Incorporated, 1984.

Wisnu Arya Wardhana, Widyaiswara BATAN
PATN-BATAN, Jl. Babarsari, Kotak Pos 1008, Yogyakarta

Written by informasisehat

22/07/2009 at 2:15 pm

ponsel bisa menyebabkan tumor dan kanker

leave a comment »

KOMPAS.com — Banyak mitos beredar mengenai penggunaan ponsel atau handphone (HP), terutama radiasi yang ditimbulkan oleh alat komunikasi tersebut. Konon, memakai ponsel bisa menyebabkan tumor dan kanker. Benarkah?

“Sejujurnya hingga sekarang belum ada bukti yang pasti,” kata Andrew Weil, MD, Direktur Program Pengobatan Integratif di College of Medicine, University of Arizona. Ponsel sering dianggap bisa menyebabkan tumor otak karena diyakini bisa mengantarkan gelombang elektromagnetik.

Namun, tumor sendiri butuh waktu yang lama untuk berkembang, bisa tahunan, bisa juga puluhan tahun. Jadi, dugaan ini masih harus dibuktikan lagi melalui penelitian jangka panjang.

Di satu sisi, dua laporan terbaru mengajak kita untuk tidak terlalu khawatir. Setelah membandingkan kebiasaan menelepon dengan ponsel lebih dari 300 pasien kanker otak dengan orang-orang yang sehat, para peneliti Jepang menyatakan tidak ada hubungan antara lamanya waktu bertelepon dengan kemungkinan mengidap kanker.

Selain itu, sebuah studi selama enam tahun di Inggris seputar teknologi telekomunikasi bergerak dan kesehatan juga tidak menemukan hubungan antara penggunaan ponsel jangka pendek (kurang dari 10 tahun) dengan kanker otak.

Meski demikian, peneliti lain menemukan hasil berbeda. Di Swedia, dilaporkan pada tahun 2006 bahwa kita memiliki risiko 240 persen lebih besar terkena kanker otak berbahaya, tepatnya di bagian kepala yang berdekatan dengan telinga yang sering digunakan untuk bertelepon.

Penelitian lain malah mengatakan bahwa menggunakan ponsel selama lebih dari 10 tahun bisa melipatgandakan risiko terkena semacam tumor jinak bernama acoustic neuromas, juga tumor berbahaya di otak dan sistem saraf yang disebut gliomas.

Di samping kanker otak, faktor fertilitas juga sering dipermasalahkan. Menurut penelitian, makin lama pria berbicara di HP setiap harinya, makin sedikit sperma sehat. Akan tetapi, makin banyak jumlah sperma yang abnormal.

Nah, sambil menunggu kepastiannya, lebih baik pakailah ponsel dengan bijak. Jauhkan ponsel dari tubuh dengan memaksimalkan penggunaan hands free atau wireless headset.

Written by informasisehat

22/07/2009 at 2:12 pm

Radiasi Ponsel Ganggu Tidur Anda

leave a comment »

LONDON, SENIN – Radiasi ponsel sejak lama memang diduga memberi pengaruh buruk terhadap kesehatan. Kali ini sebuah riset menunjukkan bahwa radiasi ponsel dapat mempengaruhi kualitas tidur.

Seperti diwartakan BBC, Senin (21/1), sebuah penelitian yang didanai perusahaan-perusahan ponsel mengidikasikan bahwa radiasi dari handset dapat menimbulkan sejumlah gangguan seperti insomnia, sakit kepala dan pusing-pusing.  Radiasi juga dapat menurunkan durasi tidur lelap sehingga mengganggu kemampuan tubuh Anda untuk memulihkan diri.

Adalah para ahli dari Karolinska Institute di Swedia dan Wayne State University di Amerika Serikat yang melakukan riset tentang radiasi ini dengan dukungan dana dari Mobile Manufacturers Forum.  Para ahli melibatkan sebanyak 35 pria dan 36 wanita berusia18 hingga 45 sebagai partisipan dalam penelitian.

Selama riset, beberapa partisipan dikondisikan untuk mendapatkan efek radiasi yang setara dengan jumlah yang diterima ketika seseorang menggunakan ponsel.  Beberapa partisipan lain juga harus menjalani kondisi serupa, namun tanpa diberi efek radiasi.

Setelah simulasi tersebut terungkap bahwa partisipan yang diberikan efek radiasi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk masuk ke tahap pertama dari beberapa tingkatan tidur nyenyak (deep sleep). Partisipan ini juga menghabiskan waktu sebentar saja pada tahap tidur paling dalam.

“Riset mengindikasikan bahwa dengan pemberian efek radiasi di laboratorium menggunakan sinyal wireless 884 MHz  penting artinya komponen tidur untuk dapat memulihkan diri dari pengaruh buruk akibat pemakaian sehari-hari,” ungkap peneliti dalam kesimpulannya.

Salah satu peneliti, Profesor Bengt Arnetz, mengatakan “Riset ini mengindikasikan dengan kuat bahwa penggunaan ponsel berhubungan dengan perubahan khusus pada bagian otak yang berfungsi mengaktifkan dan mengkoordinasikan sitem stres. Teori lainnya yang muncul adalah adalah radiasi dapat mengganggu produksi  hormon melatonin, yang berfungsi mengatur ritme tubuh secara internal.

Dari riset ini pun terungkap bahwa setengah dari total partisipan mengalami gangguan yang disebut elektrosensitif.  Mereka mengalami beberapa gejala seperti sakit kepala, gangguan fungsi kognitif akibat penggunaan ponsel.

“Bukti-bukti sekarang semakin menguatkan bahwa kita seharusnya menangani masalah ini dengan cara yang sifatnya mencegah. Riset ini menganjurkan jika Anda memang harus menelepon di malam hari, akan lebih baik menggunakan telepon kabel, dan jangan simpan ponsel Anda di meja dekat tempat tidur,” ungkap Alasdair Philips direktur Powerwatch, yang  meneliti dampak bidang elektromagnet terhadap kesehatan.

Mike Dolan, direktur eksekutif  Mobile Operators Association, justru menilai hasil riset ini tidak konsisten dengan hasil penelitian lainnya. “Ini hanyalah sedikit bagian saja dari teka-teki ilmiah yang sangat besar. Ini hanyalah efek yang sangat kecil, seorang peneliti cenderung menilainya tidak lebih dari sebuah efek yang timbul dari secangkir kopi,” ungkapnya.

Pada September lalu, sebuah riset selama enam tahun yang dilakukan UK Mobile Telecommunications dan Health Research Programme (MTHRP) di Inggris menyimpulkan bahwa penggunaan ponsel tidak menimbulkan  risiko jangka pendek pada otak. Namun begitu, para peneliti mengatakan mereka tidak mengesampingkan adanya kemungkinan risiko jangka panjang  yang dapat menimbulkan kanker.

AC
Sumber : BBC

http://www.kompas.com

Written by informasisehat

22/07/2009 at 2:10 pm

Ponsel Pengaruhi Kualitas Sperma?

with one comment

NEW YORK, KAMIS – Dampak negatif dari radiasi telepon selular kembali mendapat sorotan.  Kali ini,  sebuah riset mengklaim penggunaan ponsel yang berlebihan dapat mempengaruhi kualitas sperma.

Kaitan penggunaan ponsel dan kualitas sperma diungkap oleh para ahli melalui riset pendahuluan di Cleveland Clinic, Amerika Serikat. Dengan melibatkan 361pasien klinik, peneliti menemukan bahwa semakin lama pria menggunakan ponsel setiap hari, semakin menurun jumlah sel sperma dan semakin besar pula prosentase jumlah sperma abnormal.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility ini merupakan fakta lain yang mempertanyakan dampak potensial penggunaan ponsel atau alat-alat nirkabel terhadap kesehatan. Beberapa riset sebelumnya kerap menghubungkan radiasi ponsel dengan timbulnya gangguan kesehatan seperti penyakit susah tidur atau tumor otak.  Walau begitu, ada pula riset lainnya yang tidak menemukan hubungan ponsel dengan problem kesehatan.

Yang menjadi kekhawatiran selama ini adalah energi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan ponsel secara teoretis dapat mempengaruhi sel-sel tubuh.  Apalagi juga digunakan dalam waktu lama, ponsel dikhawatirkan mengganggu jaringan dengan cara merusak  DNA.

Tetapi temuan para ahli di Cleveland ini tidak memberikan bukti bahwa radiasi ponsel dapat merusak sperma. “Hasil penelitian kami menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara penggunaan ponsel dengan penurunan kualita semen. Namun begitu, ini tidak membuktikan adanya hubungan sebab akibat,” ungkap pimpinan riset, Dr Ashok Agarwal.

Dalam penelitiannya, Agarwal beserta tim meneliti sampel semen dari 361 pria yang mengunjungi klinik infertilitas selama sekitar setahun.  Peneliti juga mengadakan semacam kuisioner kepada seluruh partisipan untuk menanyakan soal kebiasaan menggunakan ponsel.

Secara umum, peneliti menemukan bahwa jumlah dan kualitas sel sperma cenderung menurun seiring meningkatnya jumlah waktu penggunaan ponsel. Pria yang dalam kuisioner mengaku menggunakan ponsel rata-rata empat jam sehari tercatat memiliki rata-rata jumlah sel sperma terendah serta jumlah sel normal/aktif terendah.

“Kami mengasumsikan dari hasil penelitian ini bahwa penggunan ponsel yang berlebihan berhubungan dengan rendahnya kualitas semen,” kata Agarwal.  Tetapi apakah ponsel dapat secara langsung mempengaruhi kesuburan pria masih belum jelas.

Agarwal mengatakan, timnya juga saat ini tengah melakukan dua riset lanjutan untuk mempertegas asumsi tersebut. Pada riset pertama, peneliti  menyinari sampel semen dengan radiasi elektromagnetik dari  ponsel untuk melihat dan mengetahui dampak apa yang akan terjadi.

Sedangkan pada riset kedua,  peneliti akan meneruskan riset awal dengan melibatkan jumlah pria yang lebih banyak. Menurut Agarwal, riset ini juga akan memperhitungkan faktor lain yang akan mempengaruhi seperti gaya hidup (lifestyle) serta risiko yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat mempengaruhi kualitas sperma.
AC
Sumber : REUTERS

Written by informasisehat

22/07/2009 at 2:08 pm