HIDUP SEHAT

hidup sehat adalah pilihan

Nasihat “Kuno” Tapi Cespleng: Minumlah Minimal Dua Liter Perhari, Kenapa?

leave a comment »


Rabu, 08 Desember 2010, 15:29 WIB

Smaller Reset Larger
Nasihat

Minum air putih

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Setiap orang dewasa setidaknya harus minum air minimal dua liter sehari untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh agar tidak mengalami dehidrasi dan mengganggu kesehatan, kata ahli gizi, Dr Samuel Oetoro. “Setidaknya kita harus minum air delapan gelas atau dua liter sehari untuk mengganti cairan kita yang hilang karena aktivitas,” kata Samuel dalam diskusi Air Adalah Kebaikan Alam dan Manfaatnya Bagi Tubuh yang diadakan oleh Danone Aqua, di Jakarta, Rabu.

Menurut Samuel, manfaat air sangat penting bagi kehidupan manusia bahkan dapat disamakan dengan kebutuhan tubuh terhadap zat gizi dan vitamin yang dibutuhkan tubuh.
Dia mengatakan, perlunya manusia mengonsumsi air dua liter sehari adalah untuk menggantikan cairan di tubuh yang hilang sebanyak dua liter melalui air seni, keringat dan saluran pernapasan.

“Oleh sebab itu, karena air yang hilang per hari sebanyak dua liter karena aktivitas sehari-hari, maka cairan tersebut juga harus diisi dengan cara minum air sebanyak dua liter sehari,” kata Samuel.

Diingatkan, dampak manusia kekurangan cairan sangat fatal dan bisa membahayakan kesehatan manusia jika tidak mengonsumsi air sebanyak dua liter per hari. Apabila manusia kekurangan dua persen air, katanya, akan menimbulkan rasa haus, letih, lemah, mengganggu konsentrasi dan kemampuan berpikir.

Jika kehilangan air sebanyak empat persen hingga enam persen maka tubuh akan alami kelemahan yang berat, pucat, selaput lendir kering, buang air kecil berkurang dan kesadaran menjadi gelisah. “Namun jika kekurangan air mencapai 12 persen maka kesadaran sudah tidak merespon, buang air kecil tidak ada, muka terlihat kelabu, tekanan darah menurun, nadi sangat cepat dan pelan yang semuanya bisa berakibat fatal seperti kematian,” katanya.

Diingatkan pula bukan hanya konsumsi dua liter per hari yang penting tapi juga kualitas air yang diminum perlu memiliki karakteristik yang sesuai dengan standar kesehatan, seperti tidak berwarna, tidak bau, tidak berasa serta bebas dari bahan kimia berbahaya dan bakteri.

 

republika online

Advertisements

Written by informasisehat

09/12/2010 at 11:03 am

Posted in air putih

Tagged with

Lindungi Otak dengan Kopi

with 7 comments

Sabtu, 27 November 2010 | 09:01 WIB
Ilustrasi kopi Indonesia

KOMPAS.com — Ternyata, kopi tidak selamanya buruk untuk tubuh. Penelitian mengenai dampak kopi bagi kesehatan sudah cukup banyak. Yang terbaru menyebutkan, kopi bisa melindungi otak Anda dari risiko kanker.

Manfaat kopi yang luar biasa itu terungkap setelah para peneliti mengikuti kesehatan 500.000 orang Eropa selama delapan tahun. Mereka yang minum satu setengah cangkir kopi sehari memiliki risiko terkena kanker otak 34 persen lebih rendah.

Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa kopi sebenarnya kaya akan antioksidan. Seperti diketahui, sudah banyak fakta-fakta yang menunjukkan manfaat antioksidan untuk pencegahan penyakit.

Meski hasil penelitian tersebut cukup membuat para pencinta kopi sedikit lega, tetapi perlu dicatat bahwa tipe kanker otak yang bisa dicegah oleh kopi terbilang langka.

Sebelumnya, hasil-hasil penelitian menunjukkan kopi punya manfaat pencegahan beberapa jenis penyakit, seperti diabetes tipe 2 dan Alzheimer. Manfaat kopi lainnya mungkin sudah sering Anda rasakan, yakni lebih bersemangat dan meningkatkan konsentrasi.

 

sebuah kabar baik untuk penikmat kopi

Written by informasisehat

02/12/2010 at 2:42 am

Posted in kopi

Tagged with , ,

Hidup Modern Bikin Kanker Makin “Ganas”

leave a comment »

Jumat, 15 Oktober 2010 | 09:47 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Para ilmuwan berpendapat, kanker adalah penyakit yang muncul akibat kehidupan manusia yang semakin modern. Penyakit ini bukanlah kondisi yang muncul karena alam, tetapi timbul akibat faktor gaya hidup manusia yang semakin modern serta polusi yang dihasilkan industri.

Kesimpulan itu diungkapkan para egyptologist atau peneliti budaya Mesir di Universitas Manchester, Inggris. Kajian terhadap ratusan mumi asal Mesir dan Afrika Selatan menunjukkan, hanya ditemukan saja satu mumi yang terserang kanker. Sedangkan di zaman yang serba canggih saat ini, kanker merupakan penyebab utama satu dari tiga kasus kematian.

“Dalam masyarakat industri, kanker menempati peringkat kedua setelah penyakit kardiovaskuler sebagai penyebab kematian utama,” ungkap Professor Rosalie David, pakar biomedis dari Universitas Manchester.

“Namun di zaman dahulu, penyakit ini sangat jarang. Tak ada faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kanker. Oleh sebab itu, kanker adalah penyakit yang dibuat manusia, akibat polusi dan perubahan dari diet dan gaya hidup,” tambah David.

Untuk melacak asal muasal kanker, Prof David dan rekannya Professor Michael Zimmerman, mencari jejak penyakit ini pada ratusan mumi  yang berusia hingga 3.000 lalu. Mereka juga meneliti fosil-fosil dan naskah-naskah kuno.

Melalui analisis jaringan terehidrasi di bawah mikroskop, mereka hanya menemukan lima kasus tumor yang kesemuanya terbilang jinak. Bukti dari fosil pun sangat jarang, sedangkan naskah-naskah kuno menyebut beberapa kasus tetapi kesemuanya diperdebatkan, seperti kasus pada binatang dan tulang-tulang Neanderthal.

Ilmuwan justru menemukan penyakit lain yang berkaitan dengan faktor penuaan seperti  penebalan dinding pembuluh darah dan artritis. Temuan ini, menurut para ahli, mengesampingkan argumen bahwa manusia purba usianya tidak cukup panjang sehingga tidak mengidap kanker.

Kajian terhadap tubuh mumi, baik dari keturunan raja atau rakyat jelata, menunjukkan bahwa rata-rata harapan hidup mereka bervariasi antara 25 hingga 50 tahun, tergantung latar belakangnya.

Bukti hadirnya kanker dalam naskah kuno Mesir juga dinilai peneliti lemah karena penyakit yang mirip kanker ini cenderung disebabkan oleh lepra atau bahkan varises vena. Satu-satunya mumi yang didiagnosis kanker adalah seorang sosok biasa yang hidup sekitar 200 Masehi.

Catatan di era modern menunjukkan, kasus penyakit kanker di dunia meningkat secara masif setelah era Revolusi Industri, khususnya kanker yang ditemukan pada anak-anak.

Written by informasisehat

02/12/2010 at 2:39 am

Posted in kanker

Tagged with

Begini Cara Sel Kanker “Gerogoti” Tubuh

leave a comment »

Senin, 29 November 2010 | 14:45 WIB

PENNSYLVANIA, KOMPAS.com – Para Ilmuwan di Amerika Serikat menyusun sebuah teori baru mengenai bagaimana sel kanker dapat berkembang biak dan bertahan dalam jaringan tubuh.

Temuan ini dapat membantu para ahli kanker di dunia dalam menyusun diagnosa serta terapi baru untuk menyasar pasien-pasien berisiko tinggi.

Adalah tim peneliti dari Kimmel Cancer Center di  Universitas Thomas Jefferson Pennsylvania, yang berjasa membuat teori baru ini didasarkan pada hasil empat penelitian.

Teori ini juga dapat menjelaskan mengapa begitu banyak pasien kanker merasa tubuh mereka seperti  ‘digerogoti’ secara perlahan. Padahal. ini sebelumnya tidak pernah dapat dimengerti oleh para ahli.

Empat teori baru ini menyodorkan bukti bahwa pertumbuhan sel tumor dan proses metastasis sebenarnya “dipicu” secara langsung atau didukung oleh sel-sel normal. Sel-sel normal dinamakan fibroblasts yang membuat sel kanker bertahan, dan mereka menghasilkan  stroma (jaringan penghubung) yang membungkus sel tumor.

Ketika sel kanker berkembang, jumlah sel stromal ini meningkat dan mereka seperti menggerogoti dirinya untuk menyediakan nutrien daur ulang kepada sel-sel tumor. Inilah yang mengakibatkan pasien kanker kerap kehilangan bobotnya secara signifikan.

Para ahli juga juga menemukan, tanpa nutrien daur-ulang yang disediakan oleh fibroblasts, sel-sel tumor menjadi lebih rapuh dan mudah mati.

Berdasarkan temuan penting ini, para ahli menilai obat-obat kanker yang sifatnya mengganggu hubungan parasit antara sel tumor dan fibroblasts, mungkin efektif dalam terapi.

“Kami kira rahasia bagaimana cara sel kanker berkembang telah terungkap. Ini  membalikkan 85 tahun dogma melampaui riset dan terapi kanker saat ini,”  ungkap Michael P. Lisanti, M.D., Ph.D., peneliti senior dan direktur Jefferson’s Department of Stem Cell Biology & Regenerative Medicine.

Mereka menyebut penemuan ini sebagai  The Reverse Warburg Effect.  Penelitian ini juga dipublikasikan dalam journal Cell Cycle edisi September.

“Ini sungguh hebat. Banyak hal yang kita tahu soal kanker berlawanan sebab studi tentang kanker kebanyakan menggunakan sel tumor yang diisolasi. Sekarang kami menempatkan sel-sel kanker kembali dalam lingkungan stromal  Kami melihat bagaimana sel kanker secara kritis tergantung pada fibroblasts demi kelangsungan hidup mereka,” ungkap Dr. Lisanti.

Written by informasisehat

02/12/2010 at 2:31 am

Posted in kanker

Tagged with ,

Memahami Terjadinya Kanker

with 4 comments

Selasa, 30 November 2010 | 15:16 WIB
shutterstock
TERKAIT:

KOMPAS.com Begitu mendengar vonis kanker, banyak orang seakan mendengar lonceng kematian. Kanker memang penyakit paling unggul dalam merenggut usia karena sel-sel abnormalnya yang tumbuh tak terkendali dapat menyebar ke seluruh tubuh dan merusak sel-sel normal di sekelilingnya.

Saat ini sedikitnya ada sekitar 200 jenis kanker. Namun, karakteristik dari semua kanker itu sama saja, yakni pertumbuhan dan penyebaran sel-sel abnormal yang tak terkendali. Mengapa kanker bisa berkembang pada seseorang dan tidak pada yang lain, hal itu belum diketahui sepenuhnya.

Para peneliti menduga, 5-10 persen kanker mungkin diwariskan. Artinya, penyakit ini diturunkan oleh suatu generasi ke generasi berikutnya melalui gen yang tidak normal. Namun, dalam sebagian besar kasus, kanker berkembang melalui serangkaian tahapan kompleks yang sering meliputi paparan berlebihan karena karsinogen (zat penyebab kanker), seperti tembakau atau matahari.

Karsinogen dipercaya menyebabkan terbentuknya radikal bebas, yang dapat merusak untaian molekul-molekul DNA pembawa informasi tentang cara reproduksi. Begitu ada DNA yang mengalami kerusakan, sel kanker bisa terbentuk.

Oleh karena itu, salah satu cara untuk mencegah kanker adalah dengan mengurangi paparan pada apa pun yang merangsang pembentukan radikal bebas, termasuk makanan kaya lemak, tembakau, dan alkohol.

Kanker bisa berkembang dalam beberapa bentuk, yakni:

Karsinoma
Ini merupakan kanker yang berasal, baik dari permukaan tubuh luar maupun dalam, seperti kanker kulit dan kanker usus besar.

Sarkoma
Sarkoma adalah kanker yang berkembang dalam jaringan pendukung tubuh, seperti tulang dan otot.

Limfoma
Disebut limfoma bila kanker itu berasal dari kelenjar limfa atau getah bening dan sistem kekebalan tubuh.

Leukemia
Leukemia berasal dari sumsum tulang dan terdapat dalam aliran darah.

Written by informasisehat

02/12/2010 at 2:22 am

Posted in kanker

Tagged with ,

Benarkah Susu Sebabkan Kanker?

with 2 comments

 

 

Kompas.com – Manfaat susu sebagai nutrisi penunjang kesehatan akhir-akhir ini mulai diragukan seiring dengan banyaknya mitos-mitos mengenai susu, salah satunya menyebabkan kanker. Bagaimana yang benar?

Mitos ini sebenarnya berawal dari tahun 1993 ketika FDA menyetujui departemen peternakan di Amerika untuk menggunakan hormon pertumbuhan (rBGH) pada hewan ternak. Praktek tersebut menyebabkan produksi susu sapi meningkat pesat sehingga harga susu pun bisa ditekan. Namun hal itu juga menimbulkan kontroversi karena rBGH meningkatkan konsentrasi insulin-like growth factor (IGF), hormon yang terkait kanker, dalam susu meningkat.

Tetapi, berbeda dengan hormon steroid yang bisa dikonsumsi secara oral, rBGH dan IGF harus disuntikkan untuk mendapatkan efeknya. Hal itu karena proses pencernaan akan menghancurkan hormon protein ini. Karena itu minum susu yang berasal dari sapi yang diberi hormon tidak serta merta mentrasfer bahan aktif kimia ini ke dalam tubuh. Dengan kata lain, rBGH dan IGF baru bisa menyebabkan kanker jika disuntikkan langsung ke tubuh manusia.

Meski begitu, karena persoalan etik, kini praktik pemberian hormon pada ternak sapi sudah dilarang. Para peneliti dari Kanada juga menemukan bahwa sapi yang diberi hormon lebih rentan terkena infeksi mastitis.

Bagaimana dengan antibiotik pada pakan ternak? Beberapa pendapat menyebutkan antibiotik yang ada dalam tubuh ternak sapi akan mengendap dalam susu dan dagingnya. Jika dikonsumsi dalam waktu lama hal ini akan menyebabkan orang yang mengonsumsinya menjadi resisten antibiotik.

Mengenai hal ini belum ada ilmuwan yang bisa memastikannya karena belum ada penelitian yang membuktikannya. Bila Anda khawatir dengan isu antibiotik ini, saat ini di pasaran terdapat produk susu organik yang bebas dari hormon dan antibiotik. Namun mungkin harganya relatif mahal.

Written by informasisehat

02/12/2010 at 12:47 am

Posted in mitos makanan

Tagged with

Cat Rambut Akan Menambah Uban?

with 5 comments

Selasa, 30 November 2010 | 10:58 WIB

 

KOMPAS.com — Setiap helai rambut memiliki melanin, sejenis pigmen yang memberi warna kepada rambut. Akan tetapi, karena alasan yang bahkan para dokter pun tidak tahu, sel-sel pigmen dekat akar tiap rambut mulai pensiun. Maka ketika rambut yang berwarna hitam atau warna lain mulai rontok, penggantinya sering rambut berwarna putih atau kelabu.

Rambut berwarna putih atau uban ini sebenarnya masih sama dengan rambut Anda yang lama, tetapi sekarang tidak mempunyai warna. Cepat lambatnya muncul uban di kepala seseorang punya kaitan yang sangat kuat dengan faktor keturunan. Apabila di antara generasi lama Anda ada yang beruban sejak muda, mungkin sekali Anda pun demikian.

Cara paling populer dan mudah untuk menutup uban adalah dengan mengecat rambut. Bahkan, cat rambut teknologi terbaru bisa mengembalikan tone warna rambut Anda di usia remaja, bahkan kanak-kanak. Dengan demikian, Anda bisa tampil lebih muda dengan warna rambut yang terlihat hitam alami.

Anda tidak perlu khawatir, cat rambut akan memperbanyak jumlah uban seperti mitos yang selama ini ada. “Kalau kita mengecat rambut, otomatis rambut akan lebih hitam dan semua bagian akar rambut tertutup cat. Artinya, apabila ada uban baru yang muncul, akan lebih terlihat. Inilah yang sering disangka uban tumbuh lebih banyak,” papar Jasmine K Karsono, Manager Scientific Communication Procter & Gamble, seperti dikutip Prevention.

Pastikan untuk memilih produk perawatan rambut beruban dengan formulasi lembut. Plus, dengan tingkat warna yang tak berbeda jauh dengan warna rambut asli kita.

Written by informasisehat

02/12/2010 at 12:41 am

Posted in Uncategorized