HIDUP SEHAT

hidup sehat adalah pilihan

Posts Tagged ‘penyakit jantung

KOLESTEROL BIANG PENYAKIT JANTUNG

leave a comment »

Ditulis oleh dr. Edial Sanif

Konsumsi makanan berkadar lemak tinggi membahayakan jantung.

Di Negara negara maju seperti Eropa dan Amerika, penyakit jantung koroner(PJK), sudah mulai menunjukkan penurunan, hal ini karena terjadi perubahan pola hidup termasuk pola makan. Namun dinegara berkembang seperti Indonesia angka kejadian penyakit jantung koroner malah ada kecenderungan meningkat, walaupun belum ada data pasti, namun menurut catatan para ahli dugaan ini mendekati kebenaran.  Pola makan yang salah mungkin merupakan salah satu faktor meningkatnya kasus penyakit jantung koroner dinegara berkembang.  Makanan berkadar lemak tinggi, seperti susu, telor, keju, minyak kelapa, mentega, merupaka kebiasaan yang sulit diatasi.

Apa itu kolesterol …!!. Kolesterol adalah suatu bahan berlemak yang terjadi secara alamiah didalam tubuh manusia.  Masyarakat biasanya memandang Kolesterol dengan konotasi negatif.  Padahal, sessungguhnya kolesterol tidak selalu jelek.  Dari segi ilmu kimia, kolesterol merupakan senyawa lemak yang kompleks yang dihasilkan oleh tubuh dengan bermacam- macam fungsi, antara lain membuat hormon seks, adrenal, dan membentuk dinding sel. Disebabkan pentingnya fungsi kolesterol, tubuh membuatnya sendiri di dalam hati atau lever. Kolesterol yang berada dalam zat makanan yang kita makan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Sejauh pemasukan ini masih seimbang dengan kebutuhan, tubuh kita akan tetap sehat. Namun, sangat disayangkan kebanyakan dari kita memasukkan kolesterol lebih daripada yang diperlukan, yakni dengan makan makanan mengandung lemak yang kaya akan kolesterol. Hasilnya mudah diterka. Kadar kolesterol darah meningkat melebihi angka normal. Kelebihan tersebut bereaksi dengan zat- zat lain dan mengendap di dalam pembuluh darah arteri sehingga menyebabkan penyempitan dan pengerasan yang dikenal sebagai arterosklerosis. Jika penyempitan dan pengerasan ini cukup berat, sehingga menyebabkan suplai darah ke otot jantung tidak cukup jumlahnya, timbul sakit atau nyeri di dada yang disebut angina, bahkan dapat menjurus ke serangan jantung. Disinilah kolesterol tersebut berperan negatif terhadap kesehatan. Melihat alasan tersebut, kadar kolesterol yang abnormal menjadi faktor resiko utama penyakit jantung koroner.

Asal kolesterol. Diperkirakan dua pertiga dari seluruh kolesterol yang ada di dalam tubuh diproduksi oleh hati atau lever. Singkatnya, sepertiga dari seluruh kolesterol dalam tubuh diserap oleh sistim pencernaan dari makanan yang kita makan. Makanan yang mengandung kolesterol adalah makanan produk susu. Makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak seperti daging, margarin, mentega, keju,dan minyak  kelapa dapat pula dibentuk dari hati atau lever.

Cara Kolestrol Menyebar ke Seluruh Tubuh. Begitu kolestrol dan trigliserida dicerna,keduanya terikat dalam suatu ikatan yang membawanya ke berbagai tempat yang berbeda di seluruh tubuh.Kolestrol digunakan untuk membangun dinding sel dan untuk memproduksi hormon. Trigliserida adalah molekul lemak yang menyediakan energi bagi tubuh. Baik kolestrol maupun trigliserida dibawa melalui darah oleh lipoprotein.

Trigliserida. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang terdapat di dalam darah dan berbagai organ di dalam tubuh. Dari sudut ilmu kimia, trigliserida merupakan substansi yang terdiri dari gliserol yang mengikat gugus asam lemak. Mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak akan meningkatkan trigliserida di dalam darah dan cenderung meningkatkan kadar kolestrol.

Lemak yang berasal dari buah-buahan, seperti kelapa, durian, dan avokad tidak mengandung kolestrol, tetapi kadar trigliseridanya tinggi. Beberapa faktor yang mempengaruhi kadar trigliserida di dalam darah adalah kegemukan,makanan berlemak, gula biasa(glucose), dan alkohol.

Para ahli menegaskan bahwa peningkatan kadar trigliserida di dalam darah merupakan salah satu risiko penyakit jantung koroner(PJK).

Lipoprotein atau Lipid. Lemak dan kolesterol tidak larut dalam cairan darah. Jika lemak dan kolesterol harus larut agar dapat dikirim ke seluruh tubuh, perlu dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut lipoprotein. Jadi,lipoprotein bisa dianggap pembawa lemak dan kolesterol di dalam darah.  Ada 5 jenis lipoprotein utama, yakni kilomikiron(chylomicron), VLDL-kolesterol, IDL-kolesterol, LDL-kolesterol, HDL-kolesterol. 1). Kilomikron tersusun dari trigliserida dan beberapa kolesterol. 2). IDL-kolesterol (intermediate density lipoprotein) dibuat dari VLDL-kolesterol dan membawa kolesterol melalui darah. 3). VLDL-kolesterol(very low density lipoprotein) membawa kolesterol dari hati dan membawa sebagian besar trigliseida dalam darah. Pada proses selanjutnya sebagian VLDL berubah menjadi LDL . 4). LDL-kolesterol (low density lipoprotein) yang mengangkut paling banyak kolesterol di dalam darah. Sering dinamakan kolesterol “buruk” atau “jahat”,karena kadar LDL yang tinggi menyebabkan mengendapnya kolesterol didalam arteri,sehingga sering menutupi bagian dalam dinding arteri. 5). HDL-kolesterol (high density lipoprotein) mengangkut kolesterol lebih sedikit dibandingkan dengan jenis yang lainnya.  HDL-kolesterol sering disebut kolesterol “baik” karena mengirim kelebihan kolesterol “jahat” di pembuluh arteri kembali ke lever untuk diproses dan dibuang. Jadi,HDL mencegah kolesterol mengendap di arteri dan melindungi atau memproteksi dari arterosklesoris dan penyakit jantung koroner. Kadar total kolesterol, HDL, dan trigliserida di dalam darah dapat diketahui dengan tes di laboratorium setelah melakukan puasa selama lebih kurang 10 jam. Kolesterol dihitung dalam jumlah total kolesterol yang ada di semua lipoprotein yang bersikulasi di dalam darah.

Berapa kadar kolesterol dan trigdaliserida yang dianjurkan… ? Berikut adalah kadar lemak yang dianjurkan, agar resiko penyakit jantung koroner dapat dikurangi : kadar kolesterol kurang dari 200 mg/dl; kadar LDL kurang dari 100 mg/dl; kadar HDL  sebaiknya lebih besar dari 60 mg/dl; kadar Trigliserida kurang dari 150 mg/dl.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bila kadar kolesterol darah meningkat dari 150 mg% menjadi 260 mg%, maka risiko penyakit jantung koroner akan meningkat tiga kali lipat.  Negara-negara seperti Amerika dan Finlandia, diamana penduduknya memiliki kadar kolesterol darah rata-rata tinggi, memiliki insiden penyakit jantung tertinggi didunia, sebaliknya, Jepang dimana penduduknya memiliki kadar kolesterol yang rendah, maka insiden penyakit jantung juga rendah. Setiap penurunan satu persen kadar kolesterol darah, maka akan terjadi penurunan risiko penyakit jantung sebesar dua persen.

Written by informasisehat

20/04/2009 at 4:38 am