HIDUP SEHAT

hidup sehat adalah pilihan

Kerja Kantoran Bisa Merusak Otak?

with 5 comments

 

KOMPAS.com — Bekerja sebagai karyawan di kantor mungkin memberi kenyamanan bagi sebagian besar orang. Tetapi, tanpa disadari, bekerja di kantor ternyata tak selamanya menguntungkan.

Menurut sebuah studi terbaru, bekerja di kantor yang mengadopsi konsep modern dapat memperburuk kualitas otak dan menurunkan produktivitas. Kantor modern dengan suasana yang ramai ternyata dapat menurunkan kualitas kesejahteraan pekerja hingga 32 persen dan menurunkan produktivitas hingga 15 persen.

Seperti yang terungkap dalam The Secret Life of Buildings, salah satu program yang ditayangkan di stasiun Channel 4, para ahli berpendapat bahwa konsep kantor tipe terbuka (open plan offices) yang banyak diadopsi saat ini justru merugikan karyawan. Kantor tipe seperti ini dapat memicu aktivitas yang tidak dikehendaki otak. Aktivitas yang “mengganggu” ini bisa muncul kapan saja saat karyawan menjalankan tugas.

Dalam acara televisi tersebut dibuktikan bagaimana karyawan yang bekerja di kantor tipe terbuka mengalami serangkaian gangguan/distraksi yang memecah konsentrasi. Presenter yang juga kritikus arsitektur Tom Dyckhoff menjalani sebuah tes dengan cara menggunakan topi khusus yang mengukur gelombang otak ketika ia bekerja di kantor tipe terbuka.

Kantor tipe open plan diperkenalkan pertama kalinya pada era 1950-an dan telah berkembang menjadi gaya perkantoran yang populer. Kantor ini didesain dengan harapan karyawan bisa bergerak dan berinteraksi secara bebas sehingga menjadi lebih kreatif dalam berpikir dan memecahkan masalah.

“Tetapi, buktinya tidak seperti itu. Jika Anda sedang bekerja dan mendengar suara telepon di belakang, hal itu membuat konsentrasi Anda buyar. Meski Anda tidak sadar pada saat itu, tetapi otak tetap memberikan respons terhadap distraksi,” ungkap Dr Jack Lewis, ahli saraf yang menggagas tes tersebut.

Kantor-kantor bergaya modern, yang tidak mengizinkan dekorasi barang pribadi atau adanya tembok atau meja-meja, justru tidak membantu karyawan.

Dr Craig Knight, psikolog dari Exeter University, mengatakan, kebebasan yang diberikan kepada karyawan untuk mendekorasi atau merancang ruangannya secara pribadi dapat meningkatkan kinerjanya di kantor.

Perusahaan-perusahaan menyukai usulan memberikan ruang kecil untuk karyawan bekerja dan semuanya seragam tanpa adanya embel-embel yang tidak perlu.

“Namun, dalam percobaan yang kami lakukan, para karyawan memberi respons yang lebih baik pada ruang yang telah ditambahkan dengan gambar-gambar dan tanaman. Jika mereka diberi kebebasan untuk mendekorasi ruangannya dengan barang mereka sendiri, itu akan meningkatkan kesejahteraan mereka hingga 32 persen dan produktivitas hingga 15 persen,” terang Knight.

Hal ini, lanjutnya, disebabkan karena mereka dapat melebur dengan lingkungan sekitarnya, merasa lebih nyaman, dan lebih berkonsentrasi.

Sumber :

 

Written by informasisehat

13/08/2011 at 12:55 am

Demi Anak, Singkirkan Furnitur Beracun!

with one comment

ternyata memilih furnitur harus hati hati

 

KOMPAS.com – Memilih furnitur yang tepat di kamar anak harus benar-benar menjadi pertimbangan orang tua. Sembarang memilih furnitur bukan hanya berisiko pada kenyamanan, tetapi juga kesehatan dan keamanan buah hati Anda.

Sebagai bahan pertimbangan tersebut, berikut adalah beberapa tips umum yang bisa Anda kembangkan dan manfaatkan untuk memilih furnitur bagi anak:

Utamakan furnitur yang tidak mengandung racun

Anak-anak kita, terutama yang masih balita, masih suka memasukkan benda-benda yang ada di sekitarnya. Untuk itu, produk furnitur yang mengandung bahan berbahaya seperti zat kimia phthalate acid atau zat golongan ester yang sering digunakan sebagai bahan campuran pembuatan plastik harus dihindarkan, sebab bila tertelan atau sekedar dikulum akan berisiko pada kesehatan buah hati. Maka, perhatikan saat hendak membeli produk dan tanyakan dengan detail urusan kandungan zat yang satu ini.

Pilih furnitur bercat/berpeliturnya tak berbau

Bau menyengat pada lapisan cat atau pelitur furnitur akan mengganggu indera penciuman anak. Bahkan, aroma mau tersebut bisa mengganggu saluran pernafasan akibat bahan kimia yang terkandung tajam. Pilihlah lapisan yang berbahan air, ketimbang bahan minyak dan tiner yang lebih berisiko.

Pilih furnitur kuat

Saat anak-anak tumbuh dan berkembang, salah satu aktivitas anak adalah kesukaannya melompat-lompat. Aktivitas ini bisa dilakukannya di mana saja, termasuk di kamar tidur.

Memang, arena paling disukai untuk menuntaskan hasrat lompat-lompatnya adalah tempat tidur. Karena itulah, pilih ranjang yang kuat menopang ketika anak melompat di atas kasur. Jangan sampai, ketika ia kegirangan melompat, furnitur justru tak kuat menopang dan menyebabkan kecelakaan kecil.

Bukan hanya tempat tidur, karena pilihan furnitur yang kuat juga berlaku pada produk lemari atau rak. Cara mengeceknya, guncangkan furnitur yang tinggi untuk mengetahui kekokohannya. Jangan sampai Anda terkecoh hingga furnitur seperti lemari mendadak jebol saking tidak kokohnya.

Berdesain tahan lama

Anak-anak cepat sekali tumbuh dan berkembang, begitu pula perkembangan bentuk tubuhnya. Membeli furnitur dengan desain tema tertentu bisa jadi hanya dipakai sesaat, misalnya ranjang berbentuk mobil yang hanya bisa dipakai ketika anak berumur 5 – 10 tahun. Sesudahnya, ranjang ini tidak bisa digunakan lagi.

Sebagai solusinya, Anda bisa memilih menggunakan furnitur jenis knock down. Dengan memilih furnitur tahan lama, kemungkinan pemakaiannya bisa lebih lama juga. Misalnya, Anda bisa memilih ranjang bermodel klasik atau standar dengan warna netral seperti putih atau krem.

Pilih furnitur aman

Furnitur yang aman adalah seperti bagian sudut-sudutnya tidak runcing atau tajam, tapi membulat. Sudut yang tajam akan berbahaya bagi fisik buah hati yang tengah bermain atau beraktivitas di kamar

Written by informasisehat

28/06/2011 at 11:24 pm

Posted in dunia anak

Diabetes Bukan karena Kebanyakan Gula

with one comment

Kompas.com – Dunia sedang menghadapi ledakan penderita diabetes. Data paling baru menyebutkan angkanya mencapai 350 juta orang di seluruh dunia, jauh melebihi prediksi Federasi Diabetes International (IDF) yang memproyeksikan tahun 2010 ada 285 juta penduduk dunia yang akan menjadi korban penyakit yang bisa merenggut penglihatan, bahkan kematian ini.

Walaupun para ahli sepakat diabetes merupakan masalah kesehatan terbesar di abad 21, nyatanya masih banyak orang yang angkat bahu ketika ditanya tentang kemungkinan menderita penyakit ini. Selain karena gejalanya memang tidak terlihat, tak sedikit yang masih mengira penyakit ini disebabkan karena mengasup makanan manis terlalu banyak.

Padahal, menurut dr.Budiman Darmowidjojo, Sp.PD, diabetes melitus tidak berhubungan dengan kebanyakan makan gula. Seseorang didiagnosis diabetes ketika tubuhnya tidak cukup menghasilkan insulin atau tidak menggunakan insulin yang ada dengan benar. “Tidak benar jika penyakit ini timbul karena kebanyakan makan makanan manis,” katanya.

Faktor yang menyebabkan tingginya jumlah penderita adalah karena perubahan pola makan menjadi tinggi lemak dan kurangnya aktivitas fisik.  Keterkaitan penyakit ini dengan gula mungkin berpangkal dari kenyataan penderita diabetes harus membatasi asupan gula mereka.

“Yang harus dibatasi sebenarnya bukan hanya gula, tetapi total kalori karena sebagian besar yang kita makan untuk dijadikan energi akan diubah menjadi glukosa. Pada penderita diabetes, pola makan yang tidak terkontrol akan meningkatkan kadar glukosa,” papar dokter dari Divisi Endokrinologi dan Metabolisme Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM Jakarta.

Pada orang sehat, glukosa secara otomatis diserap oleh sel-sel. Tubuh menggunakan insulin yang dihasilkan oleh sel B pankreas untuk membuka reseptor sel sehingga glukosa bisa masuk. Akan tetapi pada orang yang menderita diabetes, terjadi resistensi insulin sehingga gula darah tidak dapat masuk.

Gula yang berlebih ini terkumpul dalam aliran darah dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan komplikasi. “Sebenarnya yang berbahaya bukan gula darah yang tinggi, tetapi komplikasi yang ditimbulkannya,” imbuhnya.

Komplikasi

Diabetes merupakan penyakit yang menyerang diam-diam namun pada akhirnya akan menjadi bencana. Penyakit yang makin umum ditemui ini setiap tahunnya membunuh tiga juta orang di seluruh dunia.

Menurut dr.Budiman, penyebab kematian pasien diabetes sebenarnya bukan karena penyakit itu sendiri tetapi komplikasinya. “Hampir 40 persen meninggal karena penyakit jantung, sisanya karena gagal ginjal, stroke, atau kanker,” papar ketua Jakarta Diabetes Meeting yang akan diadakan November 2011 mendatang ini.

Komplikasi yang mungkin ditimbulkan oleh diabetes ada yang akut, seperti hipoglikemi (gula darah terlalu rendah) atau hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi), atau komplikasi kronik.

“Komplikasi kronik sendiri ada yang memengaruhi pembuluh darah besar seperti penyakit jantung koroner atau stroke, atau yang memengaruhi pembuluh darah kecil sehingga pasien menderita gangguan saraf, ginjal, impotensi, atau kebutaan,” paparnya.

Kadar gula darah yang tinggi, terang Budiman, juga akan mengganggu sistem hormonal sehingga kadar hormon tertentu meningkat yang berujung pada naiknya tekanan darah. “Sekitar 60-80 persen pasien diabetes menderita hipertensi,” katanya.

Karena itulah sangat penting untuk memeriksakan gula darah guna mawaspadai naiknya kadar gula darah, terutama jika dalam riwayat keluarga ada yang menderita penyakit ini, usia Anda melebihi 40 tahun, menderita kegemukan atau menunjukkan gejala-gejala penyakit ini.

Perbaiki pola makan

Salah satu cara untuk menghindari diabetes adalah dengan menjaga berat badan tetap normal, melakukan olahraga secara teratur, dan memperbaiki pola makan. Ini berarti makan dengan pola makan sehat yang terfokus pada buah-buahan dan sayuran.

Penelitian menunjukkan untuk setiap kelebihan 40 gram lemak yang Anda makan dalam sehari, risiko untuk menderita diabetes meningkat tiga kali lipat. Dan bila Anda sudah menderita diabetes, Anda berpeluang besar mengalami komplikasi.

“Hal ini terjadi karena lemak tubuh membuat sel-sel menolak insulin,” kata Frank Q.Nittal, M.D, dalam laporan yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology.

Sementara itu penderita diabetes disarankan untuk makan setiap empat atau lima jam dalam porsi kecil. “Yang penting adalah mengatur kalori total,” kata Budiman. Kendati demikian penderita diabetes tetap disarankan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi gula. Kebutuhan akan makanan yang manis ini bisa dipuaskan dengan pemanis buatan rendah kalori.

Saat ini belum ada obat untuk mengobati diabetes. Itu sebabnya sayangi diri Anda dengan menjaga gaya hidup yang sehat, yang meliputi pola makan, olahraga, istirahat, serta menghindari stres. Pada penderita diabetes pun gaya hidup yang sehat dapat menjaga gula darah tetap stabil sehingga penyakit ini bisa dikendalikan.

Lusia Kus Anna | Senin, 27 Juni 2011 | 15:50 WIB

Written by informasisehat

28/06/2011 at 3:24 am

Posted in diabetes

Narsis Itu Pertanda Diri Mengalami Gangguan Mental

with 6 comments

numpang narsis ya............

Jakarta, Istilah narsis lebih sering diartikan sebagai orang yang ‘gila foto’ dan membanggakan diri sendiri. Padahal, narsis merupakan salah satu penyakit mental atau gangguan psikologis. Kenapa orang bisa menjadi narsis?

Narsis atau yang dalam istilah ilmiah disebut Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah gangguan psikologis ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan pribadinya dan juga rasa ingin dikagumi.

Narsis termasuk salah satu dari tipe penyakit kepribadian. Seseorang yang menderita gangguan narsis biasanya diiringi juga dengan pribadi yang emosional, lebih banyak berpura-pura, antisosial dan terlalu mendramatisir sesuatu.

Namun, di balik topeng kepercayaan diri yang tinggi terdapat sebuah harga diri yang rapuh dan sensitif terhadap setiap kritik kecil. Hal ini terjadi dengan sendirinya dan jika gangguan ini begitu kuat sehingga mengasingkan seseorang dari masyarakat, maka perlu mengambil langkah-langkah penyembuhan, seperti melakukan psikoterapi.

Narsisme lebih mungkin terjadi pada usia muda dan mungkin disebabkan karena pendidikan yang ‘tidak sehat’, contohnya orangtua yang terlalu memanjakan anaknya. Anak yang selalu dimanja dan mendapat banyak perhatian, cenderung mengharapkan perhatian yang sama di kemudian hari, seperti dilansir Healthmad, Sabtu (25/6/2011).

Penyebab lain yaitu sikap terlalu diabaikan atau pelecehan saat masih usia anak-anak. Seseorang yang terabaikan di masa kecil dapat berubah yang akhirnya mencoba ‘menangkap’ perhatian yang dulu tak diperolehnya. Kebutuhan akan perhatian ini akhirnya bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan narsisme.

Faktor lain adalah karena efek perubahan kesuksesan atau transient effect of success. Sebagai contoh, seorang gadis muda dan sangat cantik mendapat banyak perhatian karena kecantikannya. Namun setelah 20 tahun kemudian, kecantikannya telah memudar dan tidak mendapatkan perhatian yang sama dari orang-orang disekitarnya.

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders serta American Psychiatric Association menyebutkan beberapa gejala dan kriteria penyakit narsis, diantaranya :

1. Mementingkan diri sendiri, melebih-lebihkan prestasi dan bakat yang dimiliki, berharap dikenal sebagai orang unggul tanpa ada hasil atau pencapaian tertentu.
2. Terlalu bangga dengan fantasinya dan memiliki tujuan yang tidak realistik tentang keberhasilan yang tiada batas, kekuatan, kepintaran, kecantikan atau kisah cinta yang ideal.
3. Percaya bahwa dirinya sangat spesial dan hanya bisa bergabung atau bergaul dengan orang-orang yang juga memiliki status tinggi.
4. Memerlukan pujian yang berlebih ketika melakukan sesuatu
5. Memiliki keinginan untuk diberi julukan tertentu
6. Bersikap egois dan selalu mengambil keuntungan dari setiap kesempatan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya
7. Tidak memiliki perasaan empati terhadap sesama
8. Selalu merasa iri hati dengan keberhasilan orang lain dan percaya bahwa orang lain juga iri padanya
9. Menunjukkan sifat arogan dan merendahkan orang lain
10. Mudah terluka, emosional dan memiliki pribadi yang lemah.

Merry Wahyuningsih – detikHealth

Sabtu, 25/06/2011 10:01 WIB

(mer/ir)

Written by informasisehat

26/06/2011 at 12:09 am

Posted in psikologi

Tagged with

Kelamaan Nonton TV Bisa Sakit Diabetes

with one comment

kebiasaan nonton selalu disertai ngemil

KOMPAS.com  — Penelitian menunjukkan, mereka yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi berisiko lebih besar mengalami kematian, mengidap diabetes dan penyakit jantung. Bahkan, dengan rutin menonton televisi selama dua jam sehari pun bisa berdampak signifikan bagi kesehatan.

Setiap hari, penduduk di Amerika Serikat menghabiskan waktu rata-rata 5 jam untuk duduk di depan layar kaca, sementara orang Australia dan beberapa orang Eropa menghabiskan  antara 3,5 jam dan 4 jam sehari.  Data ini disampaikan para ahli dari Harvard School of Public Health.

“Pesan ini sederhana. Mengurangi waktu menonton TV adalah cara penting untuk mengurangi kebiasaan duduk secara terus-menerus dan mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung,” kata  Frank Hu, salah seorang peneliti.

Dia menambahkan, orang yang duduk di depan televisi tidak hanya menjadi kurang berolahraga, tetapi juga cenderung menyantap makanan tidak sehat. “Kombinasi gaya hidup banyak duduk, pola makan tidak sehat, dan obesitas menciptakan ‘daerah pembiakan sempurna’ untuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung,” tuturya.

Ini bukan penelitian pertama yang menghubungkan durasi menonton TV dengan  penyakit.  Banyak penelitian menemukan hubungan yang kuat antara menonton televisi dan  obesitas, dan sebuah laporan pada 2007 menemukan bahwa waktu menonton TV berhubungan dengan tekanan darah tinggi dan obesitas anak-anak.

Penelitian lain pada tahun sama menemukan, anak-anak dengan kategori overweight  yang menonton iklan makanan cenderung menggandakan asupan makanan mereka.

Untuk keperluan penelitian terbaru ini, Hu dan timnya mengkaji 8 penelitian yang  menguji hubungan antara durasi menonton televisi dan penyakit.  Penelitian yang dipublikasikan  Journal of the American Medical Association itu melibatkan lebih dari 200.000 orang dalam jangka waktu 7 hingga 10 tahun.

Hu dan para koleganya menemukan, untuk setiap dua jam sehari menonton televisi, risiko mengidap diabetes meningkat 20 persen, sedangkan risiko penyakit jantung naik 15 persen. Menonton televisi dua jam setiap hari juga dapat meningkatkan risiko kematian sebanyak 13 persen.

Berdasarkan temuan itu, Hu dan timnya memperkirakan, di antara 100.000 orang, membatasi waktu menonton televisi hingga 2 jam dapat mencegah 176 kasus baru diabetes, 38 kasus penyakit kardiovaskuler fatal, dan 104 kematian dini setiap tahun.

Peneliti mengingatkan, hasil riset ini tidak serta merta membuktikan bahwa menonton TV adalah satu-satunya faktor yang meningkatkan risiko penyakit. “Benar bahwa antara mereka yang banyak menonton TV dan mereka yang menonton dalam waktu lebih sedikit memiliki perbedaan terutama dalam hal pola makan dan tingkat aktivitas fisik,” kata Hu.

Ia menambahkan, mereka yang keranjingan menonton TV  cenderung menyantap makanan tidak higienis. Pola makan tidak sehat dan kemalasan juga akibat dari menonton televisi berkepanjangan.  Jadi, penelitian itu menjelaskan betapa besar dampak merugikan dari kebiasaan duduk selama berjam-jam.
Sumber :
RTR,ANT
Asep Candra | Kamis, 16 Juni 2011 | 09:59 WIB

Written by informasisehat

24/06/2011 at 12:20 am

Posted in Uncategorized

Sakit Gigi Bisa Menular

with one comment

 

sakit mana : sakit gigi atau sakit hati?

KOMPAS.com — Semua orang tahu jika influenza bisa menular. Tapi masak, iya, gigi berlubang juga ikut menular? Walaupun terdengar aneh, para ilmuwan menemukan bahwa hal itu bukan saja mungkin tapi juga sering terjadi.

Selama ini permen dan makanan manis sering dituding sebagai biang penyebab lubang di gigi. Namun sebenarnya, gigi berlubang (karies) disebabkan oleh bakteri yang menempel di gigi dan partikel yang berasal dari makanan. Bakteri tersebut mengubah gula dan karbohidrat yang dimakan menjadi asam. Bakteri dan asam yang dibektunya menjadi endapan lengket yang disebut plak gigi.

Seperti halnya virus flu yang bisa menular ke orang lain, demikian juga halnya dengan bakteri penyebab karies gigi. Salah satunya adalah Streptococcus mutan. Anak balita dan anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan tertular.

Penelitian menunjukkan anak-anak sering tertular bakteri Streptococcus mutan itu dari orangtua atau pengasuhnya, misalnya saat mencicipi makanan anak untuk mengetahui apakah terlalu panas atau tidak. Penularan bakteri ini juga sering terjadi pada pasangan.

“Ada kasus pasien berusia 40 tahun yang sebelumnya tidak pernah mengalami lubang di gigi tiba-tiba dua giginya berlubang dan mulai menderita radang gusi. Ternyata, setelah diselidiki wanita tersebut baru berpacaran dengan pria yang sakit radang gusi dan sudah bertahun-tahun tidak pernah ke dokter,” kata Dr Margaret Mitchell, dokter gigi di Chicago.

Untuk mengurangi risiko gigi berlubang, ia merekomendasikan untuk membersihkan gigi secara teratur. Kebiasaan mengunyah permen karet tanpa gula juga dianjurkan untuk meningkatkan produksi air liur sehingga pembentukan plak dan bakteri bisa dihambat.
Sumber :

Lusia Kus Anna

New York Times

Written by informasisehat

23/06/2011 at 11:41 pm

Posted in gigi

Tagged with

Rahasia Sehat Kaminah Hingga Usia 109

with 6 comments

 

Jumat, 18 Februari 2011 | 15:15 WIB

Kaminah Sarjo ditemani salah satu cucunya, Siti Ramlah Tumijan, saat memasukkan benang ke dalam jarum.

KUANTAN, KOMPAS.com – Sosok perempuan yang satu ini terbilang luar biasa. Merantau selama puluhan tahun di Negeri Jiran, ia kini hidup berbahagia bersama anak cucunya dan mampu mencapai usia hingga 100 tahun lebih.

Kaminah Sarjo yang akan berulang tahun ke-109 pada tahun ini adalah contoh perempuan tangguh.  Ia pun masih memiliki daya ingat yang sangat baik, demikian pula dengan kemampuan penglihatannya.

Ditemui di tempat tinggalnya di Felda Bukit Goh, Kuantan, Kaminah yang berbalut kebaya hijau dan tutup kepala cokelat, masih tampak begitu sehat. Ia jarang sekali merepotkan anak-anak dan cucu-cucunya. Justru dia yang kerap membuat mereka tersipu malu, terutama untuk mengingat peristiwa atau tanggal-tanggal penting dan bersejarah bagi keluarganya.

Kaminah pun masih sanggup membantu cucu perempuannya untuk memasukkan benang ke dalam jarum tanpa bantuan kacamata. Ia kini tinggal bersama salah satu anaknya, Tumijan Gonu.

Lahir pada September 1901, Kaminah merantau dari kampung halamannya di Jawa Tengah ke Malaysia saat masih berusia  20 tahun. Ia pernah bekerja sebagai buruh di beberapa perkebunan di Johor sebelum menikah dengan pria asal Indonesia yang dikenalnya saat masih bekerja.

Dari perkawinannya itu, Kaminah memiliki sembilan anak dan kemudian menetap di Felda Bukit Goh, Pahang. Suaminya telah meninggal beberapa tahun lalu.

Kaminah, yang merupakan anak tertua dari lima bersaudara, mengaku pernah terjatuh di kamar mandi dua bulan lalu. Meski mengalami cedera pada kedua kakinya, ia masih tetap bisa berjalan dan beraktivitas seperti biasa.

“Saya menjaga tubuh tetap fit dengan cara rutin berjalan kaki di sekitar perumahan. Namun, akibat terjatuh langkah saya menjadi terbatas dan saya  berharap bisa pulih segera. Saya berterimakasih kepada Tuhan karena menjauhkan saya dari penyakit kronis dan  juga memberi kesehatan dan umur panjang.”

Lalu apa rahasia, Kaminah bisa tetap sehat hingga usianya yang sudah seratus tahun lebih?  Ia mengaku selalu menjaga pola dietnya sejak usia muda.

“Selain makan nasi dan bubur, saya rajin makan sayuran mentah dan buah. Saya juga senang makanan pedas, terutama sambal. Selain makan tidak terlalu kenyang, kita perlu sentiasa melakukan suruhan Allah seperti shalat dan puasa,” ujarnya.

Kaminah juga menambahkan, perhatian yang ia terima dari  keluarga terutama cucu-cucunya, juga membuat ia tetap bahagia dan ia merasa diberi peran penting.

Ia mengaku, rumah anaknya itu memang selalu ramai dipenuhi beragam aktivitas.  Maklum saja, Kaminah memilik 71 cucu dan 70 cicit yang selalu datang bergiliran mengunjunginya terutama saat akhir pekan dan liburan.

Sumber : The New Straits Times / Kompas.com

Written by informasisehat

18/02/2011 at 12:43 pm

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.